Home / Berita / Daerah / Kesehatan / Nasional / Reviews

Rabu, 21 Februari 2018 - 10:46 WIB

Pengungsi Banjir di Kudus Terserang Penyakit Usai Banjir Surut

Warga periksa kesehatan di posko pengungsian.(Medcom.id)

Warga periksa kesehatan di posko pengungsian.(Medcom.id)

Viewer: 715
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 50 Detik

KompasNasional.com – Banjir yang terjadi di Desa Jatiwetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mulai surut. Namun, sejumlah warga saat ini masih bertahan di pengungsian karena air masih cukup tinggi.

Banjir yang melanda tiga dukuh yakni Dukuh Gendog, Jetis, dan Tanggulangin di Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mulai surut, Rabu (21/2/2018). Setelah seminggu ini menggenangi kampung hingga ketinggian satu meter, permukaan air perlahan-lahan mulai berkurang.

Surutnya air karena sudah tiga hari ini hujan tak lagi turun di kawasan tersebut. Air yang terjebak di kawasan tersebut mulai bisa mengalir karena elevasi atau pemukaan air Sungai Wulan mulai turun.

Meski begitu, warga hingga saat ini masih bertahan di pengungsian. Khususnya lansia, ibu-ibu, dan anak-anak yang mengungsi di balai desa setempat.

Baca Juga  Jelang Dirgahayu Ke-77 TNI, Ribuan Masyarakat Ikuti Jalan Sehat Kodim 1203/Ketapang

Dan memasuki hari keempat ini, warga yang berada di pengungsian mulai terserang penyakit. Selain batuk yang menyerang anak-anak, banyak pula pengungsi yang mengalami gatal-gatal karena sering beraktifitas di genangan air.

Hasanah, salah seorang warga korban banjir asal Dukuh Tanggulangin mengatakan, dirinya sudah tiga hari ini berada di pengungsian. Anak laki-lakinya pun mulai terserang penyakit. “Anak saya sakit panas. Tapi sudah dikasih obat sama dokter,” ucapnya.

Dia menuturkan, kendati banjir di rumahnya sudah mulai surut, Hasanah belum berani kembali ke rumahnya. “Sudah mulai surut Pak. Tadinya setinggi paha orang dewasa, sekarang sudah tinggal selutut. Tapi kami belum mau kembali. Kasihan anak-anak, tidak bisa bebas bermain,” ucapnya.

Menurut dokter jaga di pengungsian tersebut, secara umum pengungsi dalam kondisi baik. Namun sejumlah warga mulai terserang penyakit karena kondisi pengungsian yang serba terbatas.

Baca Juga  Wali Kota Pemaangsiantar Serahkan SK kepada 51 PPPK Formasi Tahun 2019

“Alhamdulillah untuk pagi ini relatif tidak ada masalah. Ada beberapa lansia kondisinya stabil. Untuk penyakitnya ya biasa. Seperti gatal-gatal dan batuk pilek. Untuk anak balita ya karena mungkin banyak main air jadi gatal-gatal juga,” ucap Nur Hasyim, dokter jaga di pengungsian.

Mengenai ketersediaan obat, menurut Hasyim, juga tidak ada masalah. Pihaknya sudah mendapatkan stok obat yang cukup dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus. “Dan tiap hari juga (stok obat) dipantau oleh Dinas Kesehatan terus,” katanya.

Warga berharap, dalam satu atau dua hari ini, banjir sudah surut total. Banyak warga yang mengaku sudah mulai bosan berada di pengungsian dan ingin segera kembali ke rumahnya.(Inews/TR)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

PWI: Wartawan Harus Independen saat Pilkada dan Pilpres

Arsip

Ustadz Solmed Dihadang Pria Berbadan Kekar, Ngaku Mau Dibunuh

Berita

Satgas Ops Aman Nusa II Gencar Melaksanakan Penyemprotan Desenfektan Di kandang Ternak Warga

Berita

Sekretaris Daerah (Sekda) Parulian Nasution menghadiri Lepas Sambut Danrem 023/Kawal Samudera (KS)

Berita

AKIBAT OMBAK CUKUP BESAR, SAMPAN BORNOK AKHIRNYA OLENG DAN TERBALIK DIDANAU TOBA

Berita

Silaturahmi Dengan Anggota Cabang L, Ini Pesan Ketua Persit KCK Daerah XII/Tpr

Berita

Terima Kunjungan Kerja Kepala BNPB, Dandim 1205/Sintang Paparkan Kondisi Terkini Bencana Banjir

Berita

Polsek Meliau Amankan Pelaku Penyalahgunaan Narkoba