Tapsel, Kompas Nasional – Bupati Kabupaten Tapanuli Selatan (Kab Tapsel), H Syahrul M Pasaribu,SH, meresmikan Kantor Perwakilan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kab Tapsel yang berada di area Komplek Perkantoran Pemkab Tapsel, Senin (15/2/2021) sore.
Dikesempatannya, Bupati Syahrul mengatakan sebagai seorang kepala daerah, harus tahu betul berbagai organisasi keagamaan yang ada di Indonesia. “Karena kepala daerah itu miliknya semua orang dan kalangan” Ucapnya
Diceritakannya, tentang kiprah ayahnya, yang merupakan salah satu pendiri dariNU. Bahkan, ayahnya turut berjuang melawan Partai Komunis Indonesia (PKI) di tahun 1965 hingga 1966. Dia mengenang, dulunya markas NU di Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) ada di samping Pesantren Mustafawiyah Purba Baru.
“Bahkan, sewaktu ayah saya masih hidup, abang saya, Bomer Pasaribu (mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi), pernah berdiskusi langsung dengan Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid),” Imbuh Syahrul.
Dilihatnya, apa yang ada di keluarga besar NU yakni, semangat bergandengan tangan dengan Pemerintah dalam proses pembangunan Bangsa Indonesia. Berdirinya Kantor NU yang berada di Komplek Perkantoran Pemkab Tapsel saat ini, tak tiba-tiba datang begitu saja. Penuh perjuangan dalam meraihnya. Saya menerima langsung hibah tanah itu dari mantan Menteri Kehutanan RI, Zulkifli Hasan.
Total luas komplek Kantor Bupati Tapsel 270 Hektare lebih. Dari 270 Hektare lebih itu, wajib hukumnya seluas 132 Hektare lebih untuk ruang terbuka hijau. Dulunya, judul dari pengajuan pembebasan lahan itu ke Kementerian Kehutanan RI, pertapakan Kantor Bupati Tapsel dan prasarananya. Untuk proses pembebasannya juga ada beberapa syarat yang harus dipenuhi diantaranya, dikawasan itu tidak boleh dibangun rumah toko (ruko).
Pada 26 Februari 2011, Bupati mengingatkan tentang dirinya yang melakukan upaya untuk pembebasan lahan yang dulunya merupakan areal Toba Pulp Lestari (TPL) Indorayon. Dua hari berikutnya atau 28 Februari 2011, diangkatlah kawasan itu menjadi milik Negara atau dikeluarkan dari konsesi TPL. Dan pada 29 April 2011, lahirlah SK No 244 dari Menteri Kehutanan RI, maka diserahkanlah kawasan itu ke Pemkab Tapsel.
“Tapi ingat, di kawasan itu tidak hanya didirikan untuk organisasi masyarakat (Ormas) Islam. Tapi, akan ada Kantor Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB)”, Ujarnya.
Dalam master plant pembangunannya, Syahrul telah menyetujui dan tandatangani, kalau kawasan seluas 11.000 meter lebih itu khusus untuk organisasi keagamaan. Artinya, setelah dia pensiun dari Bupati Tapsel. “Saya tidak inginkan, jika dirinya dianggap tak tahu sejarah. Dan ia meminta, agar segera direncanakan lahan untuk Kantor Muhammadiyah, Alwasliyah, dan FKUB.
Dalam proses pembangunan kantor-kantor Ormas keagamaan itu, Pemkab Tapsel tentu bersedia berikan bantuan anggaran secara proporsional dan profesional. Karena Pemkab Tapsel sendiri telah menyumbang anggaran Rp 200 juta untuk pembangunan Kantor PC NU. “Oleh karenanya mari kita syukuri dengan adanya kantor PC NU ini. Demi kemaslahatan umat dan sekaligus mengubur sejarah yang sejak dulu menyewa dan berpindah-pindah tempat,” Pinta Syahrul.
Dipesankannya, ke segenap Nahdliyin di Kab Tapsel, kalau ada imbauan dari Pemerintah untuk mengatasi Covid-19 agar selalu berada di garda terdepan. Jangan ada yang tidak percaya dengan Covid-19. Warga NU harus tanamkan semangat cinta tanah air dan rela berkorban. Sebab, tugas-tugas ke depan tak lebih mudah dibanding masa lalu. “Maka, rapatkan barisan, kompak terus, jalin sinergitas dengan semua komponen Bangsa ini,” Pesan Bupati.
Sebelumnya, Ketua Tanfidziyah, H Ihwan Nasution, menceritakan bahwa, Kantor PCNU sebelum adanya pemekaran di Kab Tapsel, selalu menyewa dan berpindah-pindah tempat. Hingga, pada Mei 2020, berawal dari audiensi, Bupati bersedia mengalokasikan Kantor PCNU Kab Tapsel. Bupati kala itu, mengalokasikan sekitar 9.500 meter untuk Kantor Ormas Islam. Melalui musyawarah kepada semua pihak, akhirnya dapat dilakukan peletakan batu pertama Kantor PCNU Kab Tapsel, pada 15 Agustus 2020 dan dimulai pembangunannya pada 3 Desember 2020.
“Jadi, kenapa buru-buru harus diresmikan” ? (Karena) kami merasa terhutang budi pada Bapak Bupati. Dan kami ingin, Bapak Bupati yang mengukir tanda tangan di peresmian Kantor PCNU Kab Tapsel,” Ungkapnya seraya mengucapkan ribuan terima kasih kepada Bupati yang berperan besar pada proses pembangunan Kantor PCNU tersebut.
Turut hadir pada acara tersebut, Wakil Ketua DPRD Provsu, Harun Mustafa Nasution, Ketua DPRD Tapsel, Husin Sogot Simatupang, Forkopimda, Sekda Tapsel, Parulian Nasution, Asisten, Ketua MUI Tapsel, Ketua FKUB, Ketua PD Muhammadiyah, Ketua PD Alwasliyah, Ketua DMI, Ketua IPHI, Ketua PMII, GP Ansor dan seluruh pengurus PCNU Tapsel. (K Ikhfan)








