Viewer: 827
0 0

Home / Kesehatan

Kamis, 4 Juni 2020 - 20:36 WIB

Lima ODP Klaster Temboro Pacitan ‘Lenyap’ Saat Akan Dites Corona, Kok Bisa?

Viewer: 828
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 27 Detik

kompasnasional | Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Pacitan sedang dibuat pusing dengan aksi yang dilakukan lima warga Kecamatan Ngadirojo. Kelima warga yang berstatus orang dalam pemantauan (ODP) tersebut tiba-tiba menghilang saat akan dilakukan swab test PCR demi memastikan diagnosis apakah terkena virus corona atau tidak.

Kelima warga ini diketahui merupakan sebuah keluarga yang berstatus ODP setelah tiba dari Temboro, Magetan. Petugas kesehatan lantas berniat menjemput keluarga ini untuk dilakukan swab test. Tak disangka, keluarga ini membandel dan memilih kabur.

Lima orang ini kurang kooperatif,” ujar Jubir Gugus Tugas COVID-19 Rahmad Dwiyanto kepada wartawan di kantornya, seperti dilansir dari Detik pada Kamis (4/6). “Diminta swab, dijemput menghilang. Ini satu keluarga.”

Baca Juga  2 Olahraga Ini Tak Disarankan Ahli Selama Pandemi COVID-19

Rahmad menjelaskan jika dari kelima orang tersebut, dua di antaranya berstatus santri. Sedangkan dua lainnya merupakan orang tua santri, dan satu orang sisanya merupakan saudara. Rencananya, tes PCR kepada keluarga ini akan dilakukan pada Rabu (3/6) kemarin.

Kepada petugas kesehatan, keluarga ini telah berjanji akan datang sendiri ke tempat pemeriksaan. Namun, mereka justru kabur saat dilakukan pemanggilan untuk tes pada dua hari lalu.

Rahmad mengakui kehilangan jejak warga Kecamatan Ngadirojo tersebut. Pelacakan pun masih dilakukan terhadap warga yang datang dari daerah terpapar COVID-19 tersebut.

Baca Juga  Dijual Murah, Siapa Sangka Tape Singkong Ampuh Cegah Penyakit Serius Ini!

Terlebih, dua dari lima anggota keluarga itu merupakan santri. Mereka belajar di lembaga pendidikan yang terletak di wilayah episenter. Rahmad lantas mengancam akan menerjunkan TNI/Polri jika keluarga tersebut tidak segera datang ke tempat pemeriksaan dalam sepekan kedepan.

”Kami berharap mereka sadar untuk datang ke petugas dalam waktu satu minggu ke depan,” tegas Rahmad. “Tentu saja opsi terakhir kita minta bantuan dari TNI/Polri.”

Mantan Kepala Dinas Kesehatan itu berharap kelimanya dapat bekerjasama dengan petugas agar bersedia diambil sampel untuk pemeriksaan. Hal itu bertujuan agar penanganan COVID-19 di Pacitan lebih efektif.(WK/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Kesehatan

Amnesty International: Lebih dari 3000 Petugas Medis Tewas Karena Corona
Foto ilustrasi penggunaan obat sirup

Berita

Daftar 3 Merek Obat Sirop Afi Farma Mengandung EG dan DEG Berlebihan

Berita

Konsumsi Petai Bisa Merusak Ginjal, Mitos atau Fakta?

Kesehatan

Lewat TikTok, Penderita Covid-19 Ini Beri Peringatan ke Orang-orang: Gue Muntah Sepanjang Malam!

Kesehatan

Sudah Kewalahan, Anies Baswedan Minta Pemerintah Pusat Pimpin Penanganan Covid-19 di Jabodetabek

Kesehatan

14 Benda di Rumah ini Sarang Kuman Jangan Lupa Dibersihkan
Ket:Foto//Dari Kiri kekanan baju kuning 1. Lion Dody, 2.Vice 3 Lion Kosidin, 3.Past President Golden Estate Darmawan Yusuf, 4. DANDIM Asahan Letkol Inf Sri Marantika Beruh, 5. Vice 2 Lion Agustina, 6.Vice 1 Lion Lili Tan, 7.Lion Hendra Gunawan, Dan Baris 2 Belakang sejumlah pejabat utama (PJU) Kodim dan Danramil se-Kabupaten Asahan(ist)

Asahan

Kodim 0208/Asahan Terima Bantuan APD Dari Lions Club Golden Estate Untuk di Serahkan ke Beberapa Puskesmas Terpencil

Berita

Penantian Setelah 14 Tahun Hamil Berkat Mengenal Promil BEE