JEJAK NASIONAL, SAMOSIR – Sangat memprihatinkan melihat anak jalanan di simpang perkantoran Pemkab Samosir Desa Siopat Sosor, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir. Nampaknya, sangat membutuhkan perhatian banyak pihak, utamanya Pemerintah Kabupaten Samosir.
P. Sinaga, warga Siantar yang berkunjung ke Samosir, mengatakan, “Anak ini adalah bagian yang sangat rentan dalam masyarakat kita, dan kebutuhan mereka untuk perlindungan, pendidikan, dan perawatan kesehatan harusnya tidak boleh diabaikan, mengingat anak ini tidak sempurna secara jasmani.”
“Harapan kami agar Pemerintah Kabupaten Samosir segera memprioritaskan anak ini dan bekerja sama dengan organisasi sosial serta masyarakat untuk memberikan perlindungan dan peluang yang lebih baik bagi anak-anak jalanan di negeri kita, Kabupaten Samosir tercinta ini,” katanya.
Menanggapi isu ini, F. Agus Karo-karo, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Pemkab Samosir, mengatakan, “Terkait bantuan kepada penyandang disabilitas dan anak jalanan bisa diadakan. Syaratnya, desa terkait yang mempunyai warga penyandang disabilitas dan anak jalanan harus membuat permohonan dari kepala desa mereka kepada kami dinas sosial agar ditindaklanjuti,” Katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Parbaba Dolok, Marsihat Sitindaon, mengatakan pada Selasa, 2/4 sekitar jam 20.15 WIB, dana untuk anak jalanan dari Dinas Sosial tidak ada. “Saya sudah berkomunikasi dengan pihak Dinsos Samosir, bagaimana cara untuk mengatasi agar dana dari desa, kalau dana dari Dinsos tidak ada, katanya dana untuk itu,” kata Marsihat Sitindaon.
Di sisi lain, warga Siopat Sosor, R. Boru Simarmata, mengatakan pada Selasa, 2/4 sekitar jam 21.00 WIB, bahwa keberadaan anak jalanan ini sudah lama terjadi, tidak ada lagi keluarga yang memperhatikan. “Maaf ya, memang semuanya keluarga orang itu (anak jalanan) ini agak ODGJ, jadi keadaannya ya seperti itu, mudah-mudahan lah pemerintah ini bisa memperhatikan orang itu,” harap Boru Simarmata.
Reporter: Candro Situmorang.







