Home / Kriminal

Sabtu, 30 Januari 2021 - 19:47 WIB

Gara-gara Masalah Tanah Kas Desa, 2 Orang Tewas dan 3 Luka Parah Terkena Sabetan Celurit

Viewer: 504
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 33 Detik

Kompasnasional l Perkelahian berujung maut antara 2 orang melawan 3 orang terjadi di Malang.

Akibat insiden tersebut, seorang ayah dan anaknya tewas.

Peristiwa itu dipicu masalah tanah kas desa.

Perkelahian antar warga di Dusun Sumber Gentong, Desa Klepu, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, menelan korban jiwa, Jumat (29/1/2021).

Menurut Kapolres Malang AKBP Hendri Umar, kedua korban tewas adalah Mujiono dan Irwan yang merupaka ayah dan anak.

Keduanya terlibat perkelahian dengan Kepala Dusun bernama Toyib bersama dua kerabatnya, Samsul dan Sukirman.
Akibat perkelahian itu, Toyib mengalami luka di bagian urat nadi tangannya dan dirawat di rumah sakit di Turen, Kabupaten Malang.

Baca Juga  Kesaksian Jukir soal 2 Terduga Teroris Serang Mabes Polri: Cowoknya Ngumpet

Sementara Samsul terpaksa dirawat di RSUD Kanjuruhan dan belum sadarkan diri. Sedangkan Sukirman dirawat di Puskesmas Sumbermanjing Wetan.

“Jadi, kebetulan saya baru saja kembali dari TKP. Jadi, ada lima orang, dua orang dinyatakan meninggal dunia.”
Yang satu meninggal dunia di tempat atas nama Irwan, yang satu lagi yang meninggal dunia dalam perjalanan saat dibawa ke rumah sakit, itu adalah saudara Mujiono,” kata Hendri.
Dari penjelasan Hendri, saat masih menjabat sebagai kepala dusun, Mujiono menggarap tanah kas desa.

Lalu, di masa jabatannya, Mujiono terjerat masalah pemerasan di Gondanglegi dan terpaksa menjalani proses hukum.

Sesuai dengan aturan, kepala desa setempat mengadakan pemilihan kepala dusun yang baru dan Toyib yang terpilih.

Baca Juga  Pejabat Pemkab Banjarbaru Digerebek Istri Dengan Selingkuhannya

Setelah masa pidana selesai, Mujiono dan keluarga ingin mendapat hasil dari tanah kas desa tersebut.

“Jadi, itu ada tanah bengkok, ada kas desa berupa setengah hektare lahan kebun tebu yang ada di Desa Klepu itu seharus dirawat oleh kepala dusun yang menjabat.”

“Ternyata, itu menjadi permasalahan karena lima tahun awal itu sudah sempat digarap oleh saudara Mujiono,” kata dia.

“Kemudian, muncul permasalahan ketika tahun ketiga ini, saudara Mujiono dan anaknya masih tidak terima dan masih berharap mendapatkan hasil dari tanah bengkok ini,” tambah Hendri.

Pasca- perkelahian, sejumlah personel polisi dikerahkan untuk mengantisipasi bentrok susulan.(TN/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Buruh Tukang Pukul Batu ini Tewas Tertimpa Reruntuhan Batu -kompasnasional

Arsip

Buruh Tukang Pukul Batu ini Tewas Tertimpa Reruntuhan Batu
Foto Ilustrasi narkoba

Berita

2 Oknum TNI Ditangkap di Sumut, 80 Kg Sabu-40 Ribu Ekstasi Disita

Arsip

Usai digeruduk warga, Konsulat Malaysia minta maaf soal bendera terbalik
Tiga Truk Monza dan Bawang Selundupan Ditangkap Polda Sumut -KompasNasional

Arsip

Tiga Truk Monza dan Bawang Selundupan Ditangkap Polda Sumut

Kriminal

Fakta Penangkapan Sindikat Narkoba di Petamburan, Ada Kode 555 hingga Dugaan Biayai Terorisme

Kriminal

Motif Serka JR Tembak Letkol Dono Diduga karena Senggolan Kendaraan
Usai Baca Isi Surat Sang Istri, Pria Ini Langsung Menenggak Cairan Parfum-KompasNasional

Arsip

Usai Baca Isi Surat Sang Istri, Pria Ini Langsung Menenggak Cairan Parfum

Arsip

Misteri Mutilasi di OKU Timur, Benarkah Jasad Anggota DPRD?