Viewer: 767
0 0

Home / Berita

Sabtu, 5 Desember 2020 - 18:37 WIB

Satu Alat Berat Excavator Beserta Operator Jatuh Ke Dasar Sungai Batangtoru

Viewer: 768
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 35 Detik

Tapsel, Kompas Nasional – Satu alat berat jenis excavator beserta operatornya, Afwan Ritonga (38), jatuh dari tebing setinggi 200 meter ke dasar Sungai Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Jum’at (4/12) sekira pukul 15:30. Korban yang bekerja di proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) itu belum ditemukan. Saat ini tim gabungan TNI, Polri, BPBD, Perusahaan dan Masyarakat masih melakukan pencarian, hingga sampai saat ini korban masih belum ditemukan, Sabtu (5/12/2020.

Firman Taufick, Communications and External Affairs Director PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE) atau pengelola PLTA Batangtoru menyebut, sesuai peraturan Perusahaan, pihaknya bertanggungjawab penuh atas kejadian ini, Sebut Firman. 

Baca Juga  Wali Kota Pontianak : SEPOK Memberikan Manfaat Untuk Kehidupan Sosial Dan Budaya

Dijelaskannya, perbukitan di lokasi yang masuk wilayah Kelurahan Wek I, Kec. Batangtoru itu mengalami longsor pada Kamis (3/12) malam. Jalan dan paret tertutup material longsor, sehingga alat berat dan kendaraan tidak bisa pulang ke barak. 

Pada Jum’at (4/12), Afwan Ritonga membersihkan material longsor dengan memakai excavator. Namun naas terjadi sekira pukul 15:30. Ketika bekerja di bawah guyuran hujan deras di titik R26, longsor besar terjadi, Excavator beserta operator terdorong dan jatuh ke jurang sedalam 200 meter, hingga akhirnya terhenti di dasar Sungai Batangtoru, Jelas Firman. 

Lanjutnya lagi, mendengar kabar ini, pihak kontraktor menghubungi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapsel dan sebagian karyawan menuju lokasi. Dengan memakai tali tambang, beberapa orang turun dari atas tebing ke sungai, guna melakukan pencarian korban Afwan Ritonga. 

Baca Juga  Walikota Rapat Secara Virtual, Gubsu: Target Vaksinasi Harus Mencapai Bulan November 50 Persen

Kondisi hujan deras membuat upaya pencarian terkendala. Bahkan sampai mengupayakan pencarian dengan memakai drone. Karena sudah malam, atas arahan BPBD, pencarian dihentikan dan dilanjutkan Sabtu (5/12). 

“Kita juga sudah berkoordinasi dengan instansi terkait seperti TNI dan Polri. Sampai kini belum ada kabar penemuan korban yang diduga hanyut terseret derasnya air sungai,” Ujar Firman. 

Diungkapkannya, saat ini pihaknya juga sedang melakukan penyelidikan penyebab kecelakaan yang pertama kalinya terjadi sepanjang proses pembangunan PLTA Batangtoru, Ungkap Firman. (K Ikhfan) 

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Apeksi Komwil V Kalimantan, Tjhai Chui Mie Paparkan MPP Singkawang

Berita

Satbrimob Polda Kalbar Berikan Penghargaan Kepada Personel Yang Berprestasi

Berita

Gubernur Kalbar H.Sutarmidji Tinjau Vaksinasi Masal di FEB Untan

Berita

Staf Khusus Presiden Lenis Kogoya : “Saya Akan Berusaha Memperjuangkannya”

Berita

Kunjungi Yonzipur 6/SD, Pangdam XII/TPR : Prajurit Zeni Harus Berkreasi dan Inovatif*

Berita

Aliran Sesat Gemparkan Cianjur, Anggotanya Tak Diwajibkan Salat dan Puasa

Berita

PEMUGARAN MAKAM PETILASAN MBAH KYAI GEDHE KAJORAN SESEPUH DESA KAJONGAN

Berita

Tangis Ibu Pengamen Salah Tangkap Usai Praperadilan Ditolak: Tak Adil