Home / Berita

Rabu, 27 Oktober 2021 - 08:26 WIB

Perluas PTM Terbatas, Pemprov Sumut Terus Tingkatkan Vaksinasi Pelajar

Viewer: 321
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 3 Detik

Kompas Nasional l PEMATANGSIANTAR-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) akan meningkatkan vaksinasi pelajar. Hal ini penting untuk pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di Sumut, yang terus didorong untuk diperluas.

Sampai saat ini, Senin (25/10), sekitar 47% sekolah di Sumut telah melakukan PTM, namun masih didominasi tingkat SMP dan SMA. Ke depannya SD dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) akan diupayakan untuk melakukan PTM.

“Kita akan upayakan mempercepat vaksinasi untuk pelajar, sejak kurang lebih tiga bulan lalu kita terus dorong ke pelajar agar PTM semakin luas. SD dan PAUD kita akan pertimbangkan karena anak-anak ini sangat butuh tatap muka di usianya,” kata Gubernur Edy Rahmayadi, usai rapat dengan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Makarim di Aula Tengku Rizal Nurdin, Senin (25/10).

Hingga 23 Oktober 2021, ada 22 kabupaten/kota di Sumut yang berada di level 3, kemudian sembilan  kabupaten/kota level 2 dan dua kabupaten/kota level 1. Sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri PTM bisa dilakukan daerah di bawah level 4. Karena itu, Pemprov Sumut akan mendorong peningkatan PTM terbatas dan memperkuat pengawasan protokol Kesehatan.

Baca Juga  Rakor dan Monev Optimalisasi Pencegahan dan Penanganan Pandemi Covid-19 di Kecamatan Suhaid

“Tentu ada persyaratan yang harus dipenuhi seperti vaksinasi tenaga pengajar dan pelajar. Belajarnya juga dua kali seminggu dan dua jam per hari, dan tidak diperbolehkan buka kantin. Kita akan dorong sekolah-sekolah untuk memenuhi syarat-syarat PTM,” kata Edy Rahmayadi.

Sementara itu, Menteri Nadiem Makarim berharap, PTM terbatas di Sumut bisa segera meningkat ke angka 80%. Dia juga menekankan agar SD dan PAUD segera diberlakukan PTM, karena menurutnya dampak sekolah jarak jauh sangat besar untuk anak-anak SD dan PAUD.

“Riset kita dengan PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) kita kehilangan 1 tahun pembelajaran. Bisa permanen dampaknya dan ini bisa menyebabkan learning loss terbesar dalam sejarah Indonesia, belum lagi yang putus. Dan ternyata dampak terbesar PJJ paling besar pada anak SD dan PAUD, mereka yang paling butuh tatap muka, dampaknya bisa permanen,” kata Nadiem, pada pertemuan yang juga dihadiri Bupati/Walikota se-Sumut secara virtual.

Baca Juga  Wujud Berbela Sungkawa, Babinsa Mulia Baru, Kodim 1203/Ktp Hadiri Acara Pemakaman Warga Binaan.

Nadiem meminta agar vaksinasi di Sumut semakin dipercepat, karena bukan hanya masalah pembelajaran, ini juga terkait keberlangsungan sekolah-sekolah swasta. “Kita harus percepat sekolah bisa PTM, termasuk yang swasta. Banyak sekolah swasta yang kesulitan finansial karena orang tua murid banyak yang tidak mau membayar uang sekolah,” kata Nadiem.

Hadir secara langsung pada pertemuan ini Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah dan Juga hadir jajaran Kementerian Pendidikan, Budaya, Riset dan Teknologi serta OPD terkait Pemprov dan Pemda se-Sumut secara langsung dan virtual.

Toni Tambunan

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Babinsa Pangkalan Batu Sosialisasi Pencegahan Karhutla di Desa Binaan

Berita

Polres Samosir Terus Tingkatkan Pengamanan Pasca Operasi Ketupat Toba 2024

Arsip

Kesal Pekerjaannya Tak Dihargai, Karyawan Nekat Tusuk Leher Bosnya

Berita

Minggu Depan, PTM Mulai di P.Sidimpuan Secara Terbatas dan Bertahap

Arsip

Ipon Apresiasi KPPU Temukan Proyek Kongkalikong Kantor Bupati

Berita

Walikota Psp Terima Kunjungan Tim BPK I Sumut

Berita

Demi Smart City, PLN Bacan Pasang PMCB di Daerah Rawan Gangguan

Berita

Gubernur Kalbar Melantik Dan Buka Rapat Kerja E-Sport Indonesia Se Kalbar