Kompas Nasional l – PEMATANGSIANTAR-Sejumlah 7.169 warga Kota Pematangsiantar ditargetkan akan menerima bantuan sosial tunai (BST) dari Kementerian Sosial.
Kemensos pada tahun ini masih menggandeng PT Pos Indonesia (Persero) dalam mengoptimalkan penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) tersebut.
Amatan awak media dilapangan Haji Adam Malik Pematangsiantar, semua warga yang datang harus mentaati protokol kesehatan 3 M. Sedangkan warga yang tidak memakai masker dilarang untuk masuk ke lokasi penyaluran BST.
Kepala bidang Sosial P3A Drs Risbon Sinaga, MM mengatakan, bantuan sosial tunai ini untuk besaran pencairan dua tahap sekaligus yaitu Rp 600.000 tiap PKH (Program Keluarga Harapan) dan beras 10 kg. Bantuan tersebut diberikan dalam rangka pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat.
“Bantuan sosial tunai dengan besaran pencarian dua tahap sekaligus atau senilai RP 600.000 tiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Disamping itu ada pula bantuan dari bulog yakni beras 10 kilogram,”ucapnya usai pemberian bantuan secara simbolis bersama walikota Pematangsiantar Senin, (26/7/21).
Selain itu, menurut Satgas PKH PT. Pos Pematangsiantar, Gilbert Sirait mengatakan, Bantuan Sosial Tunai tersebut akan dilaksanakan selama lima hari kedepan hingga 30 Juli 2021. PT Pos selaku mitra Kementerian Sosial yang menangani jalur distribusi, akan mendatangi langsung dan mengantar BST kepada Keluarga penerima manfaat yang tidak bisa datang ke lokasi yang sudah ditentukan.
“Petugas pos akan mendatangi langsung dan mengantar BST kepada Keluarga penerima manfaat yang tidak datang dikarenakan sakit. Kami siap mengoptimalkan penyaluran BST dimasa pandemi ini,”jelas Gilbert.
Dia juga menegaskan, Pos Indonesia bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, Satgas Covid-19 dan pihak keamanan dengan tetap mengikuti protokol kesehatan dalam penyaluran BST. Hal ini tetap diupayakan untuk mencegah kerumunan saat pembagian BST.
Toni Tambunan.






