Kompas Nasional I Asahan, Inilah potret disalah satu jalan Cokroaminoto Kisaran yang selalu banjir bila hujan deras turun. Bukan dijalan itu saja, sudah bertahun-tahun jalan dibeberapa inti Kota Kisaran masih digenangi banjir bila hujan turun. Apakah drainase dijalan tersebut sudah tidak bisa lagi menampung debit air atau sampah yang menyumbat didalam drainase hingga air tidak lagi bisa mengalir.
Banjir yang menggenangi jalan di inti kota Kisaran tersebut sudah menjadi perbincangan hangat ditengah warga. Apalagi kejadian banjir ini, dilalui warga saat jam kerja pulang. Para pengguna jalan terlihat berhati – hati saat melintasi jalan tersebut dikarenakan takut kendaraannya mogok, karena air diperkirakan setinggi 50 cm.
Banjir dijalan inti kota Kisaran ini, sudah dirasakan warga bertahun – tahun, hingga saat ini belum juga ada perhatian pemerintah setempat.
Wandi mengaku warga Kisaran seorang pengendara sepeda motor kepada awak media ini saat mengantri melintasi banjir tersebut mengatakan kalau banjir di jalan Cokroaminoto ini sudah menjadi makanan penggunaan jalan, karena sudah bertahun – tahun dirasakan warga, hingga saat ini belum juga diatasi pemerintah daerah.
“Kalau banjir dijalan ini sudah makanan kita lah bang, Sampek sekarang gak ada perhatian pemerintah kayaknya. Kalau pejabat – pejabat itu iyalah, lewat sini naik mobil, mana terasa sama orang itu,”jelasnya sambil memutar sepeda motornya karena takut mogok.
Pantauan awak media ini, selain jalan Cokroaminoto, banjir terlihat di jalan HM Yamin, jalan Panglima Polem, jalan Wahidin, jalan Diponegoro dan beberapa jalan di inti Kota Kisaran. Masyarakat berharap pemerintah harus secepatnya memperhatikan kondisi banjir yang memggenangi dijalan inti kota Kisaran tersebut. (Gus)






