Home / Kreatif

Kamis, 22 Juli 2021 - 09:38 WIB

Unik, Mahasiswa Unair Ciptakan Masker Antivirus dari Limbah Udang

Viewer: 381
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 2 Detik

Kompasnasional l Dalam kondisi pandemi Covid-19, penggunaan masker sangat dianjurkan untuk mencegah penularannya.

Bahkan dengan adanya Covid-19 varian Delta, masyarakat dianjurkan untuk menggunakan dobel masker.

Melihat kebutuhan masyarakat terhadap masker ini, lima mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) menghadirkan inovasi Chitomask.

Chitomask ini merupakan produk masker kain filter antibakteri dan antivirus yang ramah lingkungan dari limbah kulit udang.

Kelima mahasiswa itu adalah Reza Istiqomatul Hidayah mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan, Muhammad Rizky Widodo dan Salsabila Farah Rafidah mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat. Serta Ardelia Bertha Prastika mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Firman Hidayat mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi.

Dilansir dari laman Unair, Rabu (21/7/2021), inovasi dari kelima mahasiswa ini lolos dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKM-K) dan mendapatkan pendanaan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Ditjen Dikti Kemendikbud Ristek) tahun 2021.

Baca Juga  Ini Cerita Ashanty yang Baru Lulus S2 dengan Nilai A

Sebelum mendapat pendanaan ini, mereka sudah sering menjuarai ajang kompetisi hingga pernah meraih medali silver pada skala internasional.

Bisa memberikan proteksi lebih
Para mahasiswa ini membuat inovasi Chitomask juga lantaran varian Covid-19 lebih menular sehingga diperlukan proteksi lebih.

Chitomask bisa memberikan proteksi tambahan dengan filternya yang memiliki kemampuan antivirus dan antibakteri.

Terutama komposisi bahannya yang biodegradable atau mudah terurai secara alami sehingga bisa meminimalkan limbah masker saat pandemi Covid-19. Meski berasal dari limbah udang, model Chitomask tetap dibikin trendy.

CEO Chitomask Ardelia Bertha Prastika mengatakan, produknya bisa terurai dalam kurun waktu yang pendek.

“Chitomask ini tidak merusak lingkungan, untuk terurainya pun paling lama satu bulan,” ucapnya.

Dalam prosesnya, Ardelia mengaku tahap pra-produksi dan produksi membutuhkan waktu lima hari.

“Sebelum PKM kami didanai, kami sudah meneliti kain apa yang compatible untuk filter. Jadi prosesnya kitosan (limbah kulit udang) dibuat gel terlebih dahulu hingga menunjukkan warna bening dan konsentratnya mengental,” ungkap dia.

Baca Juga  Jelang MTQ Nasional XXVII 2018, Pemprov Sumut Turunkan Ratusan Abang Becak untuk Ikut Mensosialisasikan

Tim Chitomask menyebut beberapa keunggulan kitosan, antara lain senyawanya tidak beracun, tidak mengandung protein pemicu alergi, sebagai bahan alami yang biokompatibilitas, bioaktivitas dan keamanan biologis yang tinggi.

“Kami juga mendukung beberapa ketercapaian SDGs, salah satunya SDGs ke-14 mengenai life below water yang mencegah segala bentuk polusi kelautan,” imbuhnya.

Menurut Ardelia, dampak kesehatan dan lingkungan harus secara simultan ditangani bersama. Artinya tidak dianggap satu lebih penting daripada yang lain. Dia berharap, kedepannya masyarakat bisa bijak dalam bersikap.

“Harus diingat kita hidup berdampingan dengan lingkungan. Pandemi Covid-19 bisa saja selesai, tetapi jangan sampai lingkungan menimbulkan persoalan baru,” pungkas Ardelia.

Produk dengan tagline #LindungiKamudanBumimu memiliki kisaran harga mulai Rp 15.000 hingga Rp 32.000. (KC/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Asahan

Bagikan Sembako, Lions Club M Golden Estate Bersama Camat Kota Kisaran Barat Door to Door Sambangi Warga pinggiran kota
Tanjungbalai Pamerkan Olahan Kerang di Gebyar Kerajinan Sumut-kompasnasional

Arsip

Tanjungbalai Pamerkan Olahan Kerang di Gebyar Kerajinan Sumut

Kreatif

Kreatif, Pemuda Ini Sulap VW Kodok Klasik Jadi Mobil Listrik

Kreatif

Pilpres Amerika 2020, Astronaut NASA Berikan Suara dari Luar Angkasa

Kreatif

Balada Calo Rapid Test di Stasiun Senen

Kreatif

Ketagihan Berdagang saat Tugas Penyamaran, Yoyok Pilih Pensiun dari TNI AD

Kreatif

Soal Kalung Antivirus, Ferdinand: Astaga! Pak Menteri, Tolong Jangan Bikin Alasan untuk Meresuffle Dirimu

Berita

Ini Cerita Ashanty yang Baru Lulus S2 dengan Nilai A