Home / Berita

Rabu, 19 Januari 2022 - 00:06 WIB

Polri Ungkap Tindak Kejahatan Online Tahanan di Sejumlah Lapas

Viewer: 381
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 42 Detik

JAKARTA KOMPAS NASIONAL.Com– Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengungkap sejumlah tindak kejahatan online yang dilakukan tahanan di berbagai lapas.

Kasus ini pertanda maraknya penggunaan internet dari balik jeruji besi.

“Saat ini pelaku sebagai warga binaan dan atau narapidana yang masih menjalani hukuman,” tutur Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Selasa (18/1/2022).

Ahmad menjelaskan, salah satu kasus yang sudah terungkap adalah penipuan oleh pelaku berinisial AAS pada September 2021 lalu.

AAS mengakses para korbannya melalui aplikasi pencarian teman berbasis lokasi.

“Setelah berkenalan dengan korban atas nama RO, setelah berteman, saling meminta nomor telepon dan nomor Whatsapp, setelah itu yang bersangkutan mengaku sebagai salah satu anggota Polri, kemudian mengaku bertugas di Kota Medan yang akan pindah ke Jakarta,” jelasnya.

Baca Juga  Setelah Sopir Truk, Kini Jokowi Terima Perwakilan Nelayan di Istana Negara

Lebih lanjut Ahmad menerangkan, AAS berusaha meyakinkan korbannya dengan mengirimkan sejumlah dokumen mutasi penugasan.

Setelah dirasa akrab, AAS meminta RO mengirimkan sejumlah uang ke rekening atas nama rekannya

“Modus operansi tersangka atas nama AAS yang merupakan napi atau warga binaan yang saat ini menjalani hukuman seumur hidup, kasusnya ada kasus narkoba. Jadi melakukan aksi penipuan dan ini masih didalami korban korban yang lainnya,” katanya.

Selain napi AAS, Ahmad memaparkan kasus serupa yang melibatkan tahanan berinisial MOA. Dia merupakan seorang napi di Lapas Kelas II A Bulak Kapal, Bekasi dengan perkara pencemaran nama baik, manipulasi data, pembuatan surat palsu, dan penghinaan.

Ada juga kasus dengan tersangka napi SR di Lapas Kelas II Jambi dengan tindak pidana menyebarkan berita hoaks, penipuan, dan TPPU.

Baca Juga  Warga Adat Tegamo Ucapkan Terima Kasih Kepada Bapak Lenis Kogoya

Kemudian menyusul kasus penipuan lewat media sosial yang dilakukan tahanan MF, MA, KR, AP, dan MF di Lapas Siborong-Borong, Sumatera Utara.

Adapun kasus-kasus serupa juga terungkap di Lapas Tebing Tinggi, Lapas Kelas II Pamekasan, Lapas Kelas II A Curug, dan Lapas Kelas II A Kurungan. Rentetan kasus tersebut dilakukan para pelaku dalam kurin 2018 hingga 2021.

“Agar masyarakat tahu bahwa kejahatan tindak pidana siber itu banyak dilakukan oleh warga binaan. Ada 2020, ada 2021, ada 2018, ada 2019, jadi berkisar dari 2018, 2019, 2020 dan 2021,” pungkas Ahmad.

(Hasnan Soetanto)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Melalui Kerja Bhakti, Babinsa Sekura Jalin Kerjasama Dengan Masyarakat*

Berita

Akong Berharap Siapapun Yang Jadi di Pilkada Bengkayang : Utamakan Pembangunan Mental, Moral dan Ekonomi Kerakyatan Mandiri.

Berita

Kepala BPPD Lakukan Peninjauan Lapangan Tanah Milik Pemerintah Daerah di Kawasan PLBN Nanga Badau

Berita

Bupati Samosir Pimpim Upacara Pemberian Remisi Umum 2020 Lapas Kelas III Pangururan

Berita

Rohim dan Frets Berharap Dilirik Timnas

Berita

Pimpin Apel Pagi Gabungan Pangdam XII/TPR, SDM Prajurit Harus Terus Dilatih dan Didayagunakan*

Berita

Bidang Bina Marga Lakukan Pengawasan Lapangan 

Berita

Plorenstinus Anum : Pertanian Kalbar Berorientasi Swasembada Pangan Dengan Intensipikasi Pemanfaatan Tehnologi