Home / Arsip / Arsip 2016 / Berita / Ekonomi / Reviews

Selasa, 19 April 2016 - 12:46 WIB

Cerita bos K-Link, Bangun Bisnis MLM di Indonesia

Viewer: 737
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 1 Detik

Radzi Saleh menjadi salah satu orang yang berpengaruh dalam perkembangan K-Link Indonesia. Menjabat sebagai Presiden Direktur sejak awal berdiri, dirinya mampu mempertahankan eksistensi K-Link Indonesia dalam usaha multi level marketing (MLM).

Dia bercerita bagaimana mengembangkan K-Link Indonesia dengan membangun kepercayaan masyarakat dan mengajak karyawannya untuk berkarir lewat bisnis MLM, yang mana ketika tahun 2002 keberadaan usaha ini begitu ‘menjamur’ di Tanah Air.

“Sering kali dari awal mereka (bisnis MLM) berdiri akan benar-benar bagus. Beberapa tahun kemudian marketing plan mereka mentok,” katanya saat berbincang dengan merdeka.com.

Radzi mengaku, tak pernah menjanjikan pendapatan yang menggiurkan bagi siapa saja yang ingin bergabung bersama K-Link. Dirinya hanya menerapkan sistem karir dan bimbingan pengetahuan bagaimana berbisnis yang bisa menghasilkan pendapatan dan diterima masyarakat.

“Tidak mengimingi satu penghasilan besar. Tetapi, memang K-Link penghasilan yang didapatkan bisa besar. Apa yang kita bangun di K-Link itu karir, kalau kita kerja keras dapat (pendapatan besar),” jelasnya.

Baca Juga  Wagub Kalbar Ria Norsan Meninjau Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Bengkayang

“Banyak orang bergabung di K-Link ingin bangun (bisnis) yang besar macam MLM itu lah. Tetapi seringkali saya menasehati mereka. Jangan begitu, kita harus buat investasi sederhana,” sambungnya.

Lanjut Radzi, dengan tidak mengejar pendapat yang besar maka mereka yang tergabung di dalam K-Link tidak mendapatkan beban kerja yang berat, di mana hal itu berpengaruh terhadap produktivitas mereka.

“Karena ini kuncinya MLM, jangan menyulitkan orang dalam mengejar karir ini. Mereka ini diibaratkan stres. Mengejar waktu sukses, yang akhirnya mereka gagal. Ini tidak kita terapkan di K-Link. Kita tidak menjanjikan dan tidak membuat mereka stres. Satu lagi, konsep K-Link, K itu maksudnya knowledge link jadi kita menerapkan ilmu ya,” imbuhnya.

Dengan trik itu lah pada akhirnya Ia mampu memiliki sekira 2 juta member dari semula yang hanya memiliki 10 leader dalam menjalankan bisnis tersebut. “Saya percaya hampir semua MLM di Indonesia punya sistem marketing mereka. Tetapi, kita membuat juga key sistem, untuk memberi ilmu kepada member di seluruh Indonesia.”

Baca Juga  Bupati Sintang Buka Sosialiasi Sejarah dan Nilai Museum KAA Bandung

“Kalau kita bicara total member sekitar 2 juta member. Bisnis yang benar harus mengutamakan produk, kalau kita utamakan produk maka tidak ada penipuan di situ,” kata dia lagi.

Menutup perbincangan, Ia pun menyampaikan bahwa K-Link Indonesia terus melakukan inovasi setiap tahunnya untuk dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya di era teknologi saat ini.

“Walaupun kita diibaratkan perusahaan lama, tetapi jiwa kita muda. Kita akan banyak mengejar rekor-rekor ini. Kita sedang meremajakan K-Link dengan introduce pendekatan yang mengikut kebiasaan masyarakat seperti program online, selling, recruitment,” pungkasnya (mdk|dwk)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Trauma Takut Divaksin, Seorang Pelajar Pingsan Usai Disuntik Vaksin Covid-19.

Berita

Setelah Digeledah Gakkumdu, Kini KPU Sumut Didatangi KPK

Berita

Sekda Provinsi Kalbar Uji Kompetensi 3 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama

Berita

Peringatan Dini Cuaca Ekstrem BMKG, Selasa 9 Juni 2020: Hujan Lebat Berpotensi Terjadi di 15 Wilayah

Berita

Tatap Muka Kapolsek Boyan Tanjung, IPTU Cahaya Purnawan Ajak Masyarakat Bekerja Sama

Berita

Pemda Melawi Melaksanakan Sosialisasi Rencana Penataan Pedagang Kaki Lima.

Berita

Bupati Samosir Bagikan Kartu BPJS dan Pupuk Gratis pada saat Perayaan Hari Jadi ke-18 Kabupaten Samosir

Berita

Polsek Tanah Jawa, Ciduk Jurtul Judi Togel dari Warung Tuak