Kapuas Hulu Kalbar,Kompas Nasional-Sebuah jembatan gantung sebagai sarana penghubung di Desa Lintas Karya Kecamatan Boyan Tanjung Kabupaten Kapuas Hulu Kalimantan Barat.
Salah seorang Tokoh Masyarakat Desa Nanga Boyan Bujang Silok Menuturkan
Jembatan tersebut sudah 3 tahun mengalami kerusakan berat kondisi kemiringan yang parah karna usia sudah sangat tua bangunan nya hingga saat ini belum ada penanganan perbaikan.
Jembatan yang berdiri di atas Sungai Bunut hulu Kabupaten Kapuas Hulu.
Ia mengatakan, rusaknya jembatan itu membuat mobilitas warga terganggu. Warga yang tadinya dapat cepat untuk pergi ke Desa lainnya dan juga yang mengawatirkan terjadi nya musibah ambruk jembatan tersebut karena dimakan usia,” kata dia, Jumat (15/10/2021).
Berdasarkan pantauan Kompas Nasional ke lokasi tersebut memang benar kondisi jembatan itu tak layak lagi untuk dilewati. Tali sling jembatan sudah putus di satu sisi. Hanya satu sisinya yang masih tersambung. Sementara lantai jembatan yang terbuat dari kayu telah miring lantaran di satu sisinya tak ada tali sling yang menahan.
Kendati kondisinya rusak parah, tetap ada saja warga yang memaksa melintas jembatan itu.
Alih-alih mau cari jalan alternatif tidak ada, banyak warga yang tetap nekat untuk melintasi jembatan rusak meski membahayakan terutama anak sekolah.
Seorang Pelajar SMP. N 4 yang berdekatan dengan jembatan tersebut bernama Ima mengaku tetap memaksa melewati jembatan rusak itu karena kami ingin sampai tujuan lebih cepat kata demi sokolah lebih penting bagi kami Sebab, tidak ada jalan lain.
Tokoh masyarakat Bujang Silok Berharap kepada Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu melalui Dinas PUPR, mohon kiranya turun ke lokasi tempat kami untuk meninjau kondisi jembatan, dan semoga cepat di tangani sebelum jembatan ambruk menelan korban jiwa yang tidak kita inginkan.
M.Isnaini








