Home / Arsip / Arsip 2017 / Berita / Ekonomi / Reviews

Kamis, 20 Juli 2017 - 14:15 WIB

Aturan relaksasi ekspor Jokowi matikan 11 perusahaan tambang

Viewer: 667
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 11 Detik

kompasnasional.com Pemerintah kembali mengizinkan ekspor konsentrat, mineral mentah kadar rendah untuk bauksit dan nikel. Aturan ini merupakan dampak dari terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2017 serta Peraturan Menteri ESDM Nomor 5 Tahun 2017 dan Nomor 6 Tahun 2017.

Kebijakan ini berdampak buruk pada perusahaan yang melakukan investasi pembangunan smelter. Tercatat, 23 perusahaan kena imbas kebijakan ini yaitu 11 perusahaan berhenti beroperasi dan 12 perusahaan merugi.

“Kalau begini siapa yang untung? Negara lain. Smelter yang sudah tutup, hidup lagi karena ada bahan mentah dari Indonesia,” ujar Wakil Ketua Asosiasi Perusahaan Industri Pengolahan dan Pemurnian Indonesia, Jonathan Handojo, di Hotel Atlet Century, Senayan, Jakarta, Kamis (20/7).

Baca Juga  Sebanyak 220 Orang, Wali Kota Padang Sidempuan Serahkan SK PPPK

Untuk itu, dia berharap pemerintah dapat membatalkan kebijakan relaksasi ekspor konsentrat demi melindungi kontraktor yang telah melakukan investasi pembangunan smelter dalam negeri. “Kami pengusaha smelter Nikel akan tunggu beberapa saat lagi untuk umumkan berapa yang di-PHK,” pungkasnya.

Sebanyak 11 smelter yang berhenti beroperasi karena merugi akibat relaksasi yakni PT Karyatama Konawe Utara, PT Macika Mineral Industri, PT Bintang Smelter Indonesia, PT Huadi Nickel, PT Titan Mineral, PT COR Industri, PT Megah Surya, PT Blackspace, PT Wan Xiang, PT Jinchuan, dan PT Transon.

Baca Juga  Bantu Program Pendidikan, Satgas Pamtas Yonif Mekanis Menjadi Gadik Di Perbatasan.

Sedangkan, 12 perusahaan smelter nikel yang merugi yaitu PT Fajar Bhakti, PT Kinlin Nickel, PT Century, PT Cahaya Modern, PT Gebe Industri, PT Tsingshan (SMI), PT Guang Ching, PT Cahaya Modern, PT Heng Tai Yuan, PT Virtue Dragon, PT Indoferro dan PT Vale Indonesia Tbk (mdk|dwk)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Portugal Tinggalkan Piala Dunia Dengan Kepala Tegak

Ekonomi

Saham Bakrie Lesu Usai Ardi-Nia Ramadhani Ditangkap Polisi

Arsip

150 Brimob Polda Jateng Siap Eksekusi 15 Terpidana Mati Bulan Ini

Arsip

Anies Baswedan, Mantan Timses Jokowi Yang Keras Keritik Prabowo

Ekonomi

8 Aplikasi Trading Terbaik 2020, Uangmu Bakal Beranak Pinak

Berita

Kajati Kalbar Perkuat Kompetensi Kepala Sekolah

Arsip

Ternyata Alferd Reidl dan Jajaran Pelatih Timnas Indonesia Ilegal!

Berita

Novel Baswedan Dilaporkan ke Bareskrim