Viewer: 826
0 0

Home / Kesehatan

Jumat, 10 Juli 2020 - 19:18 WIB

Kasus Gontor, Ahli Minta Pesantren Tutup Hingga Akhir Tahun

Viewer: 827
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 30 Detik

Kompasnasional | Epidemiolog dari Universitas Griffith, Dicky Budiman menyarankan seluruh fasilitas pendidikan termasuk pondok pesantren ditutup hingga akhir tahun 2020.

Hal itu merespons tujuh santri Pondok Pesantren Modern Gontor Kampus 2 Ponorogo, terkonfirmasi positif corona.

Menurutnya, kebijakan itu harus dilakukan mengingat masih banyak kasus di Indonesia yang belum terdeteksi.

Dicky menuturkan risiko penularan Covid-19 di Indonesia, termasuk di pesantren masih sangat tinggi. Jika dibiarkan, dia mengatakan akan timbul klaster dari fasilitas pendidikan tersebut.

Terkait dengan hal itu, dia kembali mengatakan tidak merekomendasikan pesantren untuk dibuka. Terlebih, dia menyebut tidak ada data valid terkait dengan cakupan pengujian nasional dan per wilayah yang bisaa menjadi para siswa atau santri aman ketika kembali belajar.

Baca Juga  43 Jenis Kosmetik Mengandung Bahan Berbahaya

“Untuk negara yang sukses mengendalikan pandemi bisa bertahap membuka sekolah,” ujarnya.

Di sisi lain, Dicky juga mengingatkan positive rate Indonesia saat ini masih di kisaran 11 persen. Dia berkata ada jarak 6 persen kekurangan cakupan test yang juga artinya masih banyak kasus positif di masyarakat yang belum terdeteksi.

“Malahan yang ideal di 3 persen positive rate,” ujar Dicky.

Senada, epidemiolog dari Universitas Unair Windhu Purnomo mengatakan pondok pesantren belum dapat dibuka. Dia berkata lokasi tersebut baru bisa beroperasi untuk kegiatn belajar pada akhir tahun 2020.

“Kecuali bila semua wilayah sudah tidak ada lagi yang merah atau berisiko tinggi. Jadi kalau ada fakta penularan di ponpes saat ini, semua ponpes harus ditutup kembali.

Baca Juga  Ilmuwan perkirakan virus corona ditemukan pada kelelawar di Jepang, China dan Thailand

Sebanyak tujuh santri Pondok Pesantren Modern Gontor Kampus 2 Ponorogo, terkonfirmasi positif corona. Dari tujuh santri tersebut, enam orang diketahui berasal dari luar Pulau Jawa.

Pemkab dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Ponorogo pada Minggu mengonfirmasi kasus pertama santri asal Sidoarjo. Namun hingga Rabu (8/7), bertambah enam orang.

Akibatnya, warga ponpes tidak diperkenankan untuk keluar pondok. Mereka juga tidak boleh menerima tamu/kunjungan untuk keperluan apapun, kecuali pemenuhan kebutuhan pokok dan pelayanan kesehatan.(CNNI/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Kesehatan

3 Makanan yang Tidak Boleh Dikonsumsi Bersama dengan Nas Putih, Efeknya Bisa Bikin Gula Darah Naik!

Kesehatan

Studi Baru Tunjukkan Kapan Virus Corona Covid-19 Paling Menular

Kesehatan

Sering Mengalami Nyeri Tulang Belakang? Bisa jadi Ini Penyebabnya!
Ketua LMA Papua Lenis Kogoya Apresiasi Kapolda Papua mendukung kaum muda papua yang mendirikan Posko bantuan Pandemi Covid 19 "The Spirit of Papua"

Berita

Ketua LMA Papua Lenis Kogoya Apresiasi Kapolda Papua mendukung kaum muda papua yang mendirikan Posko bantuan Pandemi Covid 19 “The Spirit of Papua”

Kesehatan

Kapolda Metro Soal Kerumunan: Kapolsek, Wakapolsek Tanah Abang Positif Covid-19

Kesehatan

Menkes Berharap PBNU Turut Sukseskan Program Vaksinasi Corona

Kesehatan

Viral Rebutan Susu Beruang, Ahli: Gizi Manusia Dewasa Tidak Didongkrak Susu

Kesehatan

Peneliti Temukan Manfaat Tomat untuk Kurangi Risiko Stroke