Home / Berita

Jumat, 5 Februari 2021 - 16:56 WIB

Bentuk Tim Gugus Tugas Reforma Agraria,Tuntaskan Konflik Pertanahan

Viewer: 512
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 51 Detik

Pontianak Kalbar Kompas Nasional | Kantor Pertanahan Kota Pontianak bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak berencana membentuk tim gugus tugas reforma agraria.

Selain Kantor Pertanahan, tim ini juga melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di jajaran Pemkot Pontianak diantaranya Bappeda, Badan Keuangan Daerah, Dinas Perumahan Rakyat dan Pemukiman, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata, Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan serta perbankan.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, pembentukan tim gugus tugas reforma agraria ini diharapkan bisa mewujudkan Kota Pontianak sebagai kota lengkap dalam menerapkan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sebagaimana yang dicanangkan Kementerian ATR/BPN.

“Mudah-mudahan dengan adanya tim ini permasalahan tanah di Kota Pontianak secara bertahap bisa diselesaikan,” ujarnya usai pertemuan dengan Kepala Kantor Pertanahan Kota Pontianak di ruang VIP Wali Kota, Jumat (5/2/2021).

Baca Juga  Miris, Di Halsel Ibu Hamil Keluarkan Biaya 2.5 Juta Untuk Melintasi Selat

Menurutnya, ada dua titik lokasi yang akan diusulkan dalam program ini, yakni di Kelurahan Sungai Beliung dan Kota Baru.

Tim yang terbentuk nantinya akan menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan status kepemilikan tanah tersebut.

“Misalnya terkait tumpang tindih sertifikat, lalu sertifikat milik orang tetapi masyarakat menduduki secara de facto.

Sehingga hal ini yang akan diselesaikan secara bertahap,” jelasnya.

Demikian pula aset tanah yang dimiliki Pemkot Pontianak yang belum bersertifikat seperti pada bangunan gedung kantor, sekolah dan lainnya.

Untuk itu, dalam rangka penertiban aset, pihaknya bekerjasama dengan Kantor Pertanahan Kota Pontianak untuk membenahinya.

“Kita akan benahi semuanya untuk disertifikatkan,” sebut Edi.

Kepala Kantor Pertanahan Kota Pontianak Sigit Santosa menjelaskan, pembentukan tim gugus tugas reforma agraria ini merupakan kebijakan pemerintah pusat untuk melaksanakan penataan penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah.

Baca Juga  Enam Pasien Covid-19 Sembuh Di RS Darurat Fasilitas Khusus Simalungun

“Dalam SK Tim ini diketuai oleh Wali Kota Pontianak,” tuturnya.

Tim ini akan mulai aktif setelah SK tersebut ditandatangani oleh Wali Kota Pontianak.

Pihaknya akan menggelar rapat koordinasi gugus tugas reforma agraria pada bulan Maret mendatang.

“Setelah tim ini terbentuk, tugas yang akan dilakukan adalah menata dan memediasi beberapa lokasi yang telah ditunjuk,” terangnya.

Sigit menambahkan, program yang dilaksanakan di wilayah Kota Pontianak memang berbeda dengan apa yang dilaksanakan di wilayah kabupaten lainnya.

Hal ini dikarenakan Kota Pontianak sudah tidak ada lagi pelepasan kawasan hutan maupun hak guna usaha yang bisa diserahkan kepada masyarakat.

“Kita di sini fokus kepada penyelesaian konflik pertanahan yang melibatkan masyarakat secara banyak,” ucapnya.

Hasnan Sutanto

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Tolak Omnibus law Aliasi Cipayung Plus Turun Kejalan

Berita

Musyawarah Komisariat Anak Cabang Pemuda Katolik Se Kecamatan Palipi

Berita

Pelaksanaan Ujian Kompetensi P3K Guru 2021 di SMA Negeri 1 Bandar Lancar dan Kondusif

Berita

Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Samosir Gelar Kunjungan Kerja Dalam Rangka Dukung Dan Sukseskan Pilkada Kabupaten Samosir Tahun 2020

Berita

PBNU Bantah Terima Aliran Dana dari Perusahaan Tambang di Raja Ampat

Berita

Kadisdik Kota Pematangsiantar Angkat Bicara Terkait Kepsek Yang “Dicoret” Hasil Regrouping Lulusan Assesmen

Berita

KASITER KASREM 121/ABW BERIKAN PEMBEKALAN KEPADA PARA CPNS

Berita

Pemerintah Kabupaten Simalungun Terus Galakkan Program “Marharoan Bolon”