Viewer: 727
0 0

Home / Ekonomi

Selasa, 22 Desember 2020 - 13:29 WIB

Sri Mulyani tekankan jual beli saham tak dikenai bea meterai Rp 10.000

Viewer: 728
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 28 Detik

Kompasnasional l Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati angkat bicara mengenai kabar bahwa setiap transaksi jual beli saham akan dikenakan bea meterai Rp 10.000. Dia menegaskan, setiap transaksi jual beli saham tidak akan dikenakan bea meterai Rp 10.000, namun merupakan pajak atas dokumen yang diterbitkan secara periodik.
“Jadi bea meterai tidak dikenakan per transaksi jual beli saham seperti yang muncul di berbagai media sosial,” kata Sri Mulyani dalam jumpa pers virtual realisasi APBN dilansir dari Antara, Selasa (22/12/2020).
Ia menjelaskan, bea materai Rp 10.000 itu bukan merupakan pajak atas transaksi namun pajak atas dokumen atau menyangkut keperdataan.

Baca Juga  PM Jepang Kirim Delegasi Temui Jokowi Bahas Proyek Infrastruktur

Dalam bursa saham, kata dia, bea meterai dikenakan atas konfirmasi perdagangan yang merupakan dokumen elektronik diterbitkan periodik yaitu harian atas keseluruhan transaksi jual beli.

Saat ini, Direktorat Jenderal Pajak sedang melakukan penyusunan peraturan atas bea meterai termasuk skema pengenaannya atas dokumen elektronik yang menggunakan meterai elektronik. Namun, mengingat meterai elektronik belum ada, lanjut dia, maka Kementerian Keuangan sedang melakukan persiapan dalam infrastruktur pembuatan meterai elektronik, distribusi hingga penjualannya.
Dengan begitu, kata dia, pada 1 Januari 2021, pengenaan bea meterai untuk dokumen elektronik belum akan diterapkan karena masih membutuhkan beberapa persiapan.

“Trade confirmation ini adalah dokumen elektronik maka bea meterainya nanti juga harus bea meterai yang sifatnya elektronik. Saat ini kita masih mempersiapkan keseluruhan infrastruktur jadi tidak berlaku 1 Januari 2021,” imbuh dia.
Pemerintah, lanjut dia, tidak memiliki tujuan menghilangkan minat yang tinggi dari generasi milenial yang saat ini semakin sadar berinvestasi termasuk investasi saham. Untuk itu, pengenaan bea meterai akan dilakukan terhadap dokumen dengan mempertimbangkan batas kewajaran nilainya.
“Pemerintah pasti akan mempertimbangkan batas kewajaran yang tercantum di dalam dokumen dan dalam UU juga diperhatikan kemampuan masyarakat. Saya berharap ini akan mengakhiri spekulasi dan berbagai pertanyaan akhir-akhir ini,” kata dia. (KCI/Red)

Baca Juga  Banjir Jakarta Bikin Perputaran Uang Rp 57 M per Hari di Pusat Bisnis Terhenti
Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Pemerintah Akan Impor 500 Ribu Ton Beras

Ekonomi

Orang Kaya Baru, Jerry Ng Punya Harta Rp8,46 Triliun karena Bank Jago

Ekonomi

Tumbuhan Porang, Jadi Komoditas Ekspor Unggulan Asal Sumut

Arsip

THR Untuk PNS, DPRD dan Honorer Solo Cair Pekan Depan

Arsip

Perbankan Masih Sulit Tingkatkan Kualitas Kredit

Ekonomi

Pernah Jadi Pemulung, Kini Paidi Sukses Menjadi Miliader Porang
Foto ilustrasi

Berita

Kasus Net89, Harta Reza Paten dan Bekas Bandana Atta Halilintar Disita

Ekonomi

Bank Kota Bogor Permudah Transaksi selama Pandemi