Home / Berita

Minggu, 23 Januari 2022 - 10:13 WIB

Wakil Bupati Samosir Apresiasi Masyarakat Salaon dalam Melestarikan Budaya Batak dan Pengukuhan Lembaga Adat

Viewer: 355
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 47 Detik

Samosir, Kompas nasional.com | Setelah mengadakan Ritual Babi Ambat (tolak bala) masyarakat Salaon yang terdiri dari 3 desa yaitu, Desa Salaon Toba, Tonga-tonga dan Dolok menggelar ritual mangallang Hambing Putih sebagai bukti kemenangan menolak penyakit yang timbul dikalangan masyarakat dan mampu melampui masa sulit selama covid-19. Ritual ini dilaksanakan di Desa Salaon Tonga-tonga Kecamatan Ronggur Nihuta, Kamis (20/01).

Ritual Mangallang Hambing Putih yang dirangkai dengan Pengukuhan Lembaga Adat dihadiri oleh Wakil Bupati Samosir Drs. Martua Sitanggang, MM didampingi Asisten II Hotraja Sitanggang, Plt. Kadis Pariwisata Tetty Naibaho dan Camat Ronggur Nihuta.

Wakil Bupati Samosir mengapresiasi kegiatan ritual mangallang hambing putih dan mengucapkan selamat atas suksesnya pelaksanaan pengukuhan lembaga adat desa salaon. Menurutnya, hal ini merupakan pelestarian budaya yang patut dikembangkan dan diwariskan kepada generasi muda. Budaya merupakan kekayaan yang sangat berharga dan tidak ternilai.

Baca Juga  Babinsa Serawai Ingatkan Pedagang dan Pembeli di Pasar Patuhi Protokol Kesehatan

Diharapkan, lembaga adat, tokoh adat untuk bergandengan tangan guna memelihara kearifan lokal sehingga kemajuan teknologi dan modernisasi tidak menggilas budaya adat Batak. 

Selanjutnya, Wabup menyampaikan dengan pelantikan lembaga adat di Bius Sitolu Hae horbo di Salaon menjadi momentum kebangkitan pelestarian adat. Lembaga adat diharapkan dapat melestarikan budaya dan kearifan lokal sebagaimana kebiasaan-kebiasaan nenek moyang terdahulu dengan menuliskan dan mendokumentasikan untuk diwariskan kepada generasi muda.

Wabup menegaskan bahwa pembentukan lembaga adat ini tidak bermaksud untuk menghilangkan peran lembaga yang sudah berbuat dibidang adat. Akan tetapi lebih mengukuhkan dan saling bersinergitas. Dengan demikian, akan terwujud kehidupan masyarakat yang sejahtera, bermartabat, secara ekonomi, pendidikan dan kesehatan sesuai dengan Visi Bupati Samosir.

Baca Juga  Bupati Tapsel Resmikan Menara Pandang Dan Soft Launching KRSTS

Dalam pelaksanaan ritual mangallang Hambing putih terlihat jelas peran pemangku raja adat tertua yaitu Raja bius (Raja Oloan), Parbaringin (Pande Bolon) dan Raja Bondar sebagaimana kehidupan nenek moyang Batak terdahulu.  Ritual Babi Ambat (tolak bala) diperankan dalam sebuah tor-tor yang memperagakan asal mula penyakit yang menggerogoti masyarakat dan membuat kesulitan. Sehingga raja adat mempersembahkan seekor babi kepada mula jadi nabolon dan darahnya dijadikan obat penolak bala. Pada akhirnya, masyarakat sembuh dan kembali kepada kehidupan normal.

Ritual Mangallang Hambing Putih dilengkapi dengan sesajen berupa Sitoppian Nagodang, Rudang Najagar, Nitak Nihopingan, Nitak Nihittang ni Andalu dan Nitak Gabut. Pelaku ritual dilengkapi dengan pakaian adat khas Batak toba.

(Max/ Cs)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Stunting di Kabupaten Samosir Turun 3,9 Persen 

Berita

Peringati Idul Adha 1442 H, AKBP Ventie Serahkan Tujuh Ekor Sapi

Berita

Tatap Muka dengan IGRA Siantar Dokter Susanti: Para Guru Harus Sejahtera

Berita

Bukan PP, Jokowi Bentuk Komite COVID-19 dengan Perpres

Berita

Update Covid-19 di Kabupaten Samosir (11/1/2021) : Tidak Ada Penambahan Kasus Konfirmasi Aktif dan Sembuh, Kumulatif Tetap 76 Kasus

Berita

Dukung Pelestarian Lingkungan Berkelanjutan, Agincourt Resources Gelar Martabe Innovation Award (MIA) 2022

Berita

Bhabinkamtibmas Banjar Serasan BRIPKA SUNARWAN Menghadiri Rapat Rencana Vaksin dan Donor Darah Akan digelar di STIE Pontanak,

Berita

Pemkab Dan Forkopimda Lakukan Operasi Yustisi Prokes Rangka Penegakan Perbup Tapsel No 49 Tahun 2020