Jakarta | Selama 26 tahun merasakan gelap gulita, setelah pemerintahan Presiden Joko Widodo akhirnya listrik masuk ke Desa mereka.
Masyarakat Adat 3 Desa yaitu Desa Bakung Ilir, Desa Bakung Udik dan Desa Bakung Rahayu wilayah Kecamatan Gedung Meneng Kabupaten Tulang Bawang Provinsi Lampung mengaku sangat bersyukur atas kerja keras Presiden Republik Indonesia Ir Joko Widodo melalui Staf Khusus Presiden Lenis Kogoya MHum, sehingga arus listrik masuk ke Desa mereka.
“Kami dari warga Adat Tegamo mengucapkan terima kasih kepada Bapak Lenis Kogoya MHum karena telah membantu impian kami memasukkan listrik ke Desa kami, padahal puluhan tahun lamanya Perusahaan SGJ tidak memberikan akses masuk listrik ke desa kami. Namun sekarang sudah kami rasakan berkat kinerja pak Lenis Kogoya yang membantu kami di desa Bakung Ilir, Bakung Udik dan Bakung Rahayu.
Dan terima kasih pula kepada bapak Presiden Joko Widodo yang telah mengabulkan permohonan kami atas nama keadilan dan pemerataan pembangunan sehingga sekarang kami dapat menikmati listrik,” ungkap Ketua Rombongan Hertop Halil, Rabu (24/07/2019) usai bertemu Staf Khusus Presiden RI Lenis Kogoya MHum di Gedung Sekretariat Negara Jalan Veteran III Jakarta.
Menurut Hertop, sejak kehadiran Staf Khusus Presiden Lenis Kogoya MHum tanggal 5 Januari 2019 meninjau kondisi Desa mereka, maka pihak PLN dan Pemerintah Daerah bahu membahu memasang tiang dan akses kelistrikan lainnya hingga terpasang 100%.
“Sudah terpasang 100% pak… Kami sangat bersyukur atas bantuan bapak Lenis Kogoya. Berkat perintah Lenis Kogoya MHum, maka sekarang kampung kami sudah terang benderang, siang dan malam. Semoga bapak Lenis Kogoya selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Kuasa,” ungkap Hertop Halil.
Disampaikan, atas dasar sukacita, maka puluhan Tokoh Masyarakat dari 3 Desa berangkat ke Jakarta menemui langsung Lenis Kogoya MHum untuk mengucapkan terima kasih atas jerih payah dan perjuangan yang diberikan kepada masyarakat kecil.
“Tanpa beliau (Lenis Kogoya,red) kampung kami tentu belum dialiri listrik. Karena sukacita yang kami alami, maka kami datang ke Jakarta ini untuk menyampaikan terima kasih,” sebut Hertop Halil membendung air matanya.
Selain itu, masyarakat Adat Tegamo ini juga masih berharap kiranya Staf Khusus Presiden Lenis Kogoya MHum membantu masyarakat agar jaringan telepon masuk ke wilayah 3 Desa tersebut sehingga kartu Bantuan Sosial dapat dengan mudah digunakan.
Selanjutnya, mengenai permasalahan lahan antara masyarakat dengan perusahaan PT Sugar Group Company (SGC), yaitu PT SIL (Sweet Indo Lampung) dan PT ILP (Indo Lampung Perkasa) yang belum tuntas sampai saat ini. Dimana sengketa lahan seluas 6.000 ha masih terus berlanjut.
Padahal, lahan seluas itu dapat digunakan warga sebagai lahan persawahan untuk cetak sawah, sehingga masyarakat kabupaten Tulang Bawang dapat memenuhi kebutuhan sandang pangannya.
“Kami masyarakat Adat di 3 Desa berharap Perusahaan dapat menyelesaikan kewajibannya dalam hal pembayaran CSR yang selama 26 tahun ini tidak pernah direalisasikan,” pintanya.
Terakhir, meminta pemerintah turun tangan mengatasi pembakaran hutan yang terus menerus merajalela di wilayah mereka.
“Kami sangat resah karena maraknya pembakaran hutan disana. Pemerintah harus segera bertindak,” harapnya (Sukma/AP).






