Viewer: 731
0 0

Home / Ekonomi

Jumat, 30 Oktober 2020 - 21:48 WIB

Robinsons Tutup, Kondisi Ritel Indonesia Bisa Hidup tapi Berat

Viewer: 732
0 0
Terakhir Dibaca:39 Detik

Kompasnasional | Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) menilai kondisi ritel Indonesia tidak jauh berbeda dengan ritel di berbagai negara. Hal ini dapat dilihat dari penutupan toko atau gerai akibat pandemi virus corona atau Covid-19.
Teranyar, penutupan Robinsons di Singapura. Peritel legendaris yang sudah menjalankan bisnis hingga 1 abad lebih sebagai pengelola department store harus menutup tokonya.Ketua Umum Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah mengatakan, berkaca kondisi tersebut, industri ritel tidak jauh berbeda dengan ritel di dunia.

Baca Juga  PBB se-Indonesia Bantu Korban Kebakaran di Tapteng

“Masih bisa hidup namun berat,” ujar Budihardjo saat dihubungi di Jakarta, Jumat (30/10/2020).
Kata dia, kondisi ritel dalam negeri masih kuat dikarenakan masih banyak populasi masyarakat Indonesia serta tidak mengandalkan kedatang turis untuk beberlanja.

Baca Juga  Rupiah Dibuka Melemah Tipis Ke Posisi Rp 13.046 per USD

“Indonesia ada basis penduduk banyak beda dengan Singapura yang andalkan turis,” tandasnya. (OZ/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Arsip

Rupiah Kembali Melemah, Sempat Sentuh Level Rp 13.000 per USD
Foto Crazy rich Reza paten

Berita

Kasus Trading Net89, PPATK Blokir Rekening Jumbo Crazy Rich Surabaya Reza Paten
Ekspor Karet di Sumut Turun Lima Persen-kompasnasional

Arsip

Ekspor Karet di Sumut Turun Lima Persen

Berita

Anak Usaha PGN Operasikan Pembangkit Listrik di Tanjung Balai Karimun

Ekonomi

Fintech Jack Ma Dijegal, China Banyak Belajar dari Raksasa Amerika

Arsip

Kisah di Balik Sukses Besar Pokemon Go, Raih Rp 26,2 M/Hari!

Arsip

Gaji Karyawan Pabrik Roti Garden akan Sesuai UMK
Pertumbuhan Ekonomi Tetap, Defisit Anggaran Melebar-Detikasia

Arsip

Pertumbuhan Ekonomi Tetap, Defisit Anggaran Melebar