Home / Kesehatan

Kamis, 22 Juli 2021 - 09:16 WIB

5 Mitos tentang Vaksin Covid-19 yang Tidak Benar

Viewer: 485
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 45 Detik

Kompasnasional l Peluncuran vaksin Covid-19 oleh perusahaan farmasi di berbagai negara merupakan salah satu upaya menangani pandemi Covid-19.

Sayangnya, ada banyak informasi yang salah seputar vaksin Covid-19 sehingga tidak sedikit orang yang ragu bahkan menolak vaksinasi.

Penting untuk memahami fakta-fakta tentang Covid-19 agar tidak mudah termakan informasi palsu yang beredar melalui media sosial maupun aplikasi pengiriman pesan.

Dilansir Missouri University Health Care dan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), berikut adalah mitos tentang vaksin Covid-19 yang tidak benar:

  1. Mitos: Vaksin Covid-19 tidak aman karena dikembangkan dengan cepat

Fakta: Vaksin Covid-19 terbukti aman karena telah melalui serangkaian proses pengujian dengan standar yang ketat.

Berbagai tahapan uji klinis harus dilewati hingga vaksin Covid-19 terbukti aman dan efektif serta memperoleh Emergency Use Authorization (EUA) atau otorisasi penggunaan darurat.

Baca Juga  Lonjakan Kasus dan Kematian Covid-19 di Tengah Kasus Omicron XBB

2.Mitos: Vaksin Covid-19 akan mengubah DNA

Fakta: Vaksin Covid-19 tidak mengubah atau berinteraksi dengan DNA dengan cara apapun sehingga tidak benar jika vaksin dapat mengubah DNA.

Baik vaksin MRNA maupun vektor virus Covid-19 mengirimkan instruksi (materi genetik) ke sel untuk membangun perlindungan terhadap virus corona.

Namun, materi genetik itu tidak pernah memasuki inti sel, yang merupakan tempat DNA tersimpan.

3. Mitos: Orang yang divaksin Covid-19 akan positif Covid-19

Fakta: Tidak ada vaksin Covid-19 resmi yang dapat menyebabkan seseorang positif terpapar virus corona.

Vaksin bertujuan untuk membangun antibodi terhadap virus dan meminimalisasi risiko gejala serius jika terinfeksi Covid-19.

Baca Juga  Viral Video Pegawai Dinkes Berjoget Peringati Hari Kesehatan Nasional, Abaikan Protokol Kesehatan

4.Mitos: Vaksin Covid-19 sebabkan kemandulan pada wanita

Fakta: Informasi yang mengatakan vaksin Covid-19 sebabkan kemandulan pada wanita adalah tidak benar.

Para ahli mengatakan, urutan asam amino (dibagi antara protein spike dan protein plasenta) terlalu pendek untuk memicu respons imun dan tidak memengaruhi kesuburan.

5. Mitos: Sudah pernah terinfeksi Covid-19 tidak perlu divaksinasi

Fakta: Seseorang yang sudah pernah terinfeksi Covid-19 tetap harus divaksinasi. Saat ini, para ahli belum mengetahui berapa lama seseorang terlindungi dari virus setelah sembuh dari Covid-19.

Kekebalan yang diperoleh dari infeksi, yang disebut kekebalan alami, bervariasi antar orang. Beberapa bukti awal mengatakan, kekebalan alamu mungkin tidak bertahan lama.(KC/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Kesehatan

LIPI Uji Klinis Herbal untuk Pasien Corona

Kesehatan

Kim Jong-Un dan Keluarga Telah Diberi Vaksin Corona Buatan China

Kesehatan

Airlangga sebut pemerintah mulai lakukan vaksinasi Covid-19 pekan depan

Kesehatan

Bahaya Minuman Bersoda untuk Pasien Diabetes
Foto Eva, bidan dugaan korban malpraktek

Berita

Cerita Korban Dugaan Malpraktik RS Murni Teguh: Saya Takut Mati!

Kesehatan

Jumlah Pasien Corona yang Dirawat di RS Wisma Atlet Terus Berkurang

Kesehatan

Babak Baru Vaksin Merah Putih Unair

Kesehatan

Kabar Baik dari Penelitian Vaksin Covid-19