Home / Arsip / Arsip 2016 / Berita / Nasional / Reviews

Selasa, 6 Desember 2016 - 15:26 WIB

Mencari Solusi Derita Masyarakat Hibala

Viewer: 690
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 55 Detik

kompasnasional.com | PADANG
Warga Kecamatan Hibala, Kabupaten Nias Selatan (Nisel), persisnya masyarakat yang bermukim di ujung Kabupaten Nisel arah selatan yang berbatasan dengan Kabupaten Kepulauan Mentawai, selama ini cenderung pergi berbelanja ke Padang untuk keperluan sehari-harinya.

Alasannya pergi ke Padang lebih baik dari pada pergi ke Pulau Tello atau ke Teluk Dalam. Menurut salah seorang warga ama Bejo, kenapa mereka ke Padang, karena perjalanannya lebih dekat, barangnya lebih murah, lebih lengkap dan banyak yang dipandang.

“Maklum lah pak, kota besar, ibu kota Propinsi Sumatera Barat,” imbuhnya.

Sementara itu, teman ama Bejo berkata, “kami dari Hibala (orang Hibala) pergi ke Teluk Dalam hanya urusan pemerintahan, selain itu tidak ada. Biasa pak ngurusi KTP dan sebagainya. Ke Teluk Dalam bukan urusan bisnis, tapi hanya menghabis-habiskan uang. Kalau ke Padang ini pada umumnya bisnis dan ada juga sekedar jalan-jalan.”

Baca Juga  KUNJUNGAN PRESIDEN RI JOKO WIDODO KE HUMBAHAS WARTAWAN DIBATASI

Dari hasil liputan kru Persia di Pelabuhan Teluk Bayur, Kota Padang diperoleh informasi, KM Over Top Kapal Kontrak Pemerintah yang menjadi Kapal Perintis sering tidak tepat waktu. Misalkan saja, pada Selasa (22/11/2016) dijadwalkan berangkat pukul 13.00 WIB. Penumpang yang mayoritas orang Hibala, sudah sampai di Teluk Bayur pukul 11.00 WIB. Sedangkan KM Perintis yang akan ditumpangi belum juga tampak dimana rimbanya dan nyandar baru pukul 17.00 WIB.

Sekalipun sudah nyandar di dermaga, tapi berangkatnya pun baru bisa pukul 20.00 WIB, karena barang-barang yang sifatnya tidak manifest, baru lah dimuat.

“Lihat itu Pak,” kata salah seorang gadis cantik dari Hibala mendekati Wartawan. Gadis Desa yang cantik bertitel S1 ini mengeluhkan keadaan ini.

“Kapan ya om penderitaan orang Hibala ini akan berakhir. Apakah selamanya begini? Tidak ada perhatian dan pengawasan dari pihak penguasa setempat. Sepertinya kapal ini di atur oleh mafia. Begitu kapal mau berangkat baru barang mereka dimuat. Kita menderita menunggunya. Coba lihat om, kami istirahat di tempat yang kumuh ini, karena tidak ada tempat khusus bagi penumpang,” keluhnya.

Baca Juga  Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/WNS Lakukan Pendampingan Petani Buah Naga Di Perbatasan.

Penumpang Kapal Perintis yang didominasi warga Hibala itu , meminta supaya anggota DPRD dari Hibala angkat bicara dan datang ke Padang membicarakan hal itu. Tokoh Pemuda Hibala Jefri meminta derita ini tidak dipandang sebelah mata.

“Supaya penderitaan ini bisa berakhir, maka sepatutnya semua pihak mencarikan solusinya,” kata Jefri.

Selanjutnya Jefri bertekad, jika anggota DPRD itu tidak mau mendengar keluhan rakyatnya ini, maka dirinya siap membicarakan hal itu kepada para pejabat setempat (ar)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Hari Pohon Sedunia, Edi Ajak Warga Hijaukan Pontianak

Berita

Satgas Pamtas Yonif 645/Gty Kembali Amankan PMI Non Prosedural Di Jalur Tidak Resmi Sektor Kanan PLBN Entikong

Berita

Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 645/Gty Hadiri Rapat Dukungan Koordinasi Perdagangan Di Kawasan Lintas Batas

Asahan

Zulkarnain Sirait,M.Pd. Pimpin PC Pemuda Muslimin Indonesia Kabupaten Asahan

Berita

FRAKSI GOLKAR : SAWAH DI KECAMATAN PAKKAT, PARLILITAN, TARABINTANG COCOK SEBAGAI AREAL PRODUKSI PERKEBUNAN DAN TELAH DILAKUKAN PERHATIAN BERUPA PENYULUHAN DAN PEMBERIAN BIBIT.

Berita

Pangdam XII/Tpr dan Forkopimda Hadiri Vaksinasi Massal oleh BEM di Kalbar

Berita

Sebanyak 272.886 TNI/Polri Amankan Pilpres dan Pileg 2019

Berita

Bupati Erlina Pimpin Upacara Peringatan Hari Santri Nasional