Viewer: 647
0 0

Home / Ekonomi

Jumat, 4 September 2020 - 10:22 WIB

Masyarakat NTT Sudah Berani Bermain Saham, Transaksi Saham Tembus Rp 195 Miliar, Wow!

Viewer: 648
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 33 Detik

Kompasnasional | Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan NTT mencatat pertumbuhan investor saham dari tahun ke tahun.

Hal ini menandakan masyarakat NTT telah mulai memberanikan diri untuk terbiasa dengan investasi saham.

Kepala Kantor Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan NTT Adevi Sabbath Sofani mengatakan hal ini dalam diskusi virtual bertajuk Memotret Peluang Investasi NTT, Senin (3/8). Kegiatan ini digelar Pos Kupang.

Adevi mengawali pembicaraanya dengan menjelaskan latar belakang kehadiran Kantor BEI Perwakilan NTT.

Ia menyebut alasan, di antaranya mengedukasi masyarakat agar terhindar investasi bodong dan edukasi pasar modal.

Berdasarkan data dari riset yang telah dilakukan selama 5 hingga 10 tahun, kata Adevi, NTT dari tahun ke tahun selalu memiliki pertumbuhan investor.

Baca Juga  Harga Emas Antam Turun Rp1.000 Jadi Rp950 Ribu per Gram

“Investor saham, reksadana dan lain-lain,” ujarnya.

Ia membeberkan data tiga tahun terakhir mengenai pertumbuhan investor saham di NTT. Pada tahun 2018 sebanyak 4.122, tahun 2019 meningkat 5.127, sedangkan per Juni 2020 bertambah menjadi 5.609.

Adevi menyebut per Juni 2020, terjadi transaksi saham di NTT mencapai Rp 195 miliar.

Menurutnya, hal tersebut sebagai salah satu tanda masyarakat telah mulai memberanikan diri untuk terbiasa dengan investasi.

“Dalam kaitan dengan habit investasi, perlu diluruskan mindset masyarakat bahwa, tidak pernah ada investasi yang dalam jangka waktu dekat bisa membuat seseorang bisa menjadi kaya. Setiap Investasi, selalu memiki prosedur dan memiliki resiko,” tandas Adevi.

Baca Juga  Harta Labora Sitorus Mendadak Raib Saat Hendak Disita

Ia mengatakan, pihak BEI Perwakilan NTT secara berkesinambungan untuk memperluas literasi dan edukasi masyatakat lokal mengenai pasar modal Indonesia.

“Supaya makin banyak masyarakat yang mengenal pasar modal,” ucapnya.

Sejauh ini literasi masyarakat terkait perbankan, dana pensiun, asuransi dan lain-lain sudah di atas 5%.

Namun hal berbeda dengan BEI. Menurut Adevi, salah satu tujuan utama kehadiran Bursa Efek Indonesia adalah untuk menghindari masyarakat dari ivestasi bodong.

“BEI hadir dengan tugas mengedukasi masyarakat agar tidak ada yang terkena investasi bodong, edukasi tentang pasar modal dan memberi informasi serta memicu sikap aktif masyarakat dalam berinvestasi,” katanya. (PK/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Arsip

PLN siap pasok listrik ke Kawasan Ekonomi khusus Bitung

Berita

Mentri Pertanian Ikut dalam Panen Perdana Bawang Putih di Banyuwangi

Daerah

Hasrul Azis Sikumbang Ketuai KTNA Tapteng

Berita

Jumlah Wisatawan Mancanegara ke Sumut Naik 8,10 Persen

Berita

“Di situ pak Situmorang dan bupati cerita sebelumnya yang ngerjakan proyek jembatan di batubara Johan namanya, tapi kerjanya nggak beres. Kebetulan pak Situmorang mengaku perusahaannya ahli dibidang konstruksi jembatan,” sebut Ayen. Hingga akhirnya, OK Arya menyerahkan draft proyek Dinas PUPR Batubara kepada Ayen untuk diberikan kepada Maringan Situmorang. “Di Desember bupati ada kasih draft proyek untuk diserahkan ke Situmorang. Disitu ada ditandai tulisan ‘situ’. Karena saat itu saya mau olahraga, saya foto saja, kalau nggak salah dua atau tiga lembar. Setelah itu saya print lalu dikasih ke Situmorang. Saya tak terlalu perhatikan proyek-proyek apa saja,” jelasnya. Disinggung, mengapa mau menjadi tempat penitipan uang dari rekanan Pemkab Batubara untuk diserahkan kepada OK Arya, Ayen mengaku khilaf. “Saya khilaf. Semua demi menjaga hubungan bisnis karena keduanya sering beli mobil sama saya. Apalagi sebelumnya mereka ada nitip uang Rp 1 miliar, tapi nggak ada masalah. Tapi yang terakhir ini saya justru jadi terlibat,” sebutnya. KPK menangkap dua orang kontraktor, Maringan Situmorang dan Syaiful Azhar beserta Bupati Batubara, OK Arya Zulkarnain, Kepala Dinas PUPR Helman Herdadi dan pemilik Ada Jadi Mobil, Sujendi Tarsono alias Ayen pada 13 September 2017 dari sejumlah lokasi berbeda di Medan dan Batubara. Penangkapan kelimanya dilakukan terkait kasus penyuapan senilai Rp 4,1 miliar. Total uang suap tersebut diberikan Maringan dan Syaiful, diduga sebagai persenan untuk OK Arya setelah mendapatkan sejumlah proyek yang dananya tertampung pada APBD Batubara Tahun Anggaran (TA) 2017.(*)

Ekonomi

Orang Terkaya di China Colin Huang Jadi Sorotan, Yunarto Wijaya : Lihat Deh Bajunya, Jadi Malu. . .

Arsip

Rupiah Masih Diposisi Rp 13.000-an per USD

Berita

Pemerintah Tetapkan SNI Mainan Anak yang Aman