Home / Berita

Rabu, 19 Januari 2022 - 18:00 WIB

Kapolda Sumsel Melakukan Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi Anak Usia 6-11 Tahun

Viewer: 508
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 3 Detik

Palembang,Kompasnasional.com Kapolda Sumsel Irjen Pol. Drs. Toni Harmanto, M.H. didampingi Karoops Polda Sumsel Kombes Pol. Drs. Kamaruddin, M.Si. melakukan peninjauan pelaksanaan vaksinasi anak usia 6-11 tahun dan vaksinasi dosis 3 (Booster) bertempat di Gedung Eks Giant Soeta Palembang, Rabu (19/01/2022)

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Dirbinmas Polda Sumsel Kombes Pol. Heru Trisasono, S.I.K., Kabiddokkes Polda Sumsel Kombes Pol. dr. Syamsul Bahar, M.Kes., Kapolrestabes Palembang Kombes Pol. M. Ngajib, S.I.K., M.H., Dandim 0418/Palembang Letkol Inf Sumarlin Marzuki, S.E. dan Kadinkes Kota Palembang dr. Hj. Fenty Aprina, M.Kes.

Sebelum melakukan peninjauan vaksinasi anak usia 6-11 tahun dan vaksinasi dosis 3 (Booster) bertempat di Gedung Eks Giant Soeta Palembang tersebut, Kapolda Sumsel bersama pejabat utama yang hadir mengikuti kegiatan vaksinasi secara serentak melalui video conference yang disampaikan langsung oleh Kapolri dari Kantor Bupati Kubu Raya Provinsi Kalimantan Barat,

Baca Juga  Bupati Samosir Serahkan Bantuan kepada Kelompok Tani Desa Siparmahan

Sementara itu Kapolda Sumsel, Irjen Pol Drs Toni Harmano MH melalui Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Drs Supriadi MM menekankan soal syarat wajib untuk mendukung kebijakan Pemerintah Indonesia soal Pembelajaran Tatap Muka (PTM) bagi anak-anak ucapnya,

Menurutnya, ada dua yang harus dipenuhi untuk mengimplementasikan kebijakan itu, yakni, target vaksinasi masyarakat umum harus 70 persen dan kelompok lanjut usia (lansia) wajib 60 persen.

“Pemerintah saat ini telah memberikan kebijakan PTM 100 persen, dimana tentunya untuk melaksanakan PTM 100 persen dan vaksinasi anak, maka target pencapaian vaksinasi masyarakat umum 70 persen dan lansia 60 persen harus terpenuhi,” kata Supriadi dalam jumpa pers.

Dia menjelaskan, proses belajar mengajar anak secara tatap muka langsung merupakan hal yang sangat penting. Mengingat, hampir dua tahun semenjak Pandemi Covid-19, generasi bangsa kehilangan momentum tersebut.

Namun di sisi lain, Supriadi menyatakan, guna mewujudkan pembelajaran secara tatap muka langsung, harus ada jaminan kesehatan dan imunitas terhadap anak dari bahaya paparan Virus Corona. Salah satunya adalah dengan memberikan suntikan vaksin.

Baca Juga  Kajati Kalbar Dr.Mashudi,SH,MH. Sangat Peduli Prestasi

Penguatan imunitas terhadap anak, katanya, juga akan memberikan jaminan kesehatan kepada orang tua dan orang-orang yang ada di dalam lingkungan keluarganya. Sehingga, tidak perlu ada rasa khawatir munculnya klaster keluarga ketika PTM 100 persen diberlakukan.

“Kita ingin anak-anak kita segera melakanakan tatap muka. Namun disisi lain, kita harus yakin anak-anak kita sudah dibekali vaksinasi atau imunisasi, sehingga memiliki imunitas dan kekebalan. Saat melaksanakan aktivitas aman tidak menjadi carrier, karena saat kembali biasanya bertemu orang tua, nenek atau kakek. Dan juga memiliki posisi rentan apabila tidak diberikan imunisasi atau vaksinasi,” tutupny

(Abd. Rahman /Irawan )

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Dugaan Mark-Up Anggaran Event Wisata, Partungkoan Adat Samosir Surati Dinas Pariwisata

Berita

Ditipu Tukang Sayur, Satu Keluarga Dilarikan ke Rumah Sakit Usai Konsumsi Sabzi Ganja

Berita

TIDAK MEMILIKI TPA SAMPAH, MASYARAKAT TERPAKSA MEMBUANG SAMPAH KE BANTARAN SUNGAI MELAWI.

Berita

Bupati Taput Tandatangani Perpanjangan Perjanjian Kerjasama Pemanfaatan Tanah Pengembangan Bandara Silangit dengan AP II
Foto BI -Sumut

Berita

Waspada Ancaman Resesi, BI Proyeksi Ekonomi di Sumut Tumbuh Tahun 2023

Berita

KPU Sumut Tetapkan DPT Pemilu 2019 Sebanyak 9.426.220 Jiwa

Berita

Gelar Aksi Tutup TPL, Gerilyawan Siantar Sandera Truk Pengangkut Kayu Milik PT.TPL

Berita

MUI Sumut: Meminta Ulama Selektif Memberikan Pencerahan Tentang Covid-19