Viewer: 1440
0 0
Viewer: 1441
0 0

Home / Berita

Senin, 21 Desember 2020 - 08:43 WIB

Limbah Tambang Kusubibi Ancam Kesehatan Warga

Viewer: 1442
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 34 Detik

HALSEL – KOMPAS NASIONAL | Tambang rakyat di Desa Kusubibi, Kecamatan Bacan Barat, Halsel, maluku Utara (Malut) jadi ancaman bagi warga Kususbibi, pasalnya cemaran cianida dan merkuri mengancam keselamatan warga Desa Kusubibi

Dari data yang diterima Kompasnasional.com bahwa Asosiasi Pertambangan Rakyat Indonesia (APRI) Kabupaten Halmahera Selatan mencatat bahwa ada 15 pengusaha yang mengelola hasil tambang dengan menggunakan tong, Sementara dari masing-masing pengusaha memiliki lebih dari 1 tong, sedangkan total tong yang tersebar di area pertambangan sekitar 30 tong yang beroprasi

Sedangkan pengelolan emas dengan menggunakan tong sangat berdampak pada pencemaran lingkungan, selain berdapak pada pencemaran lingkungan, pengelolaan’nya menggunakan campuran cianida, merkuri atau bahan kimia berbahaya lainya yang dapat mengancam Jiwa manusia.

Sementara itu, dari pengakuan warga bahwa sudah hampir dua bulan warga sudah tidak lagi mengonsumsi air yang bersumber dari PDAM. Sebab warga takut air yang di konsumsi telah tercemari limbah tambang.

Baca Juga  Banyak Orang Tua Inginkan Anaknya Sekolah Tatap Muka, Edi : Rabu Mulai PTM

“Sudah hampir dua bulan warga Desa Kusubibi tidak lagi mengonsumsi air yang bersumber dari PDAM, Sebab kami khawatir air yang dikonsumsi sudah tercemari limbah berbahaya,” Ungkap Hi Sadek, warga Desa Kusubibi, Minggu (21/12)

Hi Sadek yang juga merupakan Ketua adat togale Desa Kusubibi ini mengatakan bahwa saluran pipa PDAM sudah terlewati limbah tambang sehingga warga takut untuk mengonsumsi air yang bersumber dari PDAM

“Kami takut jangan sampai pipa itu ada yang bocor sehingga tecampur limbah,” ucapnya

Baca Juga  Koptan 'Maju' Padangsidimpuan Panen Perdana Bawang Merah

Untuk itu, warga Desa kusubibi memilih mengonsumsi air sungai yang jauh dari lokasi tambang dengan menggunakan kendaraan roda dua

“Untuk skarang warga peroleh air minum dari sungai yang jauh dari area tambang dengan menggunakan motor,” Tandasnya

Selain itu, kata Hi Sadek bahwa jarak pemukiman warga dengan tempat pengambilan air bersih itu 1 km, maka sebagian warga yang tak memiliki kendaraan terpaksa harus membeli air per gelon dengan harga 10.000

Maka dengan adanya Keluhan ini, Dirinya juga berharap semoga ada perhatian dari pemerintah daerah “semoga ada perhatian dari pemerintah daerah, sebelum semuanya terlambat,” Harapnya

(Hafik)

Happy
Happy
100 %
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Wabup Wahyudi Pimpin Rakor dan Monev Optimalisasi Covid-19 diKecamatan Boyan Tanjung

Berita

Pemkab Simalungun Laksanakan Upacara HUT RI ke-75 dengan Protokol Kesehatan 

Berita

Tanpa Dokumen Resmi, Satgas Pamtas Yonif 645/Gty Amankan 50 Karung Kayu Getah Damar 

Berita

Pemkab Tapsel Kembali Raih Penghargaan KLA Kategori Pratama, Bupati : Ini Hasil Kerja Keras Kita Semua

Berita

Talk Show Dit Lantas Polda Kalbar Tentang ETLE

Berita

Peduli Sesama, Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wns Bantu Menandu Kadus Perbatasan Yang Sakit.

Berita

Usulkan 10 Raperda, Satu Diantaranya Penanganan Anak

Berita

Keluarga Korban Meninggal KM Lestari Maju Diberi Santunan Rp 50 Juta