Home / Berita

Minggu, 14 Juli 2024 - 21:02 WIB

Hutan Lindung di Desa Sideak Terancam,  Lahan dibakar Lalu dikuasai dengan Pembangunan Bangunan Permanen

Viewer: 1014
1 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 30 Detik

JEJAK NASIONAL, SAMOSIR – Hutan lindung di Desa Sideak, Kecamatan Palipi, Kabupaten Samosir, semakin terancam oleh ulah segelintir orang yang menguasai lahan dengan membangun bangunan permanen. Kondisi ini memicu kekhawatiran masyarakat setempat yang merasa hutan yang seharusnya dilindungi kini dirusak dan dialihfungsikan.

Menurut informasi yang diperoleh dari salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya, aksi penguasaan hutan lindung ini dimulai dengan pembakaran hutan untuk membuka lahan. Setelah lahan dibuka, mereka menanami jagung dan perlahan-lahan mempersiapkan pembangunan bangunan permanen di atas lahan tersebut.

“Awalnya mereka membakar hutan, kemudian menanam jagung. Kini, mereka sudah mulai dan siap membangun bangunan permanen,” ungkap warga tersebut dengan nada prihatin.

Baca Juga  Penangganan Dan Pelayanan Kasus Pasien Covid 19 di Kabupaten Melawi RSUD Melawi Mendirikan Tenda Triase*

Masyarakat setempat semakin resah melihat kondisi ini, mengingat hutan lindung seharusnya dijaga dan dilestarikan, bukan dijadikan lahan pribadi untuk kepentingan segelintir orang. Tindakan ini tidak hanya merusak ekosistem hutan, tetapi juga mengancam keberlangsungan lingkungan hidup di kawasan hutan sideak.

Pihak Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah Dolok Sanggul, ketika dikonfirmasi pada Sabtu, 14 Mei 2024, menolak memberikan jawaban terkait masalah ini. Ketidakjelasan sikap dari pihak yang berwenang menambah kebingungan dan kekecewaan masyarakat yang berharap ada tindakan tegas untuk menghentikan perusakan hutan lindung ini.

Sementara itu, warga Desa Sideak berharap pemerintah daerah dan pihak berwenang segera turun tangan untuk menyelamatkan hutan lindung dari perusakan lebih lanjut.

Baca Juga  Serapan Anggaran 71,63 Persen, Bupati Apresiasi Jajaran Pemkab Tapsel

Ketua LSM GBRS, Max donald turut mengungkapkan keprihatinannya. “Kami sangat prihatin dengan kondisi hutan lindung di Desa Sideak. Tindakan tegas perlu segera diambil untuk menghentikan perusakan ini. Hutan lindung adalah aset berharga yang harus kita jaga bersama,” ujarnya.

Masyarakat Desa Sideak dan pemerhati lingkungan kini menunggu tindakan konkret dari pemerintah daerah dan pihak berwenang untuk menghentikan penguasaan dan perusakan hutan lindung ini. Mereka berharap, dengan adanya perhatian dari berbagai pihak, hutan lindung di Desa Sideak dapat kembali dilestarikan dan dijaga untuk keberlangsungan ekosistem dan lingkungan hidup yang sehat.

Reporter: Candro Situmorang

Happy
Happy
17 %
Sad
Sad
50 %
Excited
Excited
17 %
Sleepy
Sleepy
17 %
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Indahnya Kebersamaan, Wali Kota Pematangsiantar Kembali Laksanakan Gowes Siantar Indah

Berita

Pengukuhan Komunitas Melayu Berbudaya(KMB) di Hadiri Wagub Kalbar

Berita

POLAIRUD POLRES BENGKAYANG CEK MUATAN KAPAL CEGAH PEREDARAN BARANG ILEGAL*

Berita

Mahasiswa Bakal Boikot Aktivitas Galian C Ilegal di Gane Barat

Berita

Khashoggi Terkonfirmasi Tewas, Pejabat Saudi Terancam Sanksi AS

Berita

Plt. Wali Kota Pematangsiantar Hadiri Pelantikan Pengurus Daerah Kagama Sumut

Berita

Bhabinkamtibmas Polsek Boyan Tanjung Hadiri Penyerahan BLT-DD Desa Riam Mengelai

Berita

Anak Jalanan Butuh Perhatian Pemkab Samosir.