Home / Kesehatan

Rabu, 6 Januari 2021 - 13:35 WIB

Dokter Anak: Kasus Covid mulai Banyak Menyerang Bayi hingga Remaja

Viewer: 476
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 59 Detik

Kompasnasional l ADA anggapan bahwa anak tidak berisiko terkena covid-19 karena kasusnya yang sedikit dan jarang ditemukan. Dokter spesialis anak dan konselor laktasi dari RS PMI Bogor Fransiska Sri Susanti membantah anggapan sesat itu.

Buat orang-orang yang masih menganggap anak-anak ga mungkin kena covid, aku kasih tau ya.. sekarang ini dari hasil pemeriksaan swab PCR sudah mulai ada anak-anak yang hasilnya positif, dari umur bayi sampai remaja. Makin hari jumlahnya makin meningkat,” tulisnya di akun medsosnya, belum lama ini.

Sejauh ini, belum pernah ada kasus terkonfirmasi positif covid-19 pada anak yang perlu dirawat di RS tempatnya bekerja. Artinya, sebagian besar memang mengalami gejala ringan atau bahkan tanpa gejala. Tapi di beberapa rumah sakit lain, kata Fransiska, sudah banyak dokter yang merawat kasus covid-19 anak.

Baca Juga  Suka Main Hp di Toilet, Inilah Efeknya!

Meski tidak sampai dirawat, dr Fransiska mengingatkan, anak-anak yang terkonfirmasi covid-19 maupun yang tidak terkonfirmasi, akan menjadi carrier atau sumber penularan yang utama kepada anggota keluarga lainnya.

Buat orang-orang yang masih menganggap anak-anak ga mungkin kena covid, aku kasih tau ya.. sekarang ini dari hasil pemeriksaan swab PCR sudah mulai ada anak-anak yang hasilnya positif, dari umur bayi sampai remaja.

Makin hari jumlahnya makin meningkat,” tulisnya di akun medsosnya, belum lama ini. Sejauh ini, belum pernah ada kasus terkonfirmasi positif covid-19 pada anak yang perlu dirawat di RS tempatnya bekerja.

Pada beberapa kasus menunjukkan tes PCR anak negatif covid-19, sedangkan orangtuanya positif covid-19 tapi tanpa gejala.

Namun, menurutnya, tes PCR itu perlu diulang. “Sangat mungkin belum positif. Jadi hati-hati,” imbuhnya.Selain melakukan tes ulang, disiplin melakukan 3 M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak) serta 3 T (tracing, testing dan treatment) harus ditegakkan.

Baca Juga  Menurut Penelitian, Orang yang Sering Makan Ayam Akan Lebih Berisiko Terkena Kanker, Begini Penjelasannya

Dengan banyaknya kasus orang tanpa gejala, dr Tiwi pun berterima kasih kepada orangtua yang telah menginformasikan kondisi sebenarnya kepada para dokter. Sehingga, rumah sakit bisa melakukan 3 T dengan cepat.”Walaupun registrasi vaksinasi sudah mulai dilakukan, perjuangan kita melawan covid masih panjang,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Aman B Pulungan SpA (K) mengatakan 1 dari 9 kasus terkonfirmasi positif covid-19 di Indonesia ialah anak-anak berusia 0-18 tahun. Sejauh ini, kasus kematian anak akibat covid-19 di Indonesia sebesar 3,2% dan itu tertinggi di Asia Pasifik. Karena itulah, IDAI bersikukuh menyatakan, pembelajaran jarak jauh (PJJ) masih yang terbaik dilakukan dalam kondisi saat ini. (MI/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Asahan

Balita Penderita Gizi Buruk Butuh Perawatan

Kesehatan

Ingin Menurunkan Tekanan Darah? Yuk Ikuti Langkah Berikut Ini

Kesehatan

Ingat, Kebal Covid-19 Usai Divaksin Hanya Mitos!

Kesehatan

Peneliti Temukan Manfaat Tomat untuk Kurangi Risiko Stroke

Kesehatan

Dijual Murah, Siapa Sangka Tape Singkong Ampuh Cegah Penyakit Serius Ini!

Kesehatan

Idap Sindrom Rapunzel, Remaja Ini Punya Kebiasaan Makan Rambutnya Sendiri

Berita

Zega Pimpin PAC PP Sibolga Selatan Serahkan Bantuan Korban Ledakan

Kesehatan

Enggak Nyangka, Nasi Merah yang Dianggap Selalu Sehat, Ternyata Jauh Lebih Beracun Daripada Nasi Putih! Begini Alasannya