Kompasnasional l Tanaman porang kini mulai menjadi primadona petani di Sulawesi Barat (Sulbar). Ratusan petani telah bergabung dalam Perkumpulan Petani Penggiat Porang (PPPN) dari enam kabupaten Se-SulbarKetua DPW PPPN Sulbar, Rayu mengatakan, tanaman porang memiliki daya tarik tersendiri dengan nilai ekonomis tinggi. Apalagi saat ini sudah ada 12 pabrik pengolahan porang di Sulbar. Salah satunya ada di daerah Suppa, Pinrang.
Anggota DPRD Sulbar dari PDIP ini sendiri telah menanam porang di kampungnya di Pasangkayu. Lahan seluas tujuh hektare yang selama ini hanya ditanami jagung kini sudah diisi oleh tanaman yang dikenal dengan nama iles-iles dan termasuk ke dalam spesies amorphophallus muelleri ini.Dia memprediksi, dari harga saat ini dalam satu hektare bisa menghasilkan miliaran rupiah. Estimasinya, dari katak atau bulbil porang ditanam dalam jarak 30×80 centimeter, berarti dalam satu hektare ada 40 ribu pohon. “Kalau rata-rata naik empat kilogram dalam dua tahun, bisa menghasilkan umbi 120 ton. Kalau dirupiahkan dengan harga saat ini Rp12 ribu perkilogram artinya Rp1,2 miliar dalam satu hektare,” katanya.
Dandim 1401 Majene Letkol Inf Yudi Rombe, mengatakan, mengembangkan budidaya tanaman porang di wilayah teritorial Kodim 1401 Majene guna mengoptimalkan program ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat Majene.Porang banyak digunakan sebagai bahan baku pelapis anti air, cat, pengental, bahan baku lem, kosmetik, hingga pita seluloid. Hal ini dikarenakan dalam tanaman porang memiliki senyawa glukomanan yang dapat merubah masa kental dalam air dan bisa membentuk gel.(FCI/Red)








