Home / Berita

Jumat, 23 Juli 2021 - 09:18 WIB

Keluarga yang Rampas Jenazah Pasien Covid-19 Minta Maaf, Imbau Warga Lain Tak Meniru

Viewer: 468
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 29 Detik

Kompasnasional l Jenazah pasien Covid-19 dirampas dan diambil paksa oleh keluarganya dari Rumah Sakit Umum Siloam Kupang, beberapa waktu lalu.

Keluarga pasien Covid-19 yang meninggal tersebut akhirnya menyampaikan permohonan maaf atas insiden itu.

Mewakili keluarga, Abdullah Ulomando mengaku salah dan menyampaikan permintaan maaf kepada sejumlah petugas.

Hal itu diungkapkannya di sela-sela pelaksanaan tes swab terhadap 10 orang keluarga terdekat almarhumah GM di Pustu Airmata Kota Kupang, Kamis (22/7/2021).

Menurut Ulumando, keluarga besar mengakui kekeliruan yang terjadi, sehingga mengakibatkan suami dan anak almarhumah ikut terinfeksi Covid-19.

Dia menyebut, tindakan pengambilan paksa jenazah yang dilakukan adalah salah.

Baca Juga  Eks Plt Sekda Pesisir Barat Jalaludin Jadi Tersangka Korupsi Anggaran Jalan

Karena itu, dirinya mengimbau agar kejadian tersebut menjadi pembelajaran bagi masyarakat Kota Kupang. Dia juga meminta tindakan tersebut tidak ditiru.

“Kami mengimbau agar apabila ada penyampaian dari rumah sakit, Puskesmas atau Balai Kesehatan mana pun bahwa ada pasien terkonfirmasi positif maka harus mengikuti aturan dari pemerintah yang berlaku,” ujarnya.

Dua orang warga Kelurahan Airmata, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), positif corona, usai pengambilan paksa jenazah pasien Covid-19 di Rumah Sakit Umum Siloam, beberapa waktu lalu.

Informasi itu disampaikan Kapolsek Kelapa Lima, Kompol Sepuh Siregar, saat dihubungi sejumlah wartawan, Kamis (22/7/2021).

Siregar menyebut, dua orang yang positif itu adalah suami dan anak dari almarhumah GM, pasien Covid-19.

Baca Juga  Pemilu 2024 di Luar Negeri Mulai Kapan? Cek Jadwalnya

“Yang positif itu suaminya berinisial AU dan anak perempuan berinisial NAU,” ungkap Siregar.

Keduanya dinyatakan positif, setelah pihak Polsek Kelapa Lima dan Kelurahan Airmata, memfasilitasi pelaksanaan swab dan rapid antigen bagi keluarga GM.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Siregar mengatakan, ada 10 orang kerabat dekat GM yang menjalani tes swab di Pustu Airmata Kota Kupang.

Menurut Siregar, pihak medis masih akan memeriksa dan melakukan tes swab kepada seorang warga yang memandikan GM sebelum dikuburkan.
(KC/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Tahapan pilkada serentak di Surabaya dan daerah lainnya dimulai pertengahan Juni, peneliti: ‘berpotensi ciptakan episentrum baru virus corona’

Berita

Dandim 1206/PSB Hadiri Upacara HUT Bhayangkara Ke-76 Di Mako Polres Kapuas Hulu

Berita

MTQN Ke-53 Tapsel Resmi Ditutup Angkola Muaratais Kembali Raih Juara Umum

Berita

Ibu Guru Panik Berlari dari Ruangan Kepsek, Bajunya Robek dan Mengaku Diperlakukan Begini di Sofa

Berita

Bupati Samosir: Mari Rawat Persaudaraan dengan Kedamaian Hati dalam Harmoni

Berita

Miresis Marpaung, Kades Sogar Terpilih Menghilang

Berita

DAK Sebesar Rp6,7 Miliar Lebih di Disdik Pematangsiantar, Diduga di Mark Up dan Tidak Sesuai Juknis

Berita

Kronologi Pembunuhan Jamal Khashoggi Versi Erdogan