Viewer: 1062
0 0
Viewer: 1063
0 0

Home / Politik

Senin, 30 November 2020 - 10:57 WIB

Fadli Zon Sebut Bima Arya Cari Panggung Politik dari HRS, Yunarto Wijaya: Daripada Nyari Uang Haram

Viewer: 1064
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 49 Detik

Kompasnasional l Politisi partai Gerindra Fadli Zon menanggapi aksi yang dilakukan oleh Wali Kota Bogor Bima Arya terhadap Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS) pada Jumat, 27 November lalu sebagai bentuk cari perhatian.

Pernyataannya ini dipicu oleh sigapnya Bima yang juga merupakan Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Kota Bogor bersama Kapolresta Bogor Kota dan Dandim 0606 Kota Bogor mendatangi RS UMMI Bogor, usai mendapat laporan bahwa Habib Rizieq menolak untuk di tes swab.

“Kota Bogor itu wilayah tugas saya. Karena itu, saya akan mendatangi rumah sakit untuk meminta klarifikasi, mengapa menolak,” ucap Bima pada Jumat, 27 November 2020.

Atas tindakan Bima tersebut, lembaga medis dan kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) yang juga menangani Habib Rizieq, menyebut tindakan yang dilakukan Bima Arya tidak beretika. Lebih lanjut, Bima dianggap melakukan tindakan intervensi terhadap tenaga medis dan mengganggu privasi pasien yang sedang beristirahat.

Baca Juga  KPU Tetapkan Wagner - Abidiansyah Memenuhi Syarat Jadi Paslon Pilkada Simalungun

“Wali kota Bogor perlu belajar etika kedokteran tentang independensi tenaga medis dalam bekerja dan hak pasien untuk menerima atau menolak atas semua upaya pemeriksaan dan pengobatan yang akan diberikan tanpa ada intervensi atau tekanan pihak manapun,” tutur Ketua Presidium MER-C dr. Sarbini Abdul Murad dalam keterangan tertulisnya pada Sabtu, 28 November 2020.

Menanggapi polemik itu, Fadli Zon menduga tindakan yang dilakukan oleh Wali Kota Bogor itu merupakan upaya untuk mencari-cari perhatian demi mendapatkan peluang politik.

Cuitan Fadli Zon itu mendapat tanggapan dari Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya. Menurutnya, dugaan Fadli Zon kepada Bima soal mencari perhatian dan peluang politik bukanlah apa-apa, jika dibandingkan dengan upaya mencari uang haram dengan memanfaatkan kebijakan ekspor.

Baca Juga  Bamsoet: Segera Terbitkan PP Untuk Akhiri Polemik UU Ciptaker

“Gpp lah daripada nyari uang haram lewat kebijakan ekspor…” tulis Yunarto Wijaya dalam akun media sosial Twitter miliknya.

Meski tidak disebutkan dalam cuitannya siapa dan apa yang dimaksud, namun cuitan Yunarto Wijaya diduga adalah upaya untuk menyindir Fadli Zon sebagai kader dari Partai Gerindra, tempat dari mantan Wakil Ketua Umumnya, Edhy Prabowo yang beberapa waktu lalu terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) atas kasus terkait ekspor benih lobster.

Atas kejadian itu, Edhy Prabowo yang saat itu menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) menyatakan keluar dari Partai Gerindra dan menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak yang merasa dikhianati olehnya. (PRB/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Politik

Demi Pemilu 2024, PDI Ganti Nama Jadi PDRI, Tetap Pakai Logo Kepala Banteng

Politik

Didaftarkan ke Kemkumham, Ini Peluang Demokrat Versi KLB

Politik

Prabowo Subianto Beri Sinyal, AHY Akan Masuk Dalam Jajaran Pemerintahan, Pada Pilpres 2024?

Politik

Ibas Banggakan Kondisi Ekonomi Era SBY, Golkar: Pernyataannya Terkesan Seperti Kurang Wawasan

Berita

Peduli Kebutuhan Masyarakat, Joneri Sihite Sumbangkan Mobil Ambulance
Foto Presiden Rusia Joe Biden di KTT - G20 Bali

Berita

Biden Cs Rapat Darurat di Bali Bahas Rudal Rusia Hantam Polandia
Foto ilustrasi bom meledak

Berita

Bom Meledak di Gereja Kongo, 10 Tewas-39 Luka

Berita

Paslon Tunggal Asner- Susanti Berada di Kolom Kiri