Viewer: 699
0 0

Home / Berita

Sabtu, 5 Desember 2020 - 18:37 WIB

Satu Alat Berat Excavator Beserta Operator Jatuh Ke Dasar Sungai Batangtoru

Viewer: 700
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 35 Detik

Tapsel, Kompas Nasional – Satu alat berat jenis excavator beserta operatornya, Afwan Ritonga (38), jatuh dari tebing setinggi 200 meter ke dasar Sungai Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Jum’at (4/12) sekira pukul 15:30. Korban yang bekerja di proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) itu belum ditemukan. Saat ini tim gabungan TNI, Polri, BPBD, Perusahaan dan Masyarakat masih melakukan pencarian, hingga sampai saat ini korban masih belum ditemukan, Sabtu (5/12/2020.

Firman Taufick, Communications and External Affairs Director PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE) atau pengelola PLTA Batangtoru menyebut, sesuai peraturan Perusahaan, pihaknya bertanggungjawab penuh atas kejadian ini, Sebut Firman. 

Baca Juga  Gubernur Kalbar Memberikan Pengarahan Penanganan Civid-19 di Wilayah Perbatasan

Dijelaskannya, perbukitan di lokasi yang masuk wilayah Kelurahan Wek I, Kec. Batangtoru itu mengalami longsor pada Kamis (3/12) malam. Jalan dan paret tertutup material longsor, sehingga alat berat dan kendaraan tidak bisa pulang ke barak. 

Pada Jum’at (4/12), Afwan Ritonga membersihkan material longsor dengan memakai excavator. Namun naas terjadi sekira pukul 15:30. Ketika bekerja di bawah guyuran hujan deras di titik R26, longsor besar terjadi, Excavator beserta operator terdorong dan jatuh ke jurang sedalam 200 meter, hingga akhirnya terhenti di dasar Sungai Batangtoru, Jelas Firman. 

Lanjutnya lagi, mendengar kabar ini, pihak kontraktor menghubungi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapsel dan sebagian karyawan menuju lokasi. Dengan memakai tali tambang, beberapa orang turun dari atas tebing ke sungai, guna melakukan pencarian korban Afwan Ritonga. 

Baca Juga  Lantik 69 Pejabat Baru, Bupati Tapsel Minta Pertahankan Prestasi yang Diraih

Kondisi hujan deras membuat upaya pencarian terkendala. Bahkan sampai mengupayakan pencarian dengan memakai drone. Karena sudah malam, atas arahan BPBD, pencarian dihentikan dan dilanjutkan Sabtu (5/12). 

“Kita juga sudah berkoordinasi dengan instansi terkait seperti TNI dan Polri. Sampai kini belum ada kabar penemuan korban yang diduga hanyut terseret derasnya air sungai,” Ujar Firman. 

Diungkapkannya, saat ini pihaknya juga sedang melakukan penyelidikan penyebab kecelakaan yang pertama kalinya terjadi sepanjang proses pembangunan PLTA Batangtoru, Ungkap Firman. (K Ikhfan) 

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Kasus Covid-19 Di Pontianak Landai, Kesadaran Warga Terapkan Prokes Meningkat

Berita

Maaf Honorer, Kades & Perangkat Desa Tak Terima THR

Berita

Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif Mekanis 643/Wns Responsif Obati Warga Perbatasan Yang terluka.

Berita

Polsek Pontianak Selatan Lakukan Penyekatan dibeberapa Ruas Jalan

Berita

Lembaga Dunia Ramal Ekonomi RI Jika Prabowo Presiden, Ada Sri Mulyani

Berita

Hadiri Pengajian Akbar, Bupati Dolly Ajak Warga Manfaatkan Lahan dan Pekarangan Untuk Ditanami Bawang Merah dan TOGA

Berita

Sepanjang 35 Km Jalan Ring Road Samosir Tomok – Onanrunggu Rawan Longsor.

Berita

KJRI Kuching Dampingi Tim Jabatan Kastam Diraja Malaysia ke Perbatasan Jagoi Babang KALBAR