Home / Berita / Ekonomi / Kreatif / Nasional / Reviews

Rabu, 24 Januari 2018 - 11:02 WIB

Pemerintah Tetapkan SNI Mainan Anak yang Aman

Viewer: 684
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 36 Detik

KompasNasional.com, Jakarta – Badan Standardisasi Nasional (BSN) menetapkan beberapa SNI tentang Mainan Anak.

Sebagian SNI tersebut telah diadopsi Kementerian Perindustrian ke dalam Peraturan Menteri Perindustrian No. 24/M-IND/PER/4/2013 Tentang

Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia (SNI) Mainan secara wajib.

Dalam Peraturan Menteri tersebut, definisi mainan adalah setiap produk atau material yang dirancang atau dengan jelas diperuntukkan penggunaannya oleh anak dengan usia 14 tahun ke bawah.

Dengan adanya peraturan tersebut, produk mainan anak yang beredar di pasar Indonesia harus memenuhi SNI.

Kepala Pusat Sistem Penerapan Standar BSN, Wahyu Purbowasito mengungkapkan, SNI yang ditetapkan BSN pada dasarnya bersifat sukarela. Perumusan SNI sendiri melibatkan empat stakeholder (produsen, konsumen, ahli, dan pemerintah).

Baca Juga  связанным с законодательными ограничениями, юзеры клуба Игорный дом обязаны придерживаться строй локализаций, связанных со: 1) ручательством стоппер за роль на азартных играх, когда она воспрещается законами правомочье казино Вулкан Platinum пользователя; 2) свершением геймером года возрасты; 3) окончательным отказом в регистрации и изобретении немерено жильцами Франции, Сша, Испании, Украины, на каких таковая операция непозволительна «Правилами» игорный дом

“Namun, bila menyangkut Keamanan, Kesehatan, Keselamatan dan Lingkungan Hidup atau K3L, instansi teknis bisa memberlakukan SNI secara wajib,” ujar Wahyu di Jakarta, Selasa (23/1).

SNI Mainan Anak yang diberlakukan secara wajib oleh Kementerian Perindustrian meliputi keamanan mainan (aspek keamanan yang berhubungan dengan sifat fisis dan mekanis), sifat mudah terbakar, migrasi unsur tertentu, keamanan mainan (Ayunan, seluncuran dan mainan aktivitas sejenis untuk pemakaian di dalam dan di luar lingkungan tempat tinggal).

Juga SNI untuk mainan elektrik- keamanan, tekstil, serta Chemical toys (sets) other than experimental sets.

Pemberlakuan secara wajib SNI Mainan anak dengan mempertimbangkan risiko atas penggunaan mainan. “Semua tidak bisa membayangkan bila buah hati mengalami kecelakaan karena penggunaan mainan yang tidak aman,” kata Wahyu.

Baca Juga  Junjung Tinggi Integritas Dan Jaga Wibawa Institusi, Lapas Kelas IIA Pematangsiantar Rutin Lakukan Pembenahan

Beberapa risiko dari penggunaan mainan yang tidak aman, seperti bahaya tertelan dan tersedak.

Kemudian, bahaya kerusakan alat pendengaran yang ditimbulkan suara seperti sirine mobil-mobilan.

Yang lebih membahayakan adalah bahaya pada mata seperti pistol mainan atau panah-panahan.

Juga bahaya terjerat atau tercekik yang ini biasa dijumpai pada permainan tali.

Bahaya tersayat dan tergores, dari mainan yang terbuat dari bahan plastik, kayu, logam dan mika. Bahaya terjatuh yang biasa dijumpai pada ayunan atau seluncuran.

“Bahaya terjepit, tersetrum, terpapar zat kimia berbahaya, serta terbakar adalah risiko bahaya yang bisa saja menimpa buah hati,” ujar Wahyu mengingatkan.[JPNN/TR]

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Enam Belas Pamen Golongan V Abit Dikreg LX Seskoad Diterima Jadi Warga Kodam XII/Tpr

Berita

Wujudkan Kebersamaan, Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wns Anjangsana Membuat Makanan Khas Tradisional.

Berita

Wali Kota P.Sidempuan Lestarikan Kearifan Lokal ‘Pembukaan Lubuk Larangan

Berita

Pentingnya Koordinasi, Babinsa Tanjung Raja, Kodim 1203/Ktp, Cek peralatan Damkar

Berita

Pemkab Nias Selatan bersama Forkopimda Laksanakan Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila secara Virtual

Berita

40 Orang Mahasiswa Tergabung Lakukan Donor Darah Di PMI Kota Psp

Berita

Eks Menag Yaqut Dicegah KPK ke Luar Negeri

Berita

Talk Show Dit Lantas Polda Kalbar Tentang ETLE