Home / Gaya Hidup

Sabtu, 20 Maret 2021 - 22:55 WIB

Ini Alasan Mengapa Air Liur Burung Walet Bisa Seharga Mobil Baru

Viewer: 813
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 49 Detik

Kompasnasional l Kebanyakan tumbuhan hingga hewan yang berharga fantastis, memiliki populasi yang langka sampai proses pembuatan yang sulit. Seperti sarang burung walet contohnya. Sarang burung ini sangat populer di Asia terutama di budaya kuliner China.

Meski begitu industri sarang burung walet juga bisa ditemukan di Indonesia. Seperti di kaswasan Samuda, Kalimantan Tengah. Sejak dulu kawasan ini terkneal sebagai penghasil sarang burung walet.

Sarang burung walet terbentuk secara alami dari air liur burung walet liar. Meskipun terkesan menjijikkan tapi sarang burung walet memiliki segudang khasiat untuk kesehatan.

Sarang burung walet mengandung beberapa nutrisi penting seperti protein, kalsium, zat besi, kalium dan magnesium.

Proses pembentukan sarang burung walet ini tak sebentar. Butuh waktu sekitar empat bulan hingga sarang burung bisa diambil, setelah tekstur air liurnya menjadi keras.

Baca Juga  Kapolres Dukung Pelantikan Korda IJTI Sibolga Tapteng

Tak hanya menggunakan metode peternakan saja. Sarang burung walet juga bisa ditemukan di alam bebas. Biasanya para petani akan menemukannya di bagian dalam gua yang lembab dan gelap.

Tingginya permintaan pasar akan sarang burung walet, membuat orang-orang mulai beternak sarang ini. Mereka menggunakan atap bangunan yang tinggi hingga bangunan kosong, untuk membentuk lingkungan ideal dalam memproduksi sarang burung walet.

Menurut H. Anang, salah satu pengusaha sarang burung walet di Samuda. Ia bisa mengantongi omzet hingga Rp 700 juta dalam sekalin panen sarang burung walet.

Sementara itu di Malaysia, estimasinya ada sekitar 30,000 produsen sarang burung walet. Industri ini menyumbang sekitar SGD 400 juta atau sekitar 4 triliun rupiah untuk ekonomi di Malaysia.

Sarang burung walet kisaran harganya cukup beragam. Rata-rata sarang burung walet dilepas di angka $2,600 (Rp 37,5 juta) per kilogram.

Baca Juga  Dihari Valentine Roro Fitria Ditangkap Polisi Gunakan Sabu

Sementara untuk jenis ‘blood nest’, atau sarang burung walet yang berwarna merah. Harganya jauh lebih mahal dan fantastis, bahkan setara dengan mobil baru. Yaitu Sekitar $7,400 (Rp 107 juta) per kilogramnya.

Harganya mahal karena warna merah dari sarang burung walet yang diciptakan oleh mineral di dalam sana. Saat sarang burung tersebut berada di lingkungan yang berbeda.

Blood nest ini juga dijual secara eceran. Untuk sarang burung seberat 9 gram saja, orang-orang harus mengeluarkan uang sekitar (Rp 1,1 juta).

Di Indonesia sendiri, sarang burung walet jadi harta karun milik negara yang nilainya ditaksir mencapai Rp 500 triliun.(DF/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Gaya Hidup

Akhir Perjalanan Pria Asal Jakarta 4 Tahun Jadi TNI Gadungan di Sukabumi

Asahan

MELAWAN PENYAKIT BOCOR GINJAL BERSAMA LIONS CLUB M GOLDEN ESTATE

Gaya Hidup

Kisah Driver Ojol Antar Makanan Berjarak 5 Langkah, Warganet Kecam Pemesan GoFood

Gaya Hidup

Tergiur Sushi Gratis, Puluhan Warga Taiwan Ganti Nama

Gaya Hidup

Cara Membuat Masker Lidah Buaya yang Jadi Rahasia Awet Muda Yuni Shara

Gaya Hidup

Sosok Muadi Ali Petani Tegal yang 4 Anaknya Jadi Kolonel di TNI AU, AL dan AD, Lainnya Jadi Polisi

Berita

Konsumsi Petai Bisa Merusak Ginjal, Mitos atau Fakta?
Foto ilustrasi Gedung Setneg Jakarta

Ekonomi

Waduh, Pejabat Setneg Ini Dinonaktifkan gegara Istri Pamer Harta