Home / Berita

Jumat, 27 Agustus 2021 - 20:37 WIB

Wagub Kalbar Ikuti Rakor Evaluasi Pembukaan Sektor Pendidikan Selama PPKM

Viewer: 441
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 48 Detik

PONTIANAK KALBAR,KOMPAS NASIONAL.com – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Drs. H. Ria Norsan, M.H., M.M., didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat, Drs. Sugeng Hariadi, M.M., mengikuti Rapat Koordinasi Evaluasi Pembukaan Sektor Pendidikan Selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) secara daring di Ruangan Analisis Data Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Kamis (26/8/2021).

Rakor yang dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut B. Pandjaitan, juga diikuti secara daring oleh Mendikbud Ristek, Nadiem Makarim, Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, serta seluruh kepala daerah di seluruh Indonesia.

Menko Maritim dan Investasi menjelaskan 77 kabupaten/kota yang berada pada PPKM level 2 dan 3 di Jawa-Bali telah membuka sekolah tatap muka sebanyak 50%.

Baca Juga  Wakil Bupati Hadiri Upacara Penutupan TNI Manunggal Membangun Desa Regtas Ke-114

“Kalau kita buka sekolah tatap muka justru akan terjadi masalah.

Perlu ada kehati-hatian. Kita harus menjadikan sekolah sebagai prioritas,” kata Luhut B. Pandjaitan saat membuka Rakor Evaluasi Pembukaan Sektor Pendidikan Selama PPKM.

“Saya minta kepada Mendikbud Ristek untuk melaporkan evaluasi pembukaan sektor pendidikan selama PPKM,” tegasnya.

Menkes mengatakan pihaknya sudah melakukan berbagai kajian serta memastikan kehidupan akan kembali normal untuk semua aktivitas kehidupan di masa depan.

“Kita sudah melakukan kajian terhadap aktivitas yang perlu perhatian.

Misalnya, semua sekolah harus memiliki ventilasi terbuka, durasi belajar juga harus diatur, selang-seling bergantian beberapa jam,” harap Budi Gunadi Sadikin.

Di kesempatan yang sama, Mendikbud Ristek menyampaikan bahwa Indonesia menjadi salah satu negara terlama yang anak-anaknya tidak sekolah.

Di negara maju, sektor pendidikan selalu dijadikan prioritas.

Baca Juga  SINTANG EXPO 2022 MENGGUNAKAN STADION SEBAGAI LOKASI, MENUAI PROTES DAN PENOLAKAN KERAS DARI INSAN SEPAKBOLA SINTANG.

“Indonesia mengambil kebijakan yang aman tapi jaraknya sangat kritis,” ujar Nadiem Makarim.

Usai mengikuti rakor tersebut, Wakil Gubernur mengatakan Provinsi Kalimantan Barat (Prov Kalbar) sudah melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

“Saat ini Provinsi Kalbar berada pada PPKM level 3. Masih ada 2 daerah yang masuk zona merah, yakni Kabupaten Melawi dan Kabupaten Landak.

PTM tidak perlu dilakukan di Kabupaten Melawi.

Sementara di Kabupaten Landak sudah sebagian sekolah melaksanakan PTM.

Namun, karena Kabupaten Landak sudah masuk zona merah, PTM kembali dipertimbangkan.

Saya berharap PTM dapat dilaksanakan di kecamatan yang tidak berada di zona merah,” tutup orang nomor dua di Kalbar.

Hasnan Sutanto

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Acaman Limbah di Kususbibi, Iswan Hasjim: Kita Tidak Akan Tinggal Diam

Berita

Beda Nasib Dua Pabrik Ivermectin

Berita

Gempa 5,6 M Guncang Manado, Sulawesi Utara

Berita

Wali Kota Padang Sidempuan Sambut Kunjungan Pimpinan Gereja UEM

Berita

Istana Tunggu Keputusan Resmi KPK untuk Tentukan Nasib Noel di Kabinet

Berita

Bupati Mempawah Erlina Ikut Perjuangkan Nasib Petani Sawit Kabupaten Mempawah di Munas AKPSI Jakarta

Berita

Lomba Perahu Hias Perdana , Dalam Rangka Memeriahkan Perayaan Hari Raya Idul Fitri 1443 H Tahun 2022.

Berita

Bakar Bendera Merah Putih, Wanita di Lampung Utara Dibekuk Polisi