Home / Arsip / Arsip 2016 / Nasional / Reviews

Rabu, 26 Oktober 2016 - 10:49 WIB

Meramu Senandung Bagi Para Bocah

Viewer: 635
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 29 Detik

Buat mengemas lagu anak-anak ternyata gampang-gampang susah. Sebab lirik dan nadanya harus disesuaikan dengan segmen pendengarnya.

Menurut komposer lagu anak, Nugroho Setiadi atau biasa disapa Kak Nunuk, dia mempunyai rumusan buat menentukan langkah menggarap lagu anak. Pertama dia akan mempertimbangkan lagu itu ditujukan bagi kelompok umur berapa. Menurut dia, jika menyasar anak di bawah lima tahun, lagu itu sebaiknya gampang diingat. Penyebabnya, kata Kak Nunuk, lantaran sifat anak-anak di rentang usia itu repetitif atau kerap melakukan pengulangan.

“Untuk mengulang sesuatu jangan panjang-panjang, tapi diulang supaya pesannya sampai. Lagu itu kan bahasa universal. Pendek-pendek saja,” kata Kak Nunuk kepada merdeka.com saat ditemui di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Sabtu (22/10) lalu.

Kemudian, lanjut dia, rentang nadanya pun jangan terlalu jauh. Misal dari Do sampai Sol, atau sampai Do lagi. Namun jangan melewati Do tinggi, atau turun dari Do rendah.

Sedangkan bagi mereka di atas lima tahun, menurut Kak Nunuk tingkat kesulitan nada-nada dan penggunaan kosa katanya bisa ditambah. Aransemennya pun mulai lebih rumit. Hanya saja dia mewanti soal penyusunan nada dan ketukan itu.

Baca Juga  Butuh Duit, Brigadir Polisi Ini Merampok

Telinga anak-anak, menurut Kak Nunuk, sangat sensitif. Mereka bisa mendengarkan berbagai macam suara. Sehingga sang pembuat diminta perlu menyederhanakan penggunaan instrumen. Sedangkan soal irama tergantung pembuat. Mau dangdut, rock, qasidahan, hingga jazz tidak ada masalah.

“Jangan pakai (instrumen) yang terlalu banyak karena mereka akan terlalu capai telinganya. Bisa mengakibatkan mereka tidak suka lagu itu karena terlalu berisik. Mereka belum bisa memilah instrumen yang masuk,” ujar Kak Nunuk.

Elemen terpenting lainnya, kata Kak Nunuk, adalah lirik. Pesan dalam lirik itu tergantung visi sang pengarang. Dia juga menyarankan liriknya tidak terlalu absurd atau dikiaskan, seperti lagu orang dewasa. Jika ingin membikin rima tergantung kelihaian pembuat.

“Kalau kemampuan penciptanya bagus, dia bisa meramu kata-kata tepat tapi enak,” ucap Kak Nunuk.

Sedangkan bagi Seto Mulyadi (65), atau lebih dikenal sebagai Kak Seto, lagu anak-anak itu memerlukan nada-nada mayor supaya mudah diucapkan dan dinyanyikan. Syairnya juga mesti mempunyai pesan pendidikan.

Baca Juga  Rupiah Turun ke Level Rp13.678 per Dolar AS Kamis Pagi

“Pertama lagu anak-anak itu jelas kata-katanya. Kemudian tidak panjang jadi sederhana, sesuai dengan daya tangkap anak. Nada-nadanya juga tidak selalu ada lompatan tinggi. Do-do. Mi-fa-sol-la sol-fa-mi-do-re-do-re-mi. Itu lebih mengingatkan anak-anak,” kata Kak Seto kepada merdeka.com saat dihubungi beberapa waktu lalu.

Kak Seto berpatokan lirik lagu anak tidak terlalu berat. Bahkan sebisa mungkin menceritakan kegiatan sehari-hari si anak, mulai dari bangun tidur, mandi, sarapan, berangkat sekolah, pulang sekolah, belajar, hingga tidur lagi, atau keceriaan bermain anak-anak.

“Lalu syairnya biasanya dibuat keseharian. Seperti, ‘Lihat kebunku penuh dengan bunga. Ada yang putih dan ada yang merah’. Itu kan di akhir kalimat ada huruf H-nya. Jadi itu yang sangat mudah dimengerti dan sangat mudah dihafal oleh anak,” ucap Kak Seto.

Soal bahasa, Kak Seto tidak mengharuskan lagu anak menggunakan bahasa Indonesia. Bisa juga menggunakan bahasa daerah atau disesuaikan dengan lingkungan di mana si anak tinggal. Asalkan isi liriknya tetap mengajarkan hal baik (mdk|dwk)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Arsip

Toyor Kelapa Jessica Iskandar, Zaskia Gotik Diserang Netizen

Arsip

Undang Rapat, DPR Tunggu Pimpinan KPK dalam 24 Jam

Berita

KPK Periksa Setya Novanto Terkait Kasus PLTU Riau-1

Nasional

Komjen Listyo, Jenderal Termuda Calon Kapolri Pilihan Jokowi
Ket//Foto : (Tengah) Wakil Ketua LBH Darma Berkah Keadilan dan juga Ketua Umum LSM Perkasa Mihon Manalu, SH., M.Pd

Kriminal

LBH Darma Berkah Keadilan : Siap Melaporkan Orator Mahasiswa Papua Yang Ancam Bunuh Lenis Kogoya
Jessica Tidur Beralas Matras Tipis, Berdesakan dengan 20 Tahanan-Detikasia

Arsip

Jessica Tidur Beralas Matras Tipis, Berdesakan dengan 20 Tahanan
PNS Gantung Diri di Ruang Kerja, Tinggalkan Surat Wasiat, Isinya Mengejutkan-kompasnasional

Arsip

PNS Gantung Diri di Ruang Kerja, Tinggalkan Surat Wasiat, Isinya Mengejutkan

Berita

Seorang Nelayan Hilang Diseret Buaya