Viewer: 1092
0 0

Home / Gaya Hidup

Senin, 13 Juli 2020 - 21:42 WIB

Sudan Cabut Syariat Islam, Izinkan Konsumsi Alkohol dan Hapus Hukum Cambuk

Viewer: 1093
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 23 Detik

Kompasnasional | Pemerintah Sudan memperbolehkan konsumsi alkohol bagi warga selain muslim dan menghapus hukum cambuk, seiring dicabutnya pasal-pasal syariat Islam.

Menyadur BBC, Senin (13/7/2020), kebijakan baru ini menandai dihilangkannya sejumlah aturan berbasis Islam yang dianut pemerintah negara ini selama lebih dari 30 tahun.

“Kami (akan) membatalkan semua hukum yang melanggar hak asasi manusia di Sudan,” ujar Menteri Kehakiman Nasredeen Abdulbari.

Abdulhari mengatakan aturan baru memperbolehkan masyarakat, selain muslim, mengonsumsi alkohol secara pribadi. Impor dan penjualan alkohol juga diizinkan.

Ia menambahkan pemerintah tengah berusaha melindungi hak-hak warga semua agama di negara tersebut.

Baca Juga  Viral Berfoto dalam Kerumunan Saat PSBB, Ini Penjelasan Wakil Wali Kota Tangsel

“Kami ingin menghancurkan segala bentuk diskriminasi yang diberlakukann oleh rezim lama dan untuk bergerak menuju kesetaraan kewarganeagraan dan transformasi demokratis,” katanya.

Kendati demikian, larangan alkohol tetap ada, di mana mereka yang kedapatkan minum alkohol bersama warga muslim akan dihukum.

Bersamaan dengan ini, pemerintah juga menghapus hukuman cambuk di depan umum yang dulunya dilakukan untuk berbagai pelanggaran ringan. Pun menghilangkan hukuman mati bagi yang keluar dari agama Islam.

“Deklarasi bahwa seseorang itu murtad adalah ancaman bagi keamanan dan keselamatan masyarakat,” kata Abdulhari.

Sebelumnya, Sudan juga menghapus sejumlah aturan yang membatasi gerak perempuan. Di bawah undang-undang baru, para perempuan tak lagi memerlukan izin dari kerabat laki-laki jika ingin bepergian dengan anak-anak mereka.

Baca Juga  Syaren Situmorang Mendapat Restu dan Dukungan Pimpin ITJI Sibolga Tapteng

Negara ini juga melarang sunat perempuan dan menghapus undang-undang yang mengatur cara perempuan berpakaian dan bertingkah laku.

Reformasi yang meniadakan hukum Islam ini terjadi setelah pemimpin lama Omar al-Bashir digulingkan tahun lalu.

Penerapan hukum Islam yang keras pada 1980-an merupakan faktor pemicu perang saudara yang berlangsung lama yang akhirnya mengarah pada kemerdekaan Sudan Selatan, di mana mayoritas orang beragama Kristen atau menganut kepercayaan tradisional.(S/Red

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Aktor Fachri Albar Ditangkap karena Narkoba

Gaya Hidup

Syahrini & Reino Barack Dikabarkan Menikah

Gaya Hidup

Mengenal Koin Fulus, Barang Bukti Tersangka Pasar Muamalah

Gaya Hidup

Sejarah Garam dan Hubungannya dengan Peradaban Manusia

Gaya Hidup

Harta Rp 1 Triliunnya Ludes Demi Penuhi Hasrat Ikut Pilpres, Sandiaga Uno Kini Gigit Jari dan Banting Setir Sebagai Youtuber: Kalau Balik Kayak Dulu Lagi Nggak Mungkin…

Berita

Istana Minta Rakyat tak Lagi Berisik soal Reshuffle Kabinet

Gaya Hidup

Ogah Punya Tato, Ini Alasan Mulia Cristiano Ronaldo

Asahan

MELAWAN PENYAKIT BOCOR GINJAL BERSAMA LIONS CLUB M GOLDEN ESTATE