Home / Berita

Jumat, 12 Februari 2021 - 15:36 WIB

Tugu Khatulistiwa, Ikon Sejarah Kota Pontianak

Viewer: 2296
1 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 36 Detik

Home Pariwisata Kalimantan Barat
Kota Pontianak identik dengan khatulistiwa.

Pontianak Kalbar, KOMPAS NASIONAL-Kota Pontianak menjadi salah satu kota yang dilalui garis khatulistiwa, garis lintang nol derajat atau biasa disebut sebagai equator.

Di kota inilah dibangun sebuah menara yang diberi nama Tugu Khatulistiwa, sebuah menara yang di bangun oleh tim ekspedisi geografi yang dipimpin seorang ahli geografi berkebangsaan Belanda.

Tugu Khatulistiwa terletak di Jalan Khatulistiwa, Kecamatan Pontianak Utara, Kalimantan Barat. Menuju tugu ini dapat ditempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Pontianak.

Tugu ini dibangun pada tahun 1928 dengan menggunakan ilmu astronomi.

Pengukuran yang dilakukan oleh para ahli geografi saat itu tanpa menggunakan alat-alat yang canggih seperti satelit maupun GPS.

Para ahli ini hanya berpatokan pada garis yang tidak smooth (garis yang tidak rata atau bergelombang) dan berpatokan pada benda-benda alam seperti rasi bintang.

Tugu ini kemudian mengalami beberapa kali tahap penyempurnaan. Pertama, pada tahun 1930 bagian yang disempurnakan adalah pada tonggak, lingkaran beserta tanda panah. Kedua, pada tahun 1938 disempurnakan lagi oleh arsitek dari Indonesia Frederich Silaban.

Baca Juga  Fakta Penerimaan CPNS 2018, Perhatikan Nomor 1 dan 4

Pada penyempurnaan kali ini, bangunan tugu yang terdiri dari 4 buah tonggak kayu belian, masing-masing berdiameter 0,3 meter, dengan ketinggian tonggak bagian depan sebanyak 2 buah, setinggi 3,05 meter dari permukaan tanah dan tinggi tonggak bagian belakang tempat lingkaran dan anak panah petunjuk arah setinggi 4,4 meter.

Tonggak tersebut terbuat dari kayu belian, sejenis kayu besi atau ulin.

Memasuki tahun 1990-1991, dibangun replika Tugu Khatulistiwa berupa bangunan pelindung yang dibangun secara permanen.

Bangunan pelindung ini berbentuk kubah dan diresmikan pada 21 September 1991 oleh Gubernur Kalimantan Barat saat itu, Parjoko Suryo Kusomo. Bentuk replika ini 5 kali lebih besar dari ukuran tugu aslinya.

Dua buah tongga bagian depan dengan diameter 1,5 meter dan ketinggian 15,25 meter dari permukaan tanah. Kemudian 2 buah tonggak bagian belakang tempat lingkaran dan anak panah petunjuk arah dengan ukuran 1,5 meter dengan ketinggian 22 meter dari permukaan tanah dengan panjang anak panah penunjuk arah 10,75 meter.

Selain itu, terdapat keterangan simbol berupa anak panah menunjukan arah utara-selatan (lintang 0’ derajat).

Keterangan simbol berupa flat lingkaran yang bertuliskan evenaar (bahasa Belanda) yang artinya khatulistiwa, menunjukkan belahan garis khatulistiwa atau batas utara dan selatan.

Baca Juga  Gantikan Zulkifli, Wali Kota Pematangsiantar Resmi Lantik Zubaidi Jadi Pj. Sekda Yang Baru

Sedangkan plat dibawah arah panah tertulis 109 derajat 20’0’’OlvGR, artinya garis khatulistiwa di Kota Pontianak bertepatan dengan 109 derajat bujur timur 20 menit 00 detik GMT (Greenwich Mean Time).

Memasuki ruangan dalam Tugu Khatulistiwa, pengunjung akan melihat foto-foto yang terpajang di dinding bangunan ini.

Foto-foto ini berasal dari era 1930an hingga saat ini.

Selain itu ada juga foto kunjungan tokoh penting dari dalam negeri dan mancanegara ke tugu ini.

Selain itu, ada juga penjelasan mengenai pengetahuan dunia astronomi, seperti data bumi, tata surya, bintang, bulan, matahari dan galaxi.

Lukisan relief yang menggambarkan Kota Pontianak dan Tugu Khatulistiwa juga menghiasi dinding di gedung ini.

Menurut pengelola Tugu Khatulistiwa, kedepannya, tugu ini akan dikembangkan dengan berbagai fasilitas dan bangunan baru seperti planetarium, hotel bintang lima, kawasan rekreasi keluarga, water boom, pusat olah raga, pusat kerajinan dan oleh-oleh khas Kalimantan Barat, hingga dermaga untuk kapal wisata.
Publis : Hasnan Sutanto

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Wali Kota Terima Audensi HIMMAH Al- Wasliyah Sidempuan dan Tapsel

Berita

Belum Sebulan Kabasarnas Jadi Tersangka, KPK Umumkan Kasus Korupsi Lain di Basarnas

Berita

End The Summer with Serenity at Calabash Cove Resort And Spa

Berita

Kasdam XII/Tpr Juara 2 Lomba Menembak Kajati Cup 2022

Berita

Tim Yustisi Kabupaten Melawi, dan Satgas Aman Nusa II Polres Melawi , ingatkan masyarakat agar tidak melakukan kerumunan.

Berita

Lebaran 2022, BI Pematangsiantar Sediakan Rp. 3,1 Triliun Uang Pecahan Baru

Berita

Pakar Ingatkan Mahfud Hati-hati soal Pakta Integritas Dukungan Pj Gubernur

Berita

Gubernur Kalteng Turun Tangan Setelah 2 Situs Budaya yang diduga diRusak,