Viewer: 1494
0 0
Viewer: 1495
0 0

Home / Berita

Senin, 21 Desember 2020 - 08:43 WIB

Limbah Tambang Kusubibi Ancam Kesehatan Warga

Viewer: 1496
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 34 Detik

HALSEL – KOMPAS NASIONAL | Tambang rakyat di Desa Kusubibi, Kecamatan Bacan Barat, Halsel, maluku Utara (Malut) jadi ancaman bagi warga Kususbibi, pasalnya cemaran cianida dan merkuri mengancam keselamatan warga Desa Kusubibi

Dari data yang diterima Kompasnasional.com bahwa Asosiasi Pertambangan Rakyat Indonesia (APRI) Kabupaten Halmahera Selatan mencatat bahwa ada 15 pengusaha yang mengelola hasil tambang dengan menggunakan tong, Sementara dari masing-masing pengusaha memiliki lebih dari 1 tong, sedangkan total tong yang tersebar di area pertambangan sekitar 30 tong yang beroprasi

Sedangkan pengelolan emas dengan menggunakan tong sangat berdampak pada pencemaran lingkungan, selain berdapak pada pencemaran lingkungan, pengelolaan’nya menggunakan campuran cianida, merkuri atau bahan kimia berbahaya lainya yang dapat mengancam Jiwa manusia.

Sementara itu, dari pengakuan warga bahwa sudah hampir dua bulan warga sudah tidak lagi mengonsumsi air yang bersumber dari PDAM. Sebab warga takut air yang di konsumsi telah tercemari limbah tambang.

Baca Juga  DPRD Nias Selatan selenggarakan Paripurna penandatanganan Kesepakatan RPJMD

“Sudah hampir dua bulan warga Desa Kusubibi tidak lagi mengonsumsi air yang bersumber dari PDAM, Sebab kami khawatir air yang dikonsumsi sudah tercemari limbah berbahaya,” Ungkap Hi Sadek, warga Desa Kusubibi, Minggu (21/12)

Hi Sadek yang juga merupakan Ketua adat togale Desa Kusubibi ini mengatakan bahwa saluran pipa PDAM sudah terlewati limbah tambang sehingga warga takut untuk mengonsumsi air yang bersumber dari PDAM

“Kami takut jangan sampai pipa itu ada yang bocor sehingga tecampur limbah,” ucapnya

Baca Juga  Wawako Sidempuan H Arwin Siregar Buka Kegiatan Story Telling

Untuk itu, warga Desa kusubibi memilih mengonsumsi air sungai yang jauh dari lokasi tambang dengan menggunakan kendaraan roda dua

“Untuk skarang warga peroleh air minum dari sungai yang jauh dari area tambang dengan menggunakan motor,” Tandasnya

Selain itu, kata Hi Sadek bahwa jarak pemukiman warga dengan tempat pengambilan air bersih itu 1 km, maka sebagian warga yang tak memiliki kendaraan terpaksa harus membeli air per gelon dengan harga 10.000

Maka dengan adanya Keluhan ini, Dirinya juga berharap semoga ada perhatian dari pemerintah daerah “semoga ada perhatian dari pemerintah daerah, sebelum semuanya terlambat,” Harapnya

(Hafik)

Happy
Happy
100 %
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

KAPOLRES TOBA TURUN LANGSUNG PERIKSA POS PAM OPS KETUPAT 2022

Berita

ASN Pemkab Karo Tak Gajian 2 Bulan

Berita

Hadiri Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Terpilih di Kalbar, Pangdam XII/TPR : Sinergi dan Kerjasama Terus Dilanjutkan*

Berita

Prabowo Cerita RI Kini Sangat Dihormati, Banyak Negara Minta Bantuan

Berita

Sensus Penduduk Tahun 2020 Dimulai, Walikota Sematkan Atribut Kepada Relawan

Berita

Ajak Masyarakat Pakai Kendaraan Listrik, PLN Gelar Parade di Bali

Berita

*Kembali Berhasil Turunkan Milisi, Kodam XII/Tpr Apresiasi Satgas Konga XXXIX-C Monusco Kongo*

Berita

Hasrul Azis Sikumbang Dilantik Sebagai Ketua Master Player Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga