Viewer: 759
0 0

Home / Berita

Minggu, 7 Juni 2020 - 21:44 WIB

Pasca Terbitnya PP Tapera, Saham BTN Layak Untuk Dikoleksi

Viewer: 760
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 49 Detik

Kompasnasional | Saham sektor perbankan dinilai prospektif untuk dikoleksi pelaku pasar di tengah harga saat ini yang masih undervalue. Pengamat pasar modal Hariyajid Ramelan mengatakan, sebuah sinyal positif untuk bank bisa tumbuh hingga akhir tahun ini ditengah tantangan perlambatan ekonomi akibat pandemi Virus Corona (COVID-19).

“Investasi saat ini lagi gencar dilakukan milenial. Dari beberapa respon teman-teman di market, meski dalam kondisi bearish saat ini namun investor mulai melirik investasi di pasar modal karena koreksi saham pada IHSG sudah cukup dalam dan ini adalah peluang yang cukup bagus,” ujarnya di Jakarta, seperti dikutip Minggu, 7 Juni 2020.

Menurut Haryajid, salah satu saham perbankan yang akan direspon positif pelaku pasar saat ini adalah PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN). Hal ini sejalan dengan Presiden Jokowi yang telah menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2020 tentang Tapera. Dengan terbitnya beleid itu Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) bisa segera beroperasi.

Baca Juga  Kapolda Kalbar Berikan reward Penghargaan Kepada Personil Dit Samapta

“Ini sangat memungkinkan salah satu bentuk stimulus yang diberikan pemerintah pada sektor perbankan. Bahkan saya lihat bukan hanya sektor perbankan saja secara keseluruhan. Adanya Tapera tentunya akan memberikan stimulus bagi bisnis properti untuk kembali menggeliat,” terangnya.

Pasca diterbitkan PP Tapera pada Selasa, (2/6) harga saham BBTN sempat terbang tinggi atau naik hingga 21,05% ke level harga Rp920 per saham. Bahkan, saham BBTN juga sempat mencapai level tertingginya yakni Rp940 per saham atau kenaikan sebesar 23,68% mendekati batasan harga Auto Reject Atas (ARA) 25%.

Ia melihat perbankan yang melakukan pembiayaan di sektor perumahan adalah Bank BTN, jadi harusnya pertumbuhan kinerja dari perseroan akan muncul dan membaik lagi walaupun beberapa waktu lalu sahamnya sempat terkoreksi cukup dalam. “Saya melihat pergerakan saham BTN sudah menuju arah perbaikan dan pelaku pasar mulai kembali melirik saham ini,” ungkapnya.

Baca Juga  16 Pelaku Curanmor Dipajang di Polda Jatim, Modus Jadi Pasangan Suami-Istri

Haryajid memproyeksikan saham emiten Bursa Efek Indonesia berkode saham BBTN akan berada di posisi 1.500 atau bahkan bisa lebih karena Tapera baru di semester pertama ini diumumkan.

“Pertumbuhan nanti akan terjadi di semester II jika sudah mulai muncul pengajuan perumahan oleh para milenial yang akan menambah income bagi BTN. Peluang BTN secara teknikal di level 1.500 sedangkan secara fundamental untuk di posisi tersebut sudah sangat kuat karena saham ini turunnya sudah sangat dalam,” tegasnya.(K/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Bupati Taput Kunker dan Nginap Selama 3 Hari di Kecamatan Parmonangan.

Berita

Covid-19 Melandai, Wali Kota Edi Kamtono Minta Warga Jangan Lengah

Berita

Dua Siswa SMA Budi Mulia Pematangsiantar Raih Beasiswa Indonesia Maju Untuk Kuliah Keluar Negeri

Berita

Camat Tidak Peduli ‍Nagori Nadear “Desa Tangguh” Siantar Estate Kecamatan Siantar Darurat Sampah

Berita

Kunker Menkes RI dan Kapolri di Wilayah Perbatasan Entikong

Berita

Kapolres Belawan Berkilah Tidak Ada Terima Setoran Judi Berkedok Rumah Ibadah

Berita

Polres Tapteng Sasar Tempat Keramaian Gelar Ops Yustisi Protokol Covid-19

Berita

Kampung Nelayan Banjar Serasan Bakal Jadi Destinasi Wisata Baru