Kompasnasional l Gulai bisa ditemukan di berbagai daerah di Indonesia.
Masing-masing keluarga juga punya resep gulai khas yang menyesuaikan asal daerah kampung halaman. Sebut saja gulai ala Sumatera, Kalimantan, atau Jawa.
Ciri khas gulai adalah sayuran dan daging yang berkuah dengan aneka bumbu dan rempah. Biasanya menggunakan santan.
Menurut Executive Chef Swiss-Belhotel Airport Imron Fachrudin, walaupun banyak daerah di Indonesia memiliki kreasi gulai, tetapi tiap gulai memiliki ciri khas masing-masing.
Sementara gulai ala Sumatera disebutkan punya warna kuah lebih merah. Gulai warna kuah merah ini bisa dilihat di rumah makan padang.
Penggunaan bumbu dan rempah antara gulai jawa dan gulai sumatera juga berbeda.
Seperti gulai palembang, kata Imron, ciri khasnya selain menggunakan bumbu dasar seperti bawang putih, bawang merah, kunyit, juga daun kunyit dan nanas.
Masing-masing keluarga juga punya resep gulai khas yang menyesuaikan asal daerah kampung halaman. Sebut saja gulai ala Sumatera, Kalimantan, atau Jawa.
Ciri khas gulai adalah sayuran dan daging yang berkuah dengan aneka bumbu dan rempah. Biasanya menggunakan santan.
Menurut Executive Chef Swiss-Belhotel Airport Imron Fachrudin, walaupun banyak daerah di Indonesia memiliki kreasi gulai, tetapi tiap gulai memiliki ciri khas masing-masing.
“Gulai dari Sumatera itu beda dengan gulai di Jawa. Kalau di Jawa, kuningnya benar-benar kuning, warna merahnya sedikit saja,” kata Imron.
Sementara gulai ala Sumatera disebutkan punya warna kuah lebih merah. Gulai warna kuah merah ini bisa dilihat di rumah makan padang.
Penggunaan bumbu dan rempah antara gulai jawa dan gulai sumatera juga berbeda.
Seperti gulai palembang, kata Imron, ciri khasnya selain menggunakan bumbu dasar seperti bawang putih, bawang merah, kunyit, juga daun kunyit dan nanas.
“Kalau gulai padang itu khasnya pakai daun ruku-ruku. Gulai di Tanah Minang pasti pakai daun ruku-ruku ini,” jelasnya.
Daun ruku-ruku seperti daun kemangi dan kerap digunakan masyakarat Minang sebagai bumbu dalam pembuatan gulai.
Selain itu, lanjut Imron, gulai Jawa umumnya menggunakan ketumbar.
“Kalau gulai di Sumatera biasanya tidak pakai ketumbar,” tutur Imron.
Hal lainnya adalah gulai di Jawa juga kerap menggunakan asam Jawa, sehingga ada selintas rasa asam dalam gulai.
Sementara gulai di Kalimantan, menurut Imron, lebih mirip dengan gulai Minang. (KC/Red)








