Viewer: 1047
0 0

Home / Berita

Senin, 14 September 2020 - 08:34 WIB

Pimpinan dan Komis II DPRD Samosir ke BPTUHPT Siborong-borong, Terkait Budidaya Ternak Kerbau Lokal

Viewer: 1048
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 37 Detik

Samosir – Kompas Nasional | Terkait pengembangan dan pemeliharaan ternak kerbau lokal, Pimpinan dan Komisi II DPRD Kabupaten Samosir melaksanakan kegiatan konsultasi dan koordinasi ke Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTUHPT) Siborong-borong di Kabupaten Tapanuli Utara, Sabtu (12/9).

Rombongan diterima Drh Derita Sianturi (Kasi informasi dan Jasa Produksi) dan Drh Jeky Lumbangaol (Kasi Pelayanan Teknis). Pimpinan dan Komisi II DPRD Kabupaten Samosir menyampaikan tujuan kunujungan yakni untuk menggali informasi terkait teknik pengembangan dan pemeliharaan ternak khususnya ternak kerbau dan luas areal peternakan yang di kelola oleh BPTUHPT) Siborong-borong serta jenis ternak kerbau yang dibudidayakan.

Baca Juga  Wali Kota Pematangsiantar Hadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1443 Hijriyah/2021

Dimana masyarakat di Kabupaten Samosir rata-rata memelihara ternak kerbau dan Kabupaten Samosir merupakan salah satu sentra peternakan kerbau di Sumatera Utara, akan tetapi kami melihat masyarakat di Samosir masih mempergunakan cara-cara yang biasa dalam melakukan pemeliharaan ternak kerbau, sehingga produktifitas hasilnya pun  biasa saja.

Sekaitan dengan itu Kepala Seksi Informasi dan Jasa Produksi menjelaskan bahwa BPTUHPT Siborong-borong memiliki lahan yang dikelola baik kandang ternak maupun untuk areal tanam pakan seluas 60 hektar. Balai ini juga tidak hanya memelihara atau mengembangkan ternak kerbau saja akan tetapi juga mengembangkan ternak babi. “Khusus untuk ternak kerbau, balai fokus mengembangkan ternak kerbau jenis kerbau sungai kalau bahasa daerah setempat disebut dengan istilah kerbau buttak.” Demikian disebut Drh Derita Sianturi.

Baca Juga  Meskipun KPH Wilayah 13 Dolok Sanggul Sudah Temukan Pelanggaran, Aksi Menduduki Hutan Negara Di Desa Sideak Samosir Masih Terus Berlanjut.

Untuk pakan kata dia, mereka menanam sendiri sesuai dengan kebutuhan ternak untuk pakan ternak kerbau kita menanam jenis rumput pennisetum purpureum atau yang biasa dikenal dengan rumput gajah. Hal lain disampaikan bahwa teknis pembuahan yang dilakukan di balai tersebut selain teknik tradisional atau normal juga dengan teknik inseminasi buatan. Terkait dengan limbah atau kotoran ternak dikelola atau dipergunakan serta diproduksi untuk kebutuhan hijauan pakan ternak  juga untuk kebutuhan pupuk organik dan tidak di komersilkan.

Terkait kunjungan, Pimpinan dan Komisi II DPRD Kabupaten Samosir menyempaikan kata terimakasih atas informasi dan penjelasan yang diterima dan diharapkan dapat disosialisasikan ke masyarakat Samosir melalui Dinas terkait. (rel/mangapul sinaga)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Pasien Gizi Buruk Asmat Cenderung Kembali ke Pola Hidup Lama

Berita

Waka Polda Melepas Team Offroad Polda Kalbar Dan IOF Kalbar Dengan Pengibaran Bendera

Berita

Tanyakan Pembangunan Penguatan Tebing Sungai, Babinsa Sintang Kota Fasilitasi Warga Binaan Koordinasi Dengan PUPR

Berita

Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat, Bupati Harap Kerjasama IPB dan Pemkab Tapsel Terus Terjalin

Berita

Kerusakan Hutan KEL Aceh Capai 3.920 Hektare Hingga Juli 2018

Berita

Ramah Tamah Bupati Samosir dengan Danrem 023 Kawal Samudera Apresiasi Keindahan Wisata Pulau Samosir

Berita

Danrem 121/Abw Cek Posko PPKM Mikro Wilayah Kodim 1203/Ktp.

Berita

Satgas Pamtas Yonif 407 Amankan Enam PMI Non Prosedural*