Home / Berita / Daerah / Nasional / Reviews

Selasa, 9 Oktober 2018 - 16:29 WIB

Kemendikbud Guru Fresh Graduate Pacca Gempa dan Tsunami Palu

Anak-anak koban gempa dan tsunami di Palu menjalani psikososial di Dinsos Palu (Liputan6.com/Moch Harun)

Anak-anak koban gempa dan tsunami di Palu menjalani psikososial di Dinsos Palu (Liputan6.com/Moch Harun)

Viewer: 624
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 16 Detik

KompasNasional.com – Kendati masih dalam kondisi darurat, proses belajar mengajar di Palu dan sekitarnya mulai berjalan kemarin. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berencana menambah jumlah tenaga pendidik. Sebab, tidak sedikit guru yang menjadi korban bencana.

Berdasar laporan sementara BNPB, 22 guru meninggal saat terjadi gempa dan tsunami. Kemudian, 14 guru dinyatakan hilang dan 1 orang dirawat di rumah sakit.

Selain itu, menurut Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Kemendikbud Hamid Muhammad, ada beberapa guru yang eksodus keluar Palu. Karena itu, Kemendikbud kini mencari guru pengganti. “Mungkin diambil dari sarjana pendidikan yang baru lulus,” tuturnya. Menurut dia, penanganan pascabencana di Sulteng bakal jauh lebih lama bila dibandingkan dengan di Lombok.

Baca Juga  ULTAH DWP KAB TOBA KE 22 FOKUS KE UMKM

Kurikulum bencana, menurut dia, belum perlu dibuat secara khusus. Namun, jika ada yang mengusulkan program mitigasi bencana, bisa dilakukan pembahasan. Pelatihan mitigasi bencana bisa dilakukan saat jam ekstrakurikuler. Tidak menjadi bagian dari kurikulum. Muatan atau pengetahuan kebencanaan bisa tetap dimasukkan materi pelajaran oleh para guru.

Kemenkes menyiapkan tujuh subklaster pelayanan kesehatan untuk korban terdampak gempa dan tsunami Sulteng. Subklaster tersebut dibuat untuk mengefektifkan penanganan kesehatan pascagempa. Di antaranya, subklaster layanan kesehatan, pengendalian penyakit dan kesehatan lingkungan, kesehatan reproduksi, gizi, serta kesehatan jiwa. Juga ada tim pengolah data dan subklaster informasi.

Baca Juga  Satreskrim Polres Kubu Raya Gelar Rekontruksi Pembunuhan diMega Timur Dengan 43 Adegan

Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes Achmad Yurianto menjelaskan, skema subklaster akan mempercepat pemulihan. Setelah masa tanggap darurat dua minggu, pemerintah bakal menerapkan skema pemulihan, rehabilitasi, dan rekonstruksi.

Untuk masa tanggap darurat, peran layanan kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas akan dikembalikan. “Per hari ini (kemarin, Red) petugas kesehatan sudah kembali aktif,” jelasnya. (JPC/TR)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

‍‍‍Cegah Penyebaran Covid-19 Forkopimda Plus Lakukan Penyemprotan Disinfektan di Pasar Horas Siantar

Berita

Junta Myanmar Berupaya Kuras Dana USD1 Miliar di Bank AS

Asahan

Rakerkab KONI Asahan Menuju PON 2024

Berita

Pemko P.Sidimpuan Paripurna KUA-PPAS P-APBD Tahun 2021

Berita

Plt. Wali Kota Pematangsiantar Raih TOP Pembina BUMD Terbaik Se Indonesia Tahun 2022

Berita

Gerindra, PKS, PAN Deklarasikan Prabowo-Sandi Capres-Cawapres 2019

Berita

Dalam Rangka Pertanggungjawaban APBD TA 2020 dan Ranperda tentang Pembentukan Perangkat Daerah, DPRD Kab. Samosir laksanakan Rapat Paripurna

Berita

KPK Bicara Pengejaran Harun Masiku Usai Buron Kasus e-KTP Ditangkap