Viewer: 1293
0 0
Viewer: 1294
0 0

Home / Berita

Kamis, 27 Agustus 2020 - 11:49 WIB

LAHAN HTR KOPRASI KERUING CITRA LESTARI. ADA APA POLISI PASANG POLICE LINE.???

Viewer: 1295
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 56 Detik

KOMPAS NASIONAL.COM.Sampit – Lahan konsesi Hutan Tanaman Rakyat (HTR) milik Koperasi Keruing Citra Lestari yang berada di Desa Sungai Ubar Mandiri Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) diapasang garis polisi oleh jajaran tim penyidik Polda Kalteng belum lama ini. Hal ini sendiri diungkapkan oleh Untung yang tak lain merupakan anggota Koperasi itu sendiri.

“Memang Koperasi Kruing Citra Lestari ini berkerjasama atau bermitra dengan PT. BGA Group dalam pengelolaan lahan HTR milik koperasi. Penyidik Polda Kalteng memasang garis polisi dilahan tersebut karena diduga koperasi telah melanggar aturan secara hukum,” ungkapnya Rabu (26/8

Bahkan disisi lain Untung juga menjelaskan lahan konsesi HTR milik koperasi Keruing Citra Lestari yang diberi garis polisi itu tepatnya berada Desa Sungai Ubar Mandiri. Bahkan dia juga menjelaskan sejauh ini pihak Polda Kalteng sendiri sudah melakukan pemeriksaan kepada seluruh pengurus koperasi, baik dari Ketua, Sekretaris dan Bendahara termasuk beberapa anggota koperasi di maksud.

Baca Juga  Ketua Dekranasda Yanieta Arbeastutie Kamtono Gelar Pelatihan Penyuluhan Keamanan Pangan

“Ya kita tunggu saja proses penyelidikan yang telah dilakukan pihak Polda Kalteng. Situasi ini telah menjadi perbincangan dan kegelisahan masyarakat dan anggota koperasi. Berarti selama ini telah terjadi permasalahan yang besar yang kesnnya ditutupi pihak koperasi dan perusahaan,” papar Untung.

Disisi lain dia juga menjelaskan dalam pemeriksaan yang dilakukan Polda Kalteng tersebut tentunya untuk mengungkap, diduga telah terjadinya pelanggaran hukum dalam penggunaan lahan HTR yang tidak sesuai dengan peruntukannya. Indikasi penyelewengan dana dari pengakuan hutang anggota koperasi yang tidak jelas penggunaannya kurang lebih sebesar 14 milyar. Dilain pihak juga diduga ada keterlibatan dan campur tangan perusahaan yang menggunakan koperasi sebagai tameng untuk menyembunyikan kegiatan ilegal perusahaan.

Terpisah salah satu tokoh masyarakat desa setempat, Amir juga turut menegaskan bahwa pihaknya mendukung sepenuhnya upaya Polda Kalteng mengusut secara tuntas indikasi pelanggaran hukum dan penyelewengan yang dilakukan koperasi maupun pihak perusahaan yang sangat merugikan anggota dan masyarakat desa sungai ubar mandiri tersebut.

Baca Juga  Lokasi-lokasi yang Masih Tergenang di Jakarta

“Kami masyarakat akan mengawal terus proses ini hingga nantinya ada titik terang benderangnya,” beber Amir.

Sementara itu koordinasi Front Aksi Masyarakat Selamatkan Borneo (Forkab) menyebutkan, sesuai dengan ketentuan kementrian Kehutanan bahwasanya lahan HTR tidak diperbolehkan menanam kelapa sawit dan lahan konsesi HTR adalah murni untuk masyarakat bukan perusahaan.

“Kami bersama masayarakat Desa Sungai Ubar akan mengawal, memantau proses hukum ini hingga tuntas. Karena ada indikasi keterlibatan perusahaan perkebunan sawit yang menggunakan koperasi sebagai tameng untuk menyembunyikann kegiatan ilegal mereka,” tegas M. Shohibul Hidayah koordinasi Forkab.

Penulis:Abd.Rahman.

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

PEMBANGUNAN GEDUNG, DAN BANGUNAN RUANG OPERASI RSUD , SULTAN MUHAMMAD JAMALUDIN 1 ILEGAL.

Berita

Berita Tapsel. Puluhan Massa Keluarga Besar LIRA Tabagsel Gelar Demo Di Perkantoran Bupati Tapsel

Berita

Bawaslu : 454.266 Jiwa Penduduk Sumut Terdaftar DP4 Rentan Meninggal Dunia

Berita

Bupati Tapsel Berharap Penerima Manfaat BSPS Bisa Bangun Rumah Sesegera Mungkin

Berita

Hari May Day, Polres Melawi Gelar Apel Siaga 1 dan Patroli Mobile*

Berita

Gubernur Kalbar Tinjau Vaksinasi Masal ke-2 Yang di Laksanakan TP-PKK Provinsi

Berita

Kapolsek Menukung Ingatkan Warga Untuk Waspada Banjir, Akibat Intensitas Hujan yang Tinggi

Berita

11 PPPK Terima SK, Wali Kota : Guru Sangat Dibutuhkan