Home / Kreatif

Senin, 8 Februari 2021 - 21:31 WIB

Siasat Penjual Kue Keranjang Khas Imlek, Dagang Online demi Cuan

Viewer: 368
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 41 Detik

Kompasnasional l Para penjual kue keranjang khas Imlek di Jakarta dan sekitarnya menawarkan layanan pesan antar dan hadir di platform daring untuk menyiasati minimnya mobilitas masyarakat di tengah pandemi COVID-19, terlebih saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) seperti sekarang ini.

Lie Li Hua, pemilik toko Kue Keranjang Keluarga Lie, di Tangerang, Banten, mengaku sudah berjualan melalui e-commerce sejak tahun lalu saat pandemi virus corona mulai menyebar di Indonesia dan ia menambahkan bahwa penjualan tahun ini meningkat dibanding tahun lalu.

“Lebih meningkat tahun ini. Karena sekarang sebagian orang enggak bikin, jadi order-nya ke kita, ada langganan teman mengenalkan ke kita. Toko-toko ambil di kita,” kata Lie dilansir dari Antara, Senin (8/2/2021).

Baca Juga  Smkn 1 Bangkinang Adakan Kegiatan Sedekah Kompetensi

Sebagai bagian dari strateginya menyiasati kondisi pandemi, Lie juga menawarkan gratis ongkos kirim untuk pemesan dengan alamat pengiriman berjarak sekitar 10 kilometer dari tempat usahanya. “Kalau jarak dekat enggak pakai ongkos kirim. Ya kira-kira 10 km. Saya di daerah Tangerang, itu masih sih bisa nganter daerah Serpong, Tiga Raksa, Lippo Karawaci, kita antar pribadi.”

Selain pesan antar dan gratis ongkos kirim untuk jarak antar sekitar 10 km, Lie juga tahun ini tidak menaikkan harga kue keranjangnya. Meskipun harga bahan-bahan sudah naik, menurutnya masih tertutupi dan masih mendapatkan untung meskipun tidak menaikkan harga jual.

“Kalau rasa, dari dulu gitu aja. Untuk tahun ini kita tidak naikin harga biarpun bahan bakunya naik tapi kita enggak naikin harga, seperti tahun kemarin, itu salah satu strateginya,” jelas Lie.

Baca Juga  Bagikan Sembako, Lions Club M Golden Estate Bersama Camat Kota Kisaran Barat Door to Door Sambangi Warga pinggiran kota

Ditanya mengenai kue keranjang yang paling diminati konsumen, Lie mengatakan yang paling disukai pelanggannya adalah yang berkemasan daun pisang.

Tapi, kalau pemesanan partai besar biasanya memilih yang berbungkus plastik. “Daun pisang harganya lebih tinggi karena kemasannya beda dan lebih sulit masukinnya (pembuatannya).”

Seperti halnya Lie, penjual kue keranjang di Gang Gloria, Glodok, Jakarta Barat, Herman, juga mengandalkan layanan pesan antar untuk beradaptasi dengan situasi pandemi.

“Sekarang kita service, kita kirim pakai ojek online atau apa atau kita kirim sendiri. Lebih capek emang, luar biasa harus keliling tapi gimana lagi,” ujar Herman. (OZ/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Kreatif

Profesor Indonesia Raih Penghargaan Dosen Terbaik dari Universitas Jerman

Berita

Hutan Bakau Pembawa Untung

Kreatif

Masker Batik Bantu Eropa Cegah Corona

Kreatif

Bonsai kelapa semakin tren di masa pandemi

Kreatif

20 koleksi Nila Baharudin Akan Tampil di London

Asahan

Bagikan Sembako, Lions Club M Golden Estate Bersama Camat Kota Kisaran Barat Door to Door Sambangi Warga pinggiran kota

Kreatif

Unik, Mahasiswa Unair Ciptakan Masker Antivirus dari Limbah Udang

Kreatif

Film pendek karya anak bangsa, “Crazy Fast Indonesian” Viral