Viewer: 640
0 0

Home / Kreatif

Senin, 7 September 2020 - 14:51 WIB

Profesor Indonesia Raih Penghargaan Dosen Terbaik dari Universitas Jerman

Viewer: 641
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 8 Detik

Kompasnasional | Hendro Wicaksono, profesor asal Indonesia menerima penghargaan Teacher of the Year, dari Universitas Jacobs, Bremen, Jerman. Penghargaan tahunan ini diberikan oleh kampus ini kepada dosen yang memiliki prestasi luar biasa dalam proses pembelajaran.

Khusus dalam masa pandemic Covid-19, penilaian terhadap dosen juga dilakukan atas proses pembelajaran daring yang dilakukan. Dalam sertifikat yang diterbitkan pada 1 September 2020 ini disebutkan bahwa Hendro dinilai berhasil menjadikan metode pembelajaran daring yang secara intrinsik memuaskan dan menjadi pengalaman berharga bagi para mahasiswa.

Menurut keterangan Kedutaan Besar Indonesia (KBRI) Berlin yang diterima Sindonews pada Senin (7/9/2020), Hendro juga dinilai berhasil memberikan perkuliahan secara persuasif dan mendorong antusiasme tinggi para mahasiswa khususnya pada masa pembelajaran secara virtual.

Hendro menyebutkan bahwa di masa pandemi Covid-19 ini, transformasi digital berjalan semakin cepat. Materi pembelajaran di internet pada dasarnya sangat mudah diakses oleh mahasiswa, baik dari sumber gratis maupun berbayar.

Baca Juga  Pemuda Bandung Ciptakan 'Kotak Ajaib' Pembunuh Corona

“Kita dengan mudah dapat mempelajari konsep-konsep dan teknologi baru lewat internet. Bahkan dengan konsep gamification dan virtual reality, kita dapat berinteraksi dengan materi pembelajaran dengan fun. Tanpa ada pertemuan tatap muka dengan dosen, sepertinya semua ilmu yang dibutuhkan bisa kita dapat,” ujar Hendro.

Menurut Hendro, kondisi ini justru memberikan tantangan lebih besar bagi para dosen. Seorang dosen tidak hanya sebagai penyampai ilmu, tetapi juga sebagai peramu dan pembawa ilmu. Media seperti internet, game, VR dan lain-lain hanyalah media perantara.

Dia mengakutidak boleh hanya mengambil isi sebuah buku, artikel, atau video, sebagai materi ajar, tetapi harus meramu beberapa sumber, termasuk dari pengalaman dan sudut pandang pribadi. Sosok dosen juga, jelasnya, harus dapat menjadi inspirasi kepada mahasiswa untuk belajar lebih dari materi yang diajarkan dan memilih jalur karir yang berkaitan dengan materi tersebut. Di era digital seperti sekarang, komponen inspirasi inilah yang tidak dapat tergantikan oleh media digital.

Baca Juga  Lapangan Bola Desa Ini Kayak di Eropa, Markas MU Alias Munding United!

Hendro dinobatkan sebagai Profesor di Universitas Jacobs, Bremen saat ia berusia 38 tahun. Meski relatif baru mengajar di kampus ini, yakni kurang lebih tiga tahun, ia berhasil memperoleh predikat dosen terbaik. Selain menjadi dosen, Hendro juga menjabat sebagai Head of Research Group for Intelligent Data Management for Industry 4.0 (INDEED) di kampus ini.

Sederet hasil riset Hendro juga diakui dan digunakan di banyak institusi di Jerman dan Eropa lainnya. Tahun 2013 Hendro mengembangkan sistem untuk meningkatkan efisiensi penggunaan energi berbasis artificial intelligence yang saat ini digunakan di beberapa gedung di Jerman, di Eindhoven Belanda, Sevilla dan Barcelona di Spanyol.

Tahun 2014 ia membuat sistem serupa dengan fitur tambahan utilitas di smartphone dan penggunaan berbagai macam sensor yang digunakan di beberapa kantor pemerintahan di Jerman, diantaranya di Baden-Württemberg.(SN/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Kreatif

Politisi PKB Kagum Lihat Kerja Risma Sulap Balai Sosial Jadi Sentra Kreasi

Kreatif

Perjalanan Karier Elon Musk, Sempat Bangkrut, Kini Jadi Orang Terkaya Kedua di Dunia

Kreatif

Helm Custom Jateng Ini Sukses Terbang ke AS hingga Inggris

Kreatif

Menko Luhut Tantang Gubernur Sumut Bawa Ratusan Ribu UMKM Go Digital

Kreatif

Berkat Kekuatan Musik, Ex-Balerina Penderita Alzheimer Ini Jadi Ingat Gerakan Tariannya

Kreatif

Mitsubishi Pajero Sport Kena Digimods Jadi Angkot Bogor, Kelir Dual Tone, Pintu Tengah Berubah Menjorok

Berita

Ini Cerita Ashanty yang Baru Lulus S2 dengan Nilai A

Kreatif

Film pendek karya anak bangsa, “Crazy Fast Indonesian” Viral