Kompas Nasional I Siantar
Serah terima jabatan (Sertijab) yang dirangkai dengan acara pisah sambut Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Klas IIA Pematangsiantar dari Porman Siregar AMd.IP. SH. MH, kepada Rudy Fernando Sianturi Amd.IP. SH., berlangsung dengan terbatas karena situasi Covid-19, di ruang Aula Lapas pada Kamis (11/06/2020).
Untuk informasi, Porman Siregar, diberikan kepercayaan untuk menjabat sebagai Kalapas Klas IIA Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Sedangkan Rudy Fernando Sianturi, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Rutan Klas I Medan dipercayakan untuk menjabat sebagai Kalapas Kelas II A Siantar.
Acara sertijab dan pelantikan dipimpin oleh Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Sumut, M. Johari Sitepu dimana dalam bulan ini akan menjabat sebagai Ka Kanwil Jambi.
Dalam acara sertijab dan pisah sambut, Porman Siregar melalui pesan dan kesannya mengucapkan, banyak terima kasih kepada seluruh pegawai atas dukungannya selama melaksanakan tugas, di Lapas Klas IIA Pematangsiantar.
“Kurang lebih selama 1 tahun 8 bulan menjabat di lLapas Kelas II A Sintar., jika adà sikap dan kebijakan yang kurang berkenan, kiranya itu menjadi motisvasi untuk membangun Lapas Kelas II A Siantar untuk lebih baik,” ungkapnya.
Porman Siregar, dalam pisah sambut juga mengucapkan banyak terima kasih kepada rekan media yang sudah bermitra dengan Lapas, dalam menyajikan berita kepada publik terkait Lapas.
“Jika selama ini ada kata atau perbuatan yang kurang berkenan dalam menjalankan tugas, saya meminta maaf, karena sebagai pimpinan dan juga sebagai manusia biasa, tidak luput dari kesalahan,,”unkapnya dengan mengatakan kepada pejabat yang baru, diucapkan selamat menjalankan tugas di Pematangsiantar.
Lebih lanjut, Porman mengucapkan terima kasih atas kerjasama seluruh pegawai dan keluarga besar Lapas Siantar, saya minta maaf jika ada salah dan khilaf selama menjalankan tugas sebagai Kalapas di Pematangsiantar,”kata Porman .
Kalapas Klas IIA Pematangsiantar yang baru, Rudy Fernando Sianturi dalam kata sambutannya, secara singkat menjelaskan perjalanan tugasnya, di Lembaga Pemasyarakatan.
Sebagai informasi, perjalanan karirnya dimulai dari Kota Medan, Labuhan Deli, Tanjungbalai, Barus, Papaserang, Ka Rutan Balige, Ka Rutan Klas I Medan dan saat ini menjadi Kalapas Klas IIA Pematangsiantar, paparnya.
Saya mohon dukungan seluruh pegawai Lapas Klas IIA Pematangsiantar untuk secara bersama memberikan pelayanan yang terbaik di Lapas dan bekerja sesuai SOP dan protap yang ada, harapbya.
“Semoga Lapas Klas IIA Pematangsiantar bisa lulus, mendapatkan akreditasi terbaik dari tim penilai pusat,”katanya.
Hadir dalam acara itu, Kalapas Klas I Medan, Kalapas Klas IIB Siborong-borong, Kalapas Sidempuan, Kalapas Narkotik Raya dan juga Pengurus Dharma Wanita Persatuan Lapas Siantar
Jejak Porman: 3 Rumah Ibadah Berdiri Berdampingan
Dalam kesempatan tersebut, mewakili pegawai, mengucapkan terima kasih atas bimbingan dan pengarahan Porman Siregar yang juga merupakan pelopor kebangkitan rohani di Lapas dengan membangun 3 Rumah Ibadah secara berdampingan.
Utuk diketahui, dalam waktu 1,8 fahun, Porman Siregar mampu menggalang kebersamaan dengan para warga binaan pemasyarakatan (WBP). Bahkan mengikutsertakan WBP dalam kegiatan perayaan natal oikumene Kota Pematangsiantar, di Lapangan H Adam Malik dan juga menggelar zikir akbar bersama WBP dan keluarganya.
“Terima kasih atas dedikasinya Pak Porman, dan selamat bertugas di tempat yang baru. Juga selamat datang kepada Pak Rudy, di tempat kami. Kami siap menjalankan tugas di bawah kepemimpinan bapak,”kata Duma Sitorus, selaku Kepala Tata Usaha (KTU) Lapas Kelas IiA Siantar.
Kepala Dinas Pemasyarakatan Kanwil Sumut M Johari Sitepu yang hadir dalam acara pisah sambut.
Dalam amanahnya Johari mengatakan, kiranya Kalapas baru bisa meneruskan apa yang sudah baik dilakukan dan dibina oleh kalapas yang lama.
Johari menegaskan, “Ini satu hal yang terbaik dimana ada 3 rumah ibadah berdiri secara berdampingan, tentu ini adalah kekuatan sebab dengan pegawai yang tetbatas kita tidak mungkin bisa mampu mengawasi warga binaan. Tetapi dengan kekuatan doa, kita bisa mengharapkan bahwa warga binaan semakin tumbuh imannya, sebut Johari dengan tegas.
Kedepannya, perlu ditingkatkan kerja sama dengan aparat Kepolisian, TNI dan Satpol PP, kata Johari dengan alasan bahwa Pegawai Lapas sangat tetbatas.
Lebih tegas, Johari mengatakan, semua pegawai Lapas supaya bekerja dengan SOP yang ditetapkan oleh pimpinan
“Jangan terlibat dengan narkoba. Jangan percaya dengan janji manis para tahanan narkoba, sebab itu akan menghancurkan masa depan dan pangkatmu, ” kata Johari dengan tegas.
Lanjutnya. “mustahil narkoba bisa masuk ke dalam lapas jika tidak melalui pegawai lapas itu sendiri, kata Johari .
“Ingat bajumu itu sangat mahal. Karena itu kepada semua ibu Bayangkara untuk sabar menerima 3 hak pokok dari suami yang bekerja di Lapas,” kata Johari.
Menurutnya, bekerjalah dengan baik tanpa memikirkan bisa menjadi kaya sebagai Pegawai Negri di Lapas.
“Tidak mungkin kaya sebagai pegawai negeri di Lapas kecuali jadi pengusaha , petani dan bisnis,” kata M Johari yang dalam bulan ini akan menjabat sebagai Kanwil Jambi.
Penulis: Nilson Pakpahan








