Home / Berita

Selasa, 8 Juni 2021 - 13:28 WIB

Pengabdian Sertu Gunadi Untuk Warga Binaanya.

Viewer: 399
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 1 Detik

Kompas Nasional.com.Kayong Utara – Selalu hadir diwilayah binaan, itulah Sertu Gunadi yang sehari-hari berdinas sebagai Babinsa Koramil 1203-08/Pulau Maya, Kodim 1203/Ktp kali ini dirinya bersama masyarakat melaksanakan gotong-royong pembersihan parit di (Tran Sp3)Dusun Kepuyu, Desa Tanjung Satai Kecamatan Pulau Maya, Kayong Utara, Senin (7/6/2021).

Dijelaskan Sertu Gunadi,”Babinsa merupakan garda terdepan satuan Komando Kewilayahan yang berhubungan langsung dengan masyarakat dan ini salah satunya wujud nyata kegiatan yang dilakukankan Babinsa dalam membantu masyarakat.

Baca Juga  Dinkes dan RSUD Raker dengan Komisi I DPRD Samosir

Untuk itu sebagai Babinsa kegiatan gotong-royong bersama masyarakat ini sudah taka sing bagi saya, bahkan rutin saya lakukan semata-mata untuk menumbuhkan kebersamaan diantara seluruh lapisan masyarakat,”kata Sertu Gunadi.

Hari ini kita membersihkan parit dari banyaknya sampah dan lumpur yang menumpuk sehingga menyebapkan parit ini kurang berfungsi,” ungkapnya.

Lebih lanjut melalui gotong royong ini selain memperlancar aliran air agar tidak terjadi banjir pada saat hujan tiba, juga bertujuan menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

Baca Juga  "Di situ pak Situmorang dan bupati cerita sebelumnya yang ngerjakan proyek jembatan di batubara Johan namanya, tapi kerjanya nggak beres. Kebetulan pak Situmorang mengaku perusahaannya ahli dibidang konstruksi jembatan," sebut Ayen. Hingga akhirnya, OK Arya menyerahkan draft proyek Dinas PUPR Batubara kepada Ayen untuk diberikan kepada Maringan Situmorang. "Di Desember bupati ada kasih draft proyek untuk diserahkan ke Situmorang. Disitu ada ditandai tulisan 'situ'. Karena saat itu saya mau olahraga, saya foto saja, kalau nggak salah dua atau tiga lembar. Setelah itu saya print lalu dikasih ke Situmorang. Saya tak terlalu perhatikan proyek-proyek apa saja," jelasnya. Disinggung, mengapa mau menjadi tempat penitipan uang dari rekanan Pemkab Batubara untuk diserahkan kepada OK Arya, Ayen mengaku khilaf. "Saya khilaf. Semua demi menjaga hubungan bisnis karena keduanya sering beli mobil sama saya. Apalagi sebelumnya mereka ada nitip uang Rp 1 miliar, tapi nggak ada masalah. Tapi yang terakhir ini saya justru jadi terlibat," sebutnya. KPK menangkap dua orang kontraktor, Maringan Situmorang dan Syaiful Azhar beserta Bupati Batubara, OK Arya Zulkarnain, Kepala Dinas PUPR Helman Herdadi dan pemilik Ada Jadi Mobil, Sujendi Tarsono alias Ayen pada 13 September 2017 dari sejumlah lokasi berbeda di Medan dan Batubara. Penangkapan kelimanya dilakukan terkait kasus penyuapan senilai Rp 4,1 miliar. Total uang suap tersebut diberikan Maringan dan Syaiful, diduga sebagai persenan untuk OK Arya setelah mendapatkan sejumlah proyek yang dananya tertampung pada APBD Batubara Tahun Anggaran (TA) 2017.(*)

Pak Mulyanto selaku Kepala Dusun Kepuyu mengaku senang Sertu Gunadi memang selalu hadir ditengah-tengah masyarakat, selain memotivasi dalam setiap kegiatan apapun, beliau juga selalu memberikan semangat kepada kami untuk lebih peduli menjaga lingkungan, pengabdian TNI selalu terbaik dimata rakyat ”ungkapnya.

(Pendim 1203)

(Korda Kalbar : Abd. Rahman)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Lewati Medan Ekstrim, Babinsa Bersama Petugas Berjibaku Salurkan BLT-DD

Berita

Wali Kota Pematangsiantar Hadiri Acara HAKORDIA 2021 Melalui Zoom Meeting

Berita

Duplikasi Jembatan Kapuas I Mulai Dikerjakan, Jalan Sultan Hamid II akan Dilebarkan 

Berita

Ini Janji 100 Hari Kerja Wali Kota H.M Syahrial Saat Pidato di DPRD Tanjungbalai

Berita

GERAK Indonesia Kalbar Siap Monitoring Dugaan Konspirasi Mafia Proyek

Berita

“Di situ pak Situmorang dan bupati cerita sebelumnya yang ngerjakan proyek jembatan di batubara Johan namanya, tapi kerjanya nggak beres. Kebetulan pak Situmorang mengaku perusahaannya ahli dibidang konstruksi jembatan,” sebut Ayen. Hingga akhirnya, OK Arya menyerahkan draft proyek Dinas PUPR Batubara kepada Ayen untuk diberikan kepada Maringan Situmorang. “Di Desember bupati ada kasih draft proyek untuk diserahkan ke Situmorang. Disitu ada ditandai tulisan ‘situ’. Karena saat itu saya mau olahraga, saya foto saja, kalau nggak salah dua atau tiga lembar. Setelah itu saya print lalu dikasih ke Situmorang. Saya tak terlalu perhatikan proyek-proyek apa saja,” jelasnya. Disinggung, mengapa mau menjadi tempat penitipan uang dari rekanan Pemkab Batubara untuk diserahkan kepada OK Arya, Ayen mengaku khilaf. “Saya khilaf. Semua demi menjaga hubungan bisnis karena keduanya sering beli mobil sama saya. Apalagi sebelumnya mereka ada nitip uang Rp 1 miliar, tapi nggak ada masalah. Tapi yang terakhir ini saya justru jadi terlibat,” sebutnya. KPK menangkap dua orang kontraktor, Maringan Situmorang dan Syaiful Azhar beserta Bupati Batubara, OK Arya Zulkarnain, Kepala Dinas PUPR Helman Herdadi dan pemilik Ada Jadi Mobil, Sujendi Tarsono alias Ayen pada 13 September 2017 dari sejumlah lokasi berbeda di Medan dan Batubara. Penangkapan kelimanya dilakukan terkait kasus penyuapan senilai Rp 4,1 miliar. Total uang suap tersebut diberikan Maringan dan Syaiful, diduga sebagai persenan untuk OK Arya setelah mendapatkan sejumlah proyek yang dananya tertampung pada APBD Batubara Tahun Anggaran (TA) 2017.(*)

Berita

Ini Tanggapan BCA Terkait Rekening Milik Chicco Jerikho Diakses Orang Lain

Berita

Rafael Alun Trisambodo Jalani Sidang Perdana Kasus TPPU-Gratifikasi Hari Ini