Home / Arsip / Arsip 2017 / Berita / Nasional / Reviews

Selasa, 17 Oktober 2017 - 14:39 WIB

Nobar Film G 30/S PKI, Ribuan Warga Padati Lapangan Merdeka

Viewer: 684
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 46 Detik

kompasnasional.com | TEBINGTINGGI – Ribuan warga memadati Lapangan Merdeka Kota Tebingtinggi, nonton bareng (Nobar) pemutaran kembali film Penghianatan G.30/S PKI, Senin (25/9/2017).

Warga dari berbagai tingkat usia yang jumlahnya mencapai seribuan lebih datang dari tiap penjuru kota tersebut memadati lapangan yang telah disiapkan panitia pelaksana dua layar proyektor berukuran besar.

Persis pukul 20.30 WIB, usai sambutan tokoh masyarakat Kota Tebingtinggi Burhanuddin Harahap yang menceritakan kronologi singkat sejarah PKI. Pemutaran ini di prakarsai Kodim 0204/DS dan Disdik Kota Tebingtinggi.

Pemutaran film dokumenter ini mendapat tanggapan positif dari salah seorang tokoh muda Kota Tebingtinggi Wahyu Syam yang mengatakan bahwa apa yang dilakukan pihak Panpel, merupakan contoh konkrit yang positif dan perlu menjadi perhatian serius bagi para generasi muda, pada sejarah di negeri ini.

Baca Juga  Satgas Pamtas Yonif 144/JY Ingatkan Warga Patuhi Protokol Kesehatan*

“Kekejaman PKI di masa itu bukanlah suatu tindakan yang di benarkan dan kita harus ingat pesan Presiden Sukarno, jangan pernah meninggalkan sejarah,” ujar Wahyu.

Cuaca mendung sepertinya tidak mempengaruhi warga dalam menyaksikan film Penumpasan Penghianatan G 30 S PKI.

Walaupun kursi yang disediakan panitia tidak mencukupi, namun antusias warga untuk menyaksikan film ini cukup besar, bahkan ada yang rela harus duduk bersila ditanah tanpa alas.

Film docudrama propaganda ini di produksi pada tahun 1984. Film ini disutradarai dan ditulis oleh Alm Arifin C Noer diproduseri oleh G Dwipayana. Diproduksi selama dua tahun dengan anggaran sebesar Rp800 juta kala itu, film ini disponsori oleh pemerintahan Presiden Suharto.

Film yang dibuat berdasarkan pada versi resmi menurut pemerintah kala itu dari peristiwa Gerakan 30 September atau yang lebih di kenal dengan sebutan peristiwa percobaan kudeta pada tahun 1965.

Baca Juga  Kasus Penculikan Bayi Berhasil Di Ungkap Polsek Pemangkat

Film ini menggambarkan masa menjelang kudeta dan beberapa hari setelah peristiwa tersebut. Kala itu sedang terjadi kekacauan ekonomi, lalu Enam Jenderal diculik dan dibunuh oleh PKI dan antek-anteknya, konon untuk memulai kudeta terhadap Presiden Soekarno.

Jenderal Soeharto muncul sebagai tokoh yang menghancurkan gerakan kudeta tersebut, setelah itu mendesak rakyat Indonesia untuk memperingati mereka yang tewas dan melawan segala bentuk komunisme.

Film ini adalah film dalam negeri pertama yang dirilis secara komersial dan menampilkan peristiwa pada tahun 1965 tersebut. Penumpasan Pengkhianatan G 30 S PKI meraih  sukses secara komersial masa itu (DC.014)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Gubernur Kalbar Sampaikan Pembelajaran Kuliah Dalam Negeri Sespimti Polri Direg ke-30

Asahan

Pekerjaan Fisik TMMD ke 115 Kodim 0208 di Kecamatan Sei Kepayang Terus Diburu

Berita

Lewati Jalur Tikus, 12 Orang PMI Diamankan Satgas Pamtas Yonif 642*

Berita

BKKBN Perwakilan Sumut Serahkan Piagam Penghargaan Capaian Pelaksaan Pelayanan KB Serentak Sejuta Akseptor Kepada Pemko Psp

Nasional

Pemerintah Putuskan Tahun Ini Kembali Tidak Berangkatkan Haji

Berita

Dewas Bakal Periksa Staf KPK yang Jadi Tersangka Kasus Bupati Pemalang

Berita

GMKI : ” ‍COVID-19 , The Next Walikota Pematangsiantar Bisa Apa?”

Berita

Sandi Panen dan Tebar 2.500 Benih Ikan Bersama Nelayan di Kepulauan Seribu