TAPTENG – Ketua Bidang dan Kaderisasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI) 1992 Sevri Siahaan mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Pemilu 2019 di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng). Hal itu lantaran pemilu serentak yang digelar pada 17 April 2019 berjalan dengan damai, tertib, dan lancar, meskipun ada beberapa temuan kecil. Hal ini dinilai menjadi sebuah prestasi yang harus diperbaiki kedepan.
Sevri menyatakan, sebelum dan sesudah proses pemilu serentak berlangsung, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tapteng telah bekerja keras untuk memyelenggarakan dan melakukan sosialisasi langsung kepada masyarakat hingga kepelosok desa.
”Secara pribadi mengakui dengan jujur, pemilu seretak ini merupakan kerja berat buat KPU, akan tetapi mereka mampu melaksanakannya dengan baik, aman dan lancar. Tingkat pemilih di Tapteng tahun ini juga bila dibandingkan dengan tahun-tahun yang lalu, Padahal kita semua tahu, di medsos, gimana mengkritik, gaduhnya, tapi antusiasme pemilih di Tapteng tetap tinggi. Itu buktinya KPU sudah berhasil menjalankan tugasnya dalam memberikan pemaparan sehingga tingkat kesadaran masyarakat lebih baik” jelas Sevri, Jumat 17 Mei 2019.
Menurut Sevri, keberhasilan pelaksanaan pemilu serentak di Tapteng merupakan kemajuan dalam berdemokrasi, yakni seluruh masyarakat sudah banyak yang sadar akan politik. Bahkan, katanya, banyak masyarakat yang berbeda pilihan tetap damai ketika melaksanakan pencoblosan. Keberhasilan tersebut menjadi salah satu apresiasi masyarakat terhadap KPU dan petugas keamanan yang sudah bekerja sungguh-sungguh tanpa ada yang merasa intimidasi datang ke TPS.
Mengingat maraknya isu-isu yang beredar, Sevri Siahaan juga menghimbau kepada masyarakat Tapanuli Tengah untuk tetap bersabar menunggu hasil penghitungan suara yang dilaksanakan oleh KPU RI. Dan meminta masyarakat untuk tidak ikut-ikutan dan terprovokasi isu people power yang sedang viral di berbagai media sosial.
“Mari kita sama-sama bersabar menunggu hasil dan pengumuman dari KPU RI, tanggal 22 Mei hasilnya sudah keluar jadi kita bisa tau pasti perolehan suara yang sebenarnya. Kita jangan terpancing dengan seruan dan ajakan people power yang muncul pasca pemilu yang dapat meresahkan masyarakat” Katanya
Menurut Sevri, ajakan dan seruan People Power yang dimuncul pada bulan Ramadhan sangatlah tidak etis, dimana seharusnya padabulan suci Ramadhan masyarakat bisa lebih tenang menjalankan ibadah dan menahan amarah dalam puasa.
“Kita berharap dengan adanya isu-isu people power masyakat bisa lebih bijaksana untuk tidak ikut-ikutan apa lagi sampai berangkat ke Jakarta karena itu hanya membuat suasana akan semakin tidak kondusif dan hanya akan merugikan diri sendiri. Akan lebih baik jika masyarakat bahu-membahu mempertahankan persatuan dan kesatuan NKRI, jangan sampai terpecah karena ‘people power.” jelas Sevri (Timre)







