Viewer: 822
1 0

Home / Kesehatan

Kamis, 2 Juli 2020 - 13:44 WIB

Kemenkes Waspadai Potensi Flu Babi Menular ke Manusia

Viewer: 823
1 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 45 Detik

Kompasnasional | Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mewaspadai potensi penularan flu babi kepada manusia, meski sejauh ini di Indonesia belum ada temuan kasus.

“Surveilans kita masih jalan untuk memantau kemungkinan mengenai hal itu. Untuk mendeteksi kemungkinan kasus pada orang atau petugas, pekerja yang bekerja di peternakan (peternakan babi). Itu sebenarnya ranahnya Kementerian Pertanian (Kementan),” kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor Kemenkes Siti Nadia Tarmizi, Kamis (2/7/2020).

Hal itu dikatakan sebagai respons atas laporan dari ilmuwan China tentang galur baru virus influenza G4 EA H1N1 yang dikabarkan berpotensi menular dari hewan ke manusia (zoonosis).

Selain melakukan surveilans, katanya, Kemenkes memiliki tugas dan fungsi menginformasikan kemungkinan penemuan kasus pada orang yang sakit flu pada satu populasi tertentu, misalnya pada pekerja di peternakan babi.

Baca Juga  Pesan Spesialis Jantung Agar tak Kolaps Seperti Dialami Markis Kido dan Eriksen

“Kemudian oleh Puskesmas bersama Dinas Peternakan sama-sama melakukan kajian epidemiologi kalau di suatu daerah mungkin ada,” katanya.

Namun demikian, lanjutnya, sampai saat ini, baik Kementan maupun Kemenkes belum menemukan potensi serangan flu babi galur baru tersebut, baik pada hewan maupun potensi penularannya dari hewan ke manusia. “Kita belum ada laporan seperti itu,” katanya.

Nadia mengatakan virus tersebut pada dasarnya merupakan self limiting desease atau penyakit yang dapat sembuh dengan sendirinya dan sudah dinyatakan sebagai flu biasa di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

“Vaksinnya sudah ada. Jadi ya pertama vaksin hewan, karena flu babi, influenza pada hewan itu tentu sudah ada vaksin. Kemudian vaksin pada manusia, kalau memang diperlukan. Sebenarnya (untuk pencegahan) standarnya sama, cuci tangan, melakukan praktik-praktik untuk pencegahan dan sebagainya,” kata dia.

Baca Juga  Jumlah Pasien Corona yang Dirawat di RS Wisma Atlet Terus Berkurang

“Jadi, sampai sekarang kuncinya adalah surveilans. Selama surveilans jalan, kita tidak terlalu jadi masalah. Karena sampai saat ini belum ada kasus. Artinya, kita melihat kasus pada manusianya belum ada laporan. Tapi kasus pada hewannya juga kita tidak mendapat laporan dari Kementan,” kata Nadia.

Sebelumnya, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan menjelaskan bahwa virus flu babi (swine flu) berbeda dengan virus demam babi Afrika atau African swine fever (ASF).

“Kasus penyakit pada babi yang ada di Indonesia pada saat ini adalah ASF dan bukan flu babi,” kata Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan I Ketut Diarmita di Jakarta, Rabu (1/7/2020). (RB/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Kesehatan

Gandeng China dan Korsel, Vaksin Covid-19 Indonesia Dibanderol Rp 75 Ribu, Ini Progressnya
Mulai Hari Ini ! Pemerintah Mewajibkan kepada seluruh warga Indonesia untuk mengenakan masker saat akan keluar rumah

Berita

Mulai Hari Ini ! Pemerintah Mewajibkan kepada seluruh warga Indonesia untuk mengenakan masker saat akan keluar rumah

Kesehatan

Adakan Pesta Pernikahan Tanpa Prokes, Pengantin Dipenjara

Kesehatan

12 Siswa STM yang Akan Demo Omnibus Law Reaktif Corona, Dibawa ke Polda Metro

Gaya Hidup

Berapa Banyak Kalori Harus Dibakar Demi Menurunkan Berat Badan?

Kesehatan

Kapolda Metro Soal Kerumunan: Kapolsek, Wakapolsek Tanah Abang Positif Covid-19

Kesehatan

UPTD Puskesmas Salo Gelar Kegiatan Lokakarya Mini Lintas Sektoral

Kesehatan

Seorang Wanita Meninggal Usai Jarinya Tergores Saat Bersihkan Udang, Berikut Penjelasan dari Ahlinya!