Home / Berita

Senin, 21 Maret 2022 - 15:03 WIB

TIDAK MEMILIKI TPA SAMPAH, MASYARAKAT TERPAKSA MEMBUANG SAMPAH KE BANTARAN SUNGAI MELAWI.

Viewer: 868
4 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 6 Detik

Sintang, Kompasnasional.com -Karena tidak memiliki TPA ( Tempat pembuangan akhir ) Masyarakat Nanga Serawai memilih membuang sampah di bantaran sungai melawi, hal itu mengakibatkan penumpukan sampah di mana-mana sehingga terlihat merusak pemandangan dan bau yang sangat kurang sedap dan lebih parah lagi mengakibatkan pencemaran dan pendangkalan sungai Melawi.

Dari pantauan kompasnasional.com di lapangan memang tidak nampak ada fasilitas pembuangan sampah warga, bahkan kotak sampah di seputaran ibukota kecamatan Serawai sulit di temukan, sehingga sangat wajar masyarakat memilih alternatif yang tersedia.

Kades Nanga Serawai Yosef Setiawan ketika di confirmasi di kantor nya pada Kamis, 16/2/2022 membenarkan hal itu, bahkan saat ini di tengah Kota kecamatan baru tersedia dua kotak sampah, itu pun sudah tidak layak, menurutnya ini berlangsung sudah cukup lama, bahkan dari masa kepemimpinan kades yang lama. Yosef Setiawan berharap ada upaya dari pihak terkait untuk sesegera mungkin menyediakan lahan untuk TPA dan Tempat-tempat sampah di area-area strategis di kota serawai, Karena ini sangat penting guna meningkatkan kebersihan kota Serawai dan menghindari pencemaran terhadap lingkungan terutama pencemaran bantaran sungai Melawi, semoga ada solusi sesegera mungkin,agar masyarakat tidak lagi membuang sampahnya di sembarang tempat lagi” pungkas Yosef Setiawan.

Baca Juga  Memakmurkan Masjid Tentu Akan Menjadi Energi Baru Ditengah-tengah Kota Psp

Menurut Jani, salah satu staf dari kecamatan Serawai yang sering menangani masalah sampah ini mengatakan kalau ini tidak lepas juga dari minim nya fasilitas dan kurang nya tenaga kebersihan yang tersedia di kecamatan Serawai, ” kita tidak bisa berbuat banyak, karena jangan kan yang lain masalah gerobak sampah saja kita sudah tidak layak pakai, ban bocor saja kita minta perhatian dari dinas kebersihan tidak di tanggapi bahkan untuk tenaga kebersihan yang tersedia di kecamatan Serawai hanya menyisakan dua orang saja” ujar Jani.

Sementara Itu camat kecamatan serawai Rafael Nurdin ketika coba di mintai pendapat nya di rumah dinasnya memberikan jawaban yang kurang mencerminkan sosok seorang pemimpin wilayah dan terkesan lepas tangan. “Apa di pikir tentang sampah, saya biasa bayar 30.000 untuk tenaga keliling yang biasa secara mandiri itu dan datang dua hari sekali sudah beres tentang sampah” ucap nya.dan selanjutnya langsung nyelonong pergi tanpa ada jawaban untuk permasalahan TPA ini.

Baca Juga  Januari 2021 Pemko Siantar Gelar Rencana KBM Tatap Muka Langsung

Sementara Itu legislator partai Nasdem Dapil 5 Rudy andryas bersuara keras tentang hal ini, Hal itu di sampaikan ketika di mintai pendapat nya Via WhatsApp pada Senin 21/03/2022,” saya minta camat pikirkan solusinya dan serius pikirkan tentang pembuangan Sampah Jangan Jadi camat Ndak bisa cari Jalan keluar nya” sahut Rudy Andryas,Camat ni harus turun ke Lokasi biar di lihat kondisi Sampah2 nya lanjut Rudy dengan Nada geram.

Kabiro Sintang : Yupinus Totom

Happy
Happy
%
Sad
Sad
100 %
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Danramil Jawai Hadiri Peletakan Batu Pertama Pembangunan RMU (Rice Milling Unit)

Berita

Ogah Bayar Pajak Reklame, Sejumlah Billboard di Kota Pontianak DisegelĀ 

Berita

Sosialisasi Rajia Masker di Agara, Bersama TNi, Polri Satpol pp

Berita

Pemberian Hadiah Desa Percontohan Terbaik Pelaksana 10 Program Pokok PKK Kabupaten Humbang Hasundutan

Berita

Kejari Halsel Resmi Tetapkan Mantan Kapus Gandasuli Tersangka Korupsi Dana BOK

Berita

Posko Pengawasan Terpadu Check Point Covid – 19 Mulai di Berlakukan Di Desa Batu Nanta Kecamatan Belimbing Kabupaten Melawi.

Berita

Sebanyak 46 Orang Siswa-Siswi SMAN 1 Pematangsiantar, Tembus Lulus PTN Lewat Jalur SNMPTN

Berita

Kemenkominfo laksanakan pelatihan citizen Journalism Bagi ASN di Kabupaten Samosir