Kompasnasional | Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) menilai kondisi ritel Indonesia tidak jauh berbeda dengan ritel di berbagai negara. Hal ini dapat dilihat dari penutupan toko atau gerai akibat pandemi virus corona atau Covid-19.
Teranyar, penutupan Robinsons di Singapura. Peritel legendaris yang sudah menjalankan bisnis hingga 1 abad lebih sebagai pengelola department store harus menutup tokonya.Ketua Umum Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah mengatakan, berkaca kondisi tersebut, industri ritel tidak jauh berbeda dengan ritel di dunia.
“Masih bisa hidup namun berat,” ujar Budihardjo saat dihubungi di Jakarta, Jumat (30/10/2020).
Kata dia, kondisi ritel dalam negeri masih kuat dikarenakan masih banyak populasi masyarakat Indonesia serta tidak mengandalkan kedatang turis untuk beberlanja.
“Indonesia ada basis penduduk banyak beda dengan Singapura yang andalkan turis,” tandasnya. (OZ/Red)








