Kubu Raya Kalbar | KOMPAS Nasional-Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan membuka sosialisasi Pendataan Keluarga dan Kelompok Sasaran Bangga Kencana Bersama Mitra di halaman Kantor Desa Parit Baru, Kecamatan Sungai Raya, Jumat (19/3).
Kegiatan sosialisasi itu juga dihadiri Anggota Komisi IX DPR RI Alifudin, Direktur Komunikasi, Informasi dan Edukasi BKKBN Pusat Sulistia Ediningsih,
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalbar Tenny Calvenny.
Muda Mahendrawan menjelaskan, beberapa waktu lalu,
Pemkab Kubu Raya telah meluncurkan sistem geoportal dan webGIS untuk melakukan informasi berbasis geospasial, sementara BKKBN juga akan melakukan pendataan keluarga di seluruh Kalbar termasuk di Kubu Raya.
Menurut Muda kedua program ini memiliki kesamaan, sehingga Pemkab Kubu Raya akan menyinkronkan pendataan berbasis geospasial dan pendataan keluarga.
Terlebih, pola kerjanya tidak jauh berbeda sehingga sistem sebarannya akan lebih baik dengan menerapkan pemetaan setiap rumah.
“Ibarat pucuk dicinta ulam pun tiba.
Data yang diambil ini juga bisa diinput dalam geoportal dan webGIS.
Maka nanti kita akan sinergiskan dengan BKKBN, jadi pendataan ini kepong bakol antara Pemkab Kubu Raya dan BKKBN,” terangnya saat sosialisasi pendataan keluarga di Desa Parit Baru (19/3).
Diharapkan Muda hasilnya nanti cara peta yang lebih efektif dan tepat sasaran. Misalnya, stunting, akseptor maupun pencegahan pernikahan dini.
“Dengan informasi geospasial juga bisa digunakan BKKBN. Jadi, jangan kita lewatkan pendataan ini,” harapnya.
Kepala Pusat Pengelolaan dan Penyebarluasan Informasi Geospasial, Badan Informasi Geospasial (BIG) Rahman Rifai menjamin adanya pendataan berbasis geospasial tidak terjadi tumpang tindih.
“Sebab kita ada Jaringan Informasi Geospasial Nasional (JIGN).
Dari situ akan kita koneksikan seluruh jaringan pemerintah masuk dalam penghubung simpul jaringan yang ada di BIG,” terangnya.
Saat ini sudah ada 264 pemerintah daerah dengan data yang dibagi pakaikan sebanyak 10.016 termasuk Kabupaten Kubu Raya.
Data ini sangat bermanfaat untuk masyarakat termasuk investor tidak akan kesulitan mencari potensi daerah, cukup klik saja sudah bisa dapat tahu.
Termasuk juga di desa akan lebih mudah mengetahui nantinya.
“Jadi, konsepnya dengan JIGN itu tadi.
Simpul jaringan ini nanti dikelola oleh Bappeda sebagai leading sektor yang memiliki dua unit yaitu unit produksi dan unit validata.
Insyaallah kalau dilaksanakan dengan baik tidak akan tumpang tindih dengan data-data yang dikeluarkan instansi lain,” terangnya.
Hasnan Sutanto





